Headline.co.id, Semarang ~ (Kemenag) — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi. Kegiatan yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, ini menjadi momentum Kementerian Agama untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus persaudaraan kebangsaan. Penegasan tersebut disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis Muhammad Hanafi dalam Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI, Jumat (11/9/2026). Pelaksanaan MTQ digelar melalui berbagai cabang musabaqah di 12 venue dengan melibatkan 155 dewan hakim.
MTQ Nasional XXXI Satukan Peserta dari 37 Provinsi
Malam Ta’aruf menjadi ruang perjumpaan bagi seluruh kafilah sebelum mengikuti rangkaian MTQ Nasional XXXI. Para peserta berasal dari latar budaya, tradisi, dan pengalaman pembinaan Al-Qur’an yang beragam.
Muchlis mengatakan, keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang dapat dipersatukan melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an. Karena itu, Malam Ta’aruf tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum mempererat silaturahmi antarkafilah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Dengan beragam budaya, tradisi, dan pengalaman pembinaan Al-Qur’an, malam ini kita bertemu dalam satu semangat: memuliakan Kalamullah,” ujar Muchlis.
Ia menegaskan, kompetisi dalam MTQ perlu berjalan bersama sportivitas dan integritas. Dengan begitu, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat hubungan antarpeserta dari berbagai daerah.
“Dalam musabaqah kita berlomba meraih prestasi, tetapi kecintaan kepada Al-Qur’an mempersatukan kita sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia,” katanya.
Nilai Al-Qur’an Diharapkan Hadir dalam Kehidupan
Muchlis menyampaikan, semangat persaudaraan dalam MTQ Nasional XXXI sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada penguasaan bacaan dan hafalan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.
Menurut Muchlis, nilai-nilai tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan yang harmonis dan berkeadaban. Hal ini selaras dengan tema MTQ Nasional XXXI, yakni “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”.
“MTQ tidak boleh berhenti hanya pada kompetisi membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an. MTQ harus menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan cahaya dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan bernegara,” tuturnya.
MTQ Nasional XXXI mempertandingkan sejumlah cabang dan golongan, mulai dari tilawah, tafsir Al-Qur’an dalam tiga bahasa, hingga hafalan satu juz sampai 30 juz. Pesertanya berasal dari kelompok anak-anak hingga dewasa.
Penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan eksibisi cabang tilawah dan kitabah bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Muchlis menilai kehadiran eksibisi tersebut menunjukkan luasnya ekosistem pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Keragaman ini menunjukkan betapa luasnya ekosistem pembangunan dan pembinaan di bidang Al-Qur’an yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat kita,” ungkapnya.
Penilaian MTQ Melibatkan 155 Dewan Hakim
Untuk menjaga kualitas pelaksanaan, MTQ Nasional XXXI melibatkan 155 dewan hakim. Mereka bertugas melakukan penilaian secara profesional, objektif, transparan, dan bertanggung jawab.
Muchlis menyebut integritas dewan hakim menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga marwah dan kredibilitas MTQ Nasional. Penilaian yang dilakukan secara berintegritas juga diharapkan dapat mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan musabaqah.
“Integritas dewan hakim menjadi salah satu kunci dalam menjaga marwah, kredibilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap MTQ Nasional,” jelas Muchlis.
Seluruh cabang dan golongan musabaqah dilaksanakan secara serentak di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang. Selain itu, panitia menyiapkan satu titik registrasi kafilah sehingga terdapat 13 lokasi operasional selama penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
Berbagai perangkat pendukung turut dimatangkan, lain pelayanan kafilah, penyiapan venue, transportasi, kesehatan, serta sistem penilaian. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, lancar, dan objektif.
Kemenag Apresiasi Kolaborasi Penyelenggara
Muchlis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, LPTQ Nasional, Pemerintah Kota Semarang, LPTQ Provinsi Jawa Tengah, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, dewan pengawas, dewan hakim, serta panitia pusat dan daerah.
“Atas nama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan atas nama LPTQ Nasional, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh kafilah menjaga sportivitas, integritas, dan persaudaraan selama mengikuti MTQ Nasional XXXI.
“Selamat bermusabaqah. Mari kita jaga sportivitas, integritas, dan persaudaraan, sehingga MTQ ini betul-betul dapat memperkuat kecintaan kita, sesama warga masyarakat Indonesia, kepada Al-Qur’an,” tandasnya.
















