Headline.co.id, Ende ~ Polri mengambil langkah cepat untuk membantu anak-anak yang terdampak gempa bumi di Ende, Nusa Tenggara Timur, dengan memberikan layanan trauma healing. Kegiatan ini dilakukan untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana alam tersebut. Gempa bumi yang mengguncang Ende terjadi pada tanggal 17 Agustus 2026, dengan magnitudo yang cukup besar sehingga menimbulkan kerusakan dan kepanikan di kalangan masyarakat.
Program trauma healing ini dipimpin oleh tim dari Polri yang terlatih dalam menangani situasi krisis. Mereka berfokus pada pemulihan mental anak-anak dengan menggunakan berbagai metode, termasuk permainan dan kegiatan interaktif yang dirancang untuk mengalihkan perhatian dari pengalaman traumatis. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak ini mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk pulih dari trauma,” ujar seorang perwakilan dari Polri.
Selain memberikan dukungan psikologis, Polri juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan tempat penampungan sementara disediakan untuk mendukung pemulihan komunitas yang terdampak. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat pasca-bencana.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kegiatan trauma healing ini diharapkan dapat membantu anak-anak untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. Polri berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan bantuan yang diperlukan hingga situasi di Ende kembali normal. Upaya ini menunjukkan kepedulian Polri terhadap kondisi psikologis korban bencana, terutama anak-anak yang rentan terhadap dampak jangka panjang dari trauma.














