Headline.co.id, Bekasi ~ PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan menindaklanjuti rekomendasi keselamatan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden KA Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Bekasi Timur. KAI menyampaikan sikap tersebut di Jakarta pada Kamis (1/10/2026), setelah KNKT menyelesaikan investigasi dan analisis atas insiden tersebut. Rekomendasi KNKT akan digunakan sebagai dasar evaluasi dan penyempurnaan operasional untuk mencegah kejadian serupa terulang. Pelaksanaannya dilakukan sesuai kewenangan KAI, melalui perbaikan prosedur, kesiapan sumber daya manusia, koordinasi antarpihak, dan penguatan edukasi keselamatan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perusahaan menghargai proses investigasi KNKT yang dilakukan secara independen dan komprehensif. KAI juga menyatakan siap menjalankan rekomendasi yang disampaikan sesuai tanggung jawab perusahaan.
“KAI sangat kooperatif dalam setiap proses investigasi keselamatan yang dilakukan KNKT. Kami menerima rekomendasi yang disampaikan sebagai bahan evaluasi yang harus ditindaklanjuti secara serius. Keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar,” ujar Anne dalam siaran pers PT KAI yang dikutip Kamis (1/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah KAI Selama Investigasi KNKT
Menurut KAI, investigasi keselamatan tidak hanya bertujuan mengetahui penyebab dan rangkaian kejadian. Hasil investigasi juga menjadi dasar untuk melakukan perbaikan serta mencegah terulangnya kejadian serupa.
Selama proses investigasi berlangsung, KAI telah melakukan sejumlah langkah antisipasi keselamatan. Langkah tersebut meliputi percepatan penanganan perlintasan sebidang melalui koordinasi dengan pihak terkait, pemberlakuan pembatasan operasi (BLB) di wilayah Bekasi, serta koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terkait aspek prasarana.
KNKT kemudian menyampaikan rekomendasi keselamatan berdasarkan hasil investigasi dan analisis. KAI akan menindaklanjuti rekomendasi itu melalui evaluasi serta penyempurnaan pada aspek yang menjadi kewenangan perusahaan.
Rekomendasi KNKT Diterapkan di Lapangan
Anne menegaskan evaluasi atas insiden tersebut tidak boleh berhenti pada dokumen. Menurut dia, rekomendasi KNKT harus diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang dapat diterapkan dalam operasional perkeretaapian.
“Kami tidak ingin evaluasi berhenti sebagai dokumen. Rekomendasi KNKT harus diterjemahkan menjadi perbaikan di lapangan, baik pada prosedur, kesiapan sumber daya manusia, maupun koordinasi antarpihak, termasuk edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan di perlintasan sebidang,” kata Anne Purba.
Perbaikan yang akan dilakukan KAI mencakup aspek prosedur, kesiapan petugas, koordinasi dengan pihak terkait, hingga peningkatan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan di perlintasan sebidang. KAI menyatakan langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut atas rekomendasi keselamatan yang telah disampaikan KNKT.
Pengawasan Prosedur Keselamatan Diperkuat
Selain menjalankan rekomendasi KNKT, KAI terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan prosedur keselamatan. Perusahaan juga memastikan kesiapan petugas serta mengevaluasi sistem dan proses operasional secara berkala.
Setiap temuan, menurut KAI, menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki cara kerja dan memperkuat sistem keselamatan secara berkelanjutan. Evaluasi dilakukan agar pengembangan dan penyempurnaan operasional perkeretaapian tetap menempatkan keselamatan sebagai aspek utama.
“Kami memahami bahwa di balik setiap perjalanan kereta api ada kepercayaan masyarakat yang harus kami jaga. Karena itu, setiap evaluasi harus berujung pada perbaikan. KAI berkomitmen terus belajar, memperbaiki, dan memastikan perjalanan kereta api semakin aman dan andal,” tutur Anne Purba.
KAI menyatakan akan terus menjalankan rekomendasi keselamatan sesuai kewenangan perusahaan. Perusahaan juga akan berkoordinasi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat keselamatan dalam setiap proses operasional perkeretaapian.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















