Headline.co.id, Lumajang ~ Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Lumajang mengajak seluruh pensiunan, baik laki-laki maupun perempuan, tetap aktif setelah memasuki masa purna tugas. Ajakan itu disampaikan Ketua PWRI Kabupaten Lumajang Endang Istijowati saat menghadiri senam sehat bersama PWRI se-Koordinator Wilayah (Korwil) Yosowilangun di Lapangan Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026). PWRI Lumajang mendorong para pensiunan terlibat dalam kegiatan organisasi, sosial, kesehatan, dan kemasyarakatan untuk menjaga kebugaran serta memperkuat silaturahmi.
Endang menegaskan, PWRI bukan organisasi yang hanya diperuntukkan bagi perempuan. Menurut dia, PWRI merupakan wadah bersama bagi seluruh pensiunan dari berbagai latar belakang yang telah memasuki masa purna tugas.
“PWRI bukan organisasi wanita. PWRI adalah wadah para pensiunan dan milik kita bersama. Jadi, tidak ada alasan bagi bapak-bapak untuk merasa bahwa PWRI hanya diperuntukkan bagi ibu-ibu,” ujar Endang saat kegiatan senam sehat tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
PWRI Lumajang Wadah Bersama Para Pensiunan
Endang menjelaskan, PWRI menaungi pensiunan dari berbagai unsur. Keanggotaan tersebut mencakup aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), kepala desa, hingga perangkat desa yang telah memasuki masa purna tugas.
Dengan cakupan tersebut, PWRI diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi para wredatama untuk tetap beraktivitas setelah tidak lagi menjalankan tugas kedinasan. Para pensiunan juga dapat berbagi pengalaman dan berkontribusi di tengah masyarakat melalui kegiatan yang dijalankan organisasi.
Menurut Endang, perempuan selama ini terlihat lebih aktif dalam berbagai kegiatan PWRI. Kegiatan tersebut meliputi bidang kesehatan, keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan.
Karena itu, ia mengajak lebih banyak pensiunan laki-laki untuk bergabung dan berpartisipasi dalam kegiatan PWRI. Keterlibatan yang lebih luas dinilai dapat memperkuat kebersamaan di para wredatama.
“Justru akan lebih baik apabila para bapak ikut bergabung. Kehadiran bapak-bapak akan menjadi penyeimbang dalam organisasi PWRI sekaligus memperkuat kebersamaan di para wredatama,” kata Endang.
Senam Sehat Jadi Sarana Menjaga Kebugaran
Salah satu kegiatan PWRI yang dilakukan bersama para pensiunan adalah senam sehat. Kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana pertemuan dan interaksi sesama wredatama.
Melalui kegiatan bersama, para pensiunan memiliki ruang untuk tetap aktif dan menjaga hubungan sosial. PWRI juga memberikan kesempatan bagi anggota untuk saling berkomunikasi serta memperkuat silaturahmi.
Endang menilai aktivitas organisasi dapat membantu para pensiunan tetap memiliki kegiatan setelah memasuki masa purna tugas. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mereka untuk berbagi pengalaman dan tetap berkontribusi di lingkungan masyarakat.
PWRI Sampaikan Informasi Kebutuhan Pensiunan
Selain kegiatan kebugaran dan sosial, PWRI menjadi wadah penyampaian berbagai informasi yang berkaitan dengan kebutuhan para pensiunan. Informasi tersebut lain terkait layanan kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), serta PT Taspen.
Keberadaan informasi tersebut menjadi bagian dari peran PWRI dalam mendukung para wredatama. Dengan mengikuti kegiatan organisasi, para pensiunan dapat memperoleh informasi yang berkaitan dengan kebutuhan mereka setelah memasuki masa purna tugas.
Endang berharap PWRI semakin menjadi rumah bersama bagi seluruh wredatama di Kabupaten Lumajang. Ia ingin para pensiunan dari berbagai unsur dapat memiliki ruang untuk beraktivitas, menjaga kesehatan, mempererat kebersamaan, serta berkontribusi di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut sekaligus menegaskan bahwa PWRI Lumajang terbuka bagi seluruh pensiunan tanpa membedakan latar belakang maupun jenis kelamin. Organisasi itu diharapkan terus menjadi wadah yang mempertemukan para wredatama dalam kegiatan sosial, kesehatan, keagamaan, dan kemasyarakatan.


















