Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) menginisiasi Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) untuk meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan anak. Gerakan ini diluncurkan pada Selasa (7/6/2026) di Jakarta, dengan tujuan memperkuat budaya pengasuhan kolaboratif menuju Indonesia Emas 2045.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, menegaskan bahwa GAMAS bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang mendorong kehadiran aktif ayah dalam kehidupan anak. “Kehadiran ayah sangat penting dalam membentuk karakter dan nilai kehidupan anak,” ujar Nopian.
Menurut data Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025, sekitar 25,8 persen keluarga di Indonesia mengalami kondisi fatherless, di mana figur ayah tidak hadir secara optimal. Hal ini menjadi tantangan besar dalam pengasuhan, terutama di era digital yang penuh dengan tekanan akademik dan risiko perundungan siber.
Peran Ayah dalam Pengasuhan
Nopian menjelaskan bahwa keluarga adalah lingkungan pertama dan utama yang membentuk karakter anak. “Anak belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, dan disiplin dari keluarga,” jelasnya. Oleh karena itu, kehadiran ayah dan ibu secara seimbang sangat penting untuk mendukung perkembangan anak yang sehat dan berkarakter.
Tantangan Pengasuhan di Era Digital
Perkembangan teknologi yang pesat menambah kompleksitas tantangan pengasuhan. Anak-anak kini menghadapi paparan media sosial dan risiko kesehatan mental. Dalam situasi ini, kehadiran orang tua yang mendengarkan dan memahami menjadi sangat penting.
Dukungan Seluruh Pihak
Keberhasilan GAMAS memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat. Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 juga memperkuat komitmen ini dengan mendorong keterlibatan ayah dalam kegiatan sekolah anak.
Nopian mengajak seluruh ayah untuk menjadikan GAMAS sebagai langkah awal dalam membangun kebiasaan baru dalam pengasuhan. “Jangan biarkan kesibukan mengurangi kehadiran Anda di tengah keluarga,” pungkasnya.



















