Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak finalis Abang None Jakarta Barat 2026 untuk berperan sebagai duta literasi digital. Langkah ini bertujuan untuk mempromosikan penggunaan teknologi secara bijak dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ruang digital yang aman. Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menekankan bahwa perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkarya dan menyebarkan informasi positif. Namun, pemanfaatannya harus disertai tanggung jawab, etika, dan nilai kemanusiaan.
Menurut Fifi, peran Abang None kini tidak hanya sebagai duta wisata, tetapi juga sebagai teladan dalam memanfaatkan media digital. “Peran Abang None harus melampaui batas tradisional dan menjadi contoh dalam penggunaan media digital yang bertanggung jawab,” ujar Fifi di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Ia menambahkan bahwa teknologi kecerdasan artifisial (AI) dapat digunakan untuk menghasilkan konten kreatif dan memperkenalkan budaya kepada masyarakat yang lebih luas. Namun, tantangan seperti penyebaran informasi palsu dan manipulasi konten harus dihadapi dengan bijak.
Regulasi Tata Kelola Ruang Digital
Kemkomdigi terus memperkuat tata kelola ruang digital melalui penyusunan regulasi yang mendorong inovasi sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat. Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Digital, Abdul Latief Siregar, menjelaskan bahwa Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) mulai berlaku efektif pada 2026. Regulasi ini tidak melarang anak menggunakan internet, tetapi mengatur akses terhadap media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun untuk meminimalkan risiko di ruang digital.
Kolaborasi untuk Pelindungan Anak
Latief menekankan bahwa keberhasilan pelindungan anak di ruang digital memerlukan kolaborasi pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, komunitas, dan generasi muda. Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat, Sherly Yuliana, menyatakan bahwa pembekalan mengenai literasi digital dan PP TUNAS menjadi bekal penting bagi para finalis Abang None Jakarta Barat. “Para finalis akan menjadi representasi generasi muda sekaligus penyampai informasi kepada masyarakat,” ujar Sherly.
Melalui keterlibatan finalis Abang None Jakarta Barat, Kemkomdigi dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berharap edukasi mengenai literasi digital serta pelindungan anak di ruang digital dapat menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya kalangan generasi muda.














