SK Asimilasi Dicabut, Habib Bahar Kembali Jalani Hukuman

  • Whatsapp
Habib Bahar saat dibebaskan pada Sabtu lalu. (Foto: Pool)
Habib Bahar saat dibebaskan pada Sabtu lalu. (Foto: Pool)

HeadLine.co.id (Jakarta) – Habib Bahar bin Smith kembali dipenjara karena melanggar syarat asimilasi sehingga ia harus melanjutkan proses pemindanaan di penjara. Hal ini diungkapkan oleh Reynhard Silitonga selaku Dirjen Pemasyarakatan.

“Izin asimilasi di rumah dicabut berdasarkan penilaian dari Petugas Kemasyarakatan Bapas Bogor (PK Bapas Bogor) yang melakukan pengawasan dan pembimbingan,” ucapnya pada Selasa (19/5/2020).

Read More

Baca juga: Hari Ini, Bengkulu Mulai ‘Running’ Tes PCR Mandiri! Pengambilan Sampel Swab Didominasi Tenaga Kesehatan

Reynhard melanjutkan, kesalahan Bahar bin Smith adalah pertama, tidak mengindahkan dan mengikuti bimbingan yang dilakukan oleh PK Bapas Bogor, yang memiliki kewenangan melakukan pembimbingan dan pengawasan pelaksanaan asimilasi di rumah. Selain itu, Bahar dinilai telah melakukan pelanggaran khusus saat menjalani masa asimilasi.

Baca juga: Selama 24 Hari Operasi Ketupat Berlangsung, Korlantas Polri Putar Balikkan 50.067 Kendaraan

“Melakukan beberapa tindakan yang dianggap telah menimbulkan keresahan di masyarakat, yaitu menghadiri kegiatan dan memberikan ceramah yang provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah.

Bahar juga dinilai melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam kondisi darurat COVID di Indonesia karena mengumpulkan massa (orang banyak) dalam pelaksanaan ceramahnya.

Baca juga: Setelah Lebaran, PLN Siapkan Skenario New Normal untuk Dukung Pemulihan Aktivitas Masyarakat

“Atas perbuatan tersebut, maka kepada yang bersangkutan dinyatakan telah melanggar syarat khusus asimilasi, sebagaimana diatur dalam Pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018 dan kepadanya dicabut asimilasinya dan selanjutnya diperintahkan untuk dimasukkan kembali ke dalam Lembaga pemasyarakatan untuk menjalani sisa pidananya dan sanksi lainnya sesuai ketentuan,” ujar Reynhard.

Baca juga: Senegal Kembali Beli Pesawat Buatan Indonesia untuk Ketiga Kalinya

Pencabutan SK asimilasi yang bersangkutan dilakukan oleh Kepala Lapas Cibinong, yang pada 15 Mei 2020 telah mengeluarkan SK Asimilasi Nomor W11.PAS.PAS11.PK.01.04-1473 Tahun 2020. Pencabutan SK Asimilasi dilakukan berdasarkan hasil penilaian PK Bapas Bogor yang melakukan pembimbingan dan pengawasan terhadap yang bersangkutan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *