WhatsApp Diretas dan Sebarkan Pesan Provokasi, Ravio Patra Diamankan Polisi! Tagar #bebaskanravio Puncaki Twitter

  • Whatsapp
Ravio Patra Anggota Open Government Partnership Steering Committee (OGP SC).
Ravio Patra Anggota Open Government Partnership Steering Committee (OGP SC).

HeadLine.co.id (Jakarta) – Peneliti kebijakan publik, Ravio Patra, ditangkap polisi setelah WhatsAppnya diretas. Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto.

“Saat Ravio coba menghidupkan WA, muncul tulisan ‘You’ve registered your number on another phone’, lalu dicek ke pesan masuk SMS, ada permintaan pengiriman OTP,” ujar Damar, Kamis, 23 April 2020.

Baca juga: Retno Marsudi Ungkap Jumlah Total Kasus Corona di ASEAN, 1240 Orang Meninggal

Langkah cepat diambil Damar, ia langsung melaporkan masalah ini ke pihak resmi WhatsApp, dan akhirnya oleh Head of Security WhatsApp membenarkan bahwa memang ada pembobolan nomor atas nama Ravio Patra.

Ia menjelaskan, bahwa pelaku peretasan menemukan cara mengambil alih nomor WhatsApp Ravio yang sebelumnya didaftarkan atasnamanya.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Banten Tinjau Langsung Penyemprotan Disinfektan di Lebak

Berhubung kode OTP dikirim ke nomer Ravio, kemungkinan besar peretas sudah membaca semua pesan masuk lewat nomer tersebut. WhatsApp Ravio berhasil dipulihkan setelah dua jam. Tetapi, selama waktu tersebut “pembobol” menyebarkan broadcast palsu berisi provokasi. Bunyi pesannya yakni:

‘KRISIS SUDAH SAATNYA MEMBAKAR!

‘AYO KUMPUL DAN RAMAIKAN 30 APRIL AKSI PENJARAHAN NASIONAL SERENTAK, SEMUA TOKO YG ADA DIDEKAT KITA BEBAS DIJARAH’

Baca juga: Bantuan JPS Mulai Disalurkan, Gubernur Banten: Upaya Bantu Penuhi Kebutuhan Selama Ramadhan

“Saya katakan motif penyebaran itu adalah plotting untuk menempatkan Ravio sebagai salah satu yang akan membuat kerusuhan,” kata Damar. Ia meminta Ravio untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan semua bukti agar bisa memeriksa perangkat tersebut lebih lanjut.

Kemudian, sekitar pukul 19.14 WIB, Ravio menghubungi Damar, dan mengatakan bahwa ada seseorang yang mencarinya. Damar pun langsung menginstruksikan anggota Open Government Partnership Steering Committee (OGP SC) ini untuk mematikan ponsel dan mencabut baterai, lalu pergi ke rumah aman.

Baca juga: Komplotan Napi Asimilasi Corona Kembali Beraksi Merampok Toko Elektronik di Pekanbaru

“Lebih 12 jam tidak ada kabar. Baru saja saya dapat informasi, Ravio ditangkap semalam oleh intel polisi di depan rumah aman,” ungkap Damar.

“Iya, ditangkap pada 22 April 2020 antara pukul 19.15 sampai 21.00 WIB, waktu pastinya tidak bisa ditentukan,” tandas Damar dilansir dari Tempo.co Kamis, (23/04/2020).

Baca juga: Kemenag Perpanjang Layanan Online Sertifikasi Halal Hingga 13 Mei 2020

Atas kejadian ini warganet menaikkan tagar #bebaskanravio di Twitter dan hingga siang ini tagar tersebut duduki trending topic Indonesia nomor dua dengan jumlah 6.733 tweet.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *