Headline.co.id, Yogyakarta ~ Universitas Alma Ata menggelar Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan kampus pada Rabu (27/5/2026) pagi. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut diikuti civitas akademika serta masyarakat umum sebagai bagian dari syiar Hari Raya Idul Adha dan penguatan nilai kebersamaan. Sholat Id dipimpin Imam Ust. Ahmad Rikza Albana Al-Hafidz, sementara khutbah disampaikan oleh Dr. Muh. Mustakim, M.Pd.I dengan tema “Resiliensi Dalam Beriman di Saat Ketidakpastian”. Melalui khutbah tersebut, jamaah diajak memperkuat keimanan dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pelaksanaan Sholat Idul Adha dimulai pukul 06.30 WIB di area Universitas Alma Ata. Suasana khidmat tampak sejak pagi ketika jamaah mulai memadati lokasi pelaksanaan ibadah. Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah antara civitas akademika dengan masyarakat sekitar.
Dalam khutbahnya, Dr. Muh. Mustakim menyoroti kondisi kehidupan manusia yang kerap dihadapkan pada ketidakpastian, mulai dari persoalan ekonomi, pekerjaan, pendidikan hingga masa depan keluarga. Menurutnya, Idul Adha mengajarkan pentingnya tetap teguh dalam keimanan meski situasi belum sepenuhnya jelas.
“Salah satu hal paling menakutkan dalam hidup manusia bukanlah kemiskinan atau kesulitan, tetapi ketidakpastian. Pada titik seperti inilah keimanan benar-benar diuji,” ujar Dr. Muh. Mustakim dalam khutbahnya.
Ia menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS menjadi teladan tentang keteguhan menjalani perintah Allah di tengah kondisi yang serba tidak pasti. Menurutnya, keyakinan kepada Allah menjadi pondasi utama dalam menghadapi ujian kehidupan.
“Ketika dunia tidak memberi kepastian, Allah meminta kita tetap berjalan. Nabi Ibrahim tidak tahu bagaimana Ismail akan hidup, Hajar tidak tahu dari mana air akan datang, tetapi mereka tetap taat,” katanya.
Dalam khutbah tersebut, Dr. Muh. Mustakim juga mengingatkan bahwa seorang muslim tidak boleh menggantungkan hidup sepenuhnya pada stabilitas dunia. Ia menegaskan bahwa iman harus tetap kokoh meskipun menghadapi kesulitan ekonomi maupun persoalan sosial.
“Seorang mukmin tidak menggantungkan jiwanya pada keadaan. Ia menggantungkan hatinya kepada Allah,” ucapnya.
Selain menekankan nilai ketakwaan, khutbah Idul Adha juga mengajak jamaah untuk terus memperkuat ilmu, ekonomi, persaudaraan, mental, dan hubungan spiritual kepada Allah SWT sebagai bentuk ikhtiar menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan Sholat Idul Adha di Universitas Alma Ata menjadi bagian dari agenda rutin tahunan kampus dalam menyemarakkan hari besar keagamaan Islam. Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat nilai religius, kepedulian sosial, dan semangat pengorbanan di lingkungan akademik.
Di akhir khutbahnya, Dr. Muh. Mustakim mengajak jamaah menjadikan momentum Idul Adha sebagai pengingat untuk terus berbuat baik dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
“Idul Adha mengajarkan bahwa iman bukan tentang hidup tanpa ujian, tetapi kemampuan tetap taat ketika masa depan belum terlihat jelas,” tuturnya.
Ia juga berharap semangat berkurban dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS dapat menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga pengorbanan kita di hari yang suci ini diterima Allah SWT dan menjadi jalan pembuka keberkahan bagi hidup kita,” pungkasnya.





















