Retno Marsudi Ungkap Jumlah Total Kasus Corona di ASEAN, 1240 Orang Meninggal

  • Whatsapp
Retno Marsudi hadiri World Economic Forum secara virtual. (Foto: Kemlu)
Retno Marsudi hadiri World Economic Forum secara virtual. (Foto: Kemlu)

HeadLine.co.id (Jakarta) – Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri (Menlu) mengatakan terdapat 30 ribu lebih kasus virus Corona di ASEAN hingga tanggal 22 April. Sementara itu, angka kematian di ASEAN mencapai seribu lebih. Hal ini ia ungkapkan setelah pertemuan virtual Menlu se-ASEAN dan AS pada Kamis (23/4).

“Jadi di dalam briefingnya Sekjen ASEAN menyampaikan beberapa informasi antara lain paham mengenai masalah data confirmed cases yang ASEAN. Per 22 April jumlah confirmed cases di ASEAN adalah 33.295 dengan angka kematian 1.240,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Rutin Lakukan Sosialisasi, Wujud PT KAI Transparan Soal Tiket KA

Retno menambahkan sejauh ini respons penanganan Corona di ASEAN berjalan dengan baik. Penanganan baik kerja sama bilateral maupun kerja sama kawasan.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Banten Tinjau Langsung Penyemprotan Disinfektan di Lebak

Dalam pertemuan virtual itu, Retno mengatakan AS memberi bantuan penanganan Corona senilai 35,3 USD. Bantuan disalurkan melalui WHO dan sejumlah lembaga internasional lainnya.

“Secara total bantuan yang sudah diberikan Amerika kepada kawasan jumlahnya adalah 35,3 juta (USD). Untuk Indonesia sendiri komitmen kerja sama Amerika untuk Indonesia jumlahnya lebih dari 3 juta USD yang disalurkan melalui WHO, IDDS John Hopkins University, USAID, CDC dan juga ‘mercy fox’,” ujar Retno.

Baca juga: Bantuan JPS Mulai Disalurkan, Gubernur Banten: Upaya Bantu Penuhi Kebutuhan Selama Ramadhan

Lebih lanjut Retno menyebut selain bantuan dana, ada juga bentuk dukungan lainnya seperti dukungan laboratorium dan alat pelindung diri (APD).

Baca juga: Kemenag Perpanjang Layanan Online Sertifikasi Halal Hingga 13 Mei 2020

“Bentuk dukungan atau kerja samanya antara lain dukungan untuk laboratorium, kemudian risk communication kemudian surveillance dan juga dalam bentuk penyediaan alat-alat kesehatan antara lain APD dan juga reagen,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *