Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Dalam seminar nasional bertajuk Young Leadership for Sustainable Future di Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang Selatan, Banten, Senin (25/5/2026), AHY menegaskan bahwa Indonesia harus konsisten dalam upaya dekarbonisasi untuk melindungi masa depan generasi mendatang.
Di hadapan lebih dari 4.000 mahasiswa yang memadati Auditorium Darsono, Menko AHY menguraikan berbagai tantangan global yang semakin kompleks, termasuk krisis iklim dan dinamika geopolitik yang mempengaruhi sektor energi dan pangan dunia. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam menghadapi perubahan global ini. “Kita tidak boleh hanya sekadar bertahan, kita harus menjadi bangsa yang unggul, bangsa pemenang. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus berjalan beriringan dengan pembangunan berkelanjutan yang menjaga lingkungan,” ujar AHY dengan penuh optimisme.
Menko AHY juga menyoroti pentingnya transisi menuju energi hijau dan menggarisbawahi tiga pilar utama yang harus dimiliki generasi muda dalam mengelola kekayaan alam Indonesia. Pilar tersebut adalah unggul dalam kompetensi akademik dan teknis, adaptif terhadap perubahan zaman dan teknologi, serta memiliki integritas tinggi dalam memimpin.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga memberikan apresiasi kepada Universitas Pamulang dan Yayasan Sasmita Jaya atas visi inklusivitasnya. UNPAM dinilai berhasil menjadi contoh kampus yang membuka akses pendidikan tinggi bagi keluarga sederhana, kalangan marginal, dan penyandang disabilitas. “UNPAM telah menjadi contoh nyata kampus yang membuka pintu pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa. Langkah mulia ini sangat berharga dalam mengentaskan kemiskinan,” tutur AHY.
Kunjungan Menko AHY ke Tangerang Selatan ini juga didampingi oleh jajaran staf khusus dan tenaga ahli kementerian, termasuk Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, dan Brigjen TNI Rio Neswan.






















