Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menekankan pentingnya diplomasi chip sebagai instrumen strategis Indonesia dalam menghadapi persaingan global di era kecerdasan artifisial (AI). Pernyataan ini disampaikan dalam Jakarta Geopolitical Forum yang berlangsung di Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026). Nezar menyoroti bahwa Indonesia harus memanfaatkan sumber daya mineral kritisnya untuk mendapatkan akses komputasi, transfer teknologi, dan kemitraan manufaktur guna memperkuat kapasitas nasional.
Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok teknologi global berkat cadangan mineral kritis yang dibutuhkan industri AI dan semikonduktor. “Kekayaan mineral ini adalah modal strategis agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga berperan penting dalam ekosistem AI global,” ujar Nezar.
Posisi Strategis Indonesia
Di tengah persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok dalam pengembangan AI, Nezar menilai bahwa Indonesia perlu menentukan jalur strategisnya sendiri melalui diplomasi digital. Strategi ini didukung oleh empat kekuatan utama: kepemilikan mineral kritis, pasar digital terbesar di Asia Tenggara, bonus demografi, serta kapasitas komputasi yang perlu diperkuat melalui pengembangan talenta, data, dan industri nasional.
Implementasi Strategi Diplomasi Chip
Sebagai bagian dari implementasi strategi tersebut, pemerintah memprioritaskan diplomasi chip, penguatan pasokan energi untuk pusat data, pengembangan talenta AI dan semikonduktor, penguatan kedaulatan data, serta pengembangan AI yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Indonesia. Nezar menegaskan bahwa keunggulan suatu negara di era AI tidak lagi ditentukan oleh siapa yang pertama menemukan teknologi, melainkan oleh kemampuan membangun ekosistem yang mengintegrasikan talenta, komputasi, data, dan industri.
Menuju Indonesia Emas 2045
Menutup paparannya, Nezar Patria menekankan bahwa keberhasilan Indonesia menjadi kekuatan teknologi strategis menuju Indonesia Emas 2045 bergantung pada konsistensi membangun fondasi digital secara berkelanjutan. “Keberhasilan ini bergantung pada konsistensi kita dalam membangun fondasi digital yang kuat,” pungkas Wamenkomdigi.
Dengan strategi yang tepat, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan potensi besar yang dimilikinya untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem AI global, sekaligus memperkuat posisi geopolitik digitalnya di kancah internasional.



















