Headline.co.id, Jakarta ~ Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, memberikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya atas keberhasilannya mengungkap 141 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam satu bulan terakhir. Sugeng menekankan bahwa pengungkapan kasus ini tidak hanya penting dari sisi penegakan hukum, tetapi juga memiliki dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah dan sangat bergantung pada kendaraan bermotor untuk aktivitas sehari-hari dan mencari nafkah.
“Pengungkapan 141 kasus curanmor oleh Polda Metro Jaya merupakan kinerja yang baik dan patut diapresiasi. Penanganan kasus ini memiliki dimensi sosiologis dan kriminologis yang kuat karena korbannya sebagian besar adalah masyarakat kecil,” ujar Sugeng pada Rabu (10/6/26).
Menurut catatan IPW, keberhasilan penyitaan 141 unit sepeda motor dan 15 unit mobil dalam operasi tersebut merupakan capaian yang sangat berarti bagi para korban. Bagi sebagian orang, kendaraan bermotor bukan sekadar aset, melainkan sarana utama untuk bekerja dan menopang kehidupan keluarga. “Sebagian besar pemilik sepeda motor adalah karyawan pabrik, pekerja dengan penghasilan setara UMR, atau bahkan pengemudi ojek online. Untuk memiliki kendaraan tersebut mereka sering kali harus mencicil dalam waktu yang panjang. Karena itu, kehilangan kendaraan sangat berdampak terhadap kondisi ekonomi mereka,” ungkap Sugeng.
Sugeng berharap proses pengembalian barang bukti kepada para korban dapat dilakukan secepat mungkin. Ia juga menyarankan agar aparat penegak hukum mempertimbangkan mekanisme pinjam pakai terhadap kendaraan yang menjadi alat kerja korban selama proses hukum masih berjalan. “Korban dari kalangan masyarakat bawah perlu mendapatkan perhatian khusus. Jika kendaraan tersebut merupakan alat untuk bekerja dan mencari nafkah, maka pengembalian atau mekanisme pinjam pakai patut dipertimbangkan agar mereka tetap dapat menjalankan aktivitas ekonominya,” jelas Sugeng.
Lebih lanjut, Sugeng berharap pengungkapan kasus-kasus yang menimpa masyarakat kecil terus menjadi perhatian utama aparat kepolisian. Hal ini sejalan dengan semangat Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
















