Headline.co.id, Surabaya ~ Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menekankan pentingnya meningkatkan peran perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat berkembang dan naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini diwujudkan melalui sebuah talkshow yang dihadiri sekitar 250 perempuan dari kalangan UMKM, komunitas bisnis, perguruan tinggi, dan ekosistem digital di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (29/7/2026).
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kemkomdigi, Marroli J. Indarto, menyatakan bahwa perempuan selama ini telah menjadi tulang punggung ekonomi keluarga sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan pelaku UMKM perlu terus diperkuat agar mereka mampu memperluas skala usahanya. “Perempuan adalah motor utama perekonomian masyarakat,” kata Marroli.
Namun, Marroli menyoroti bahwa meskipun jumlah pelaku UMKM perempuan besar, kesempatan mereka untuk berkembang belum setara. “Besarnya jumlah pelaku UMKM perempuan belum diikuti dengan kesempatan yang setara untuk berkembang,” ujarnya. Data nasional menunjukkan bahwa 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, yang membuktikan peran penting mereka dalam ekonomi.
Berbagai kajian tentang kewirausahaan perempuan di Indonesia menunjukkan bahwa usaha milik perempuan masih didominasi oleh skala mikro. Seiring dengan meningkatnya skala perusahaan, jumlah perempuan sebagai pemilik usaha justru semakin berkurang. Oleh karena itu, melalui penyelenggaraan talkshow ini, Kemkomdigi berupaya memperkuat kapasitas sekaligus memperluas jejaring perempuan pelaku usaha. “Kemitraan dan jaringan yang kuat akan membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan daya saing di era digital,” jelas Marroli.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif, yaitu Womanpreneur dan Influencer Ayana Jihye Moon, Founder Doesoen Roti dan The Overtee Stefani Angelia, serta Founder Namira Ecoprint Yayuk Agustin. Mereka berbagi pengalaman dalam membangun usaha, memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas pasar melalui inovasi serta kolaborasi.




















