Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Balikpapan di Kalimantan Timur sebagai kawasan percontohan untuk penerapan teknologi masa depan. Kedua wilayah ini dirancang untuk mengadopsi sistem kota pintar yang terintegrasi, termasuk kendaraan otonom, sistem energi pintar, dan layanan publik berbasis kecerdasan artifisial.
Pengembangan ini didukung oleh pendanaan internasional yang mencapai USD2,49 juta pada awal 2026 untuk perencanaan smart city. IKN diposisikan sebagai simbol kota berkelas dunia, sementara Balikpapan berperan penting sebagai gerbang utama dan penyangga digital yang harus memiliki standar layanan setara.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam membangun kota pintar bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kesiapan pengetahuan dan perubahan pola pikir para pengambil kebijakan. Data IMD World Digital Competitiveness Ranking 2025 menunjukkan bahwa Indonesia masih harus mengejar ketertinggalan dalam aspek kesiapan teknologi.
“Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital meluncurkan program Digital Leadership Academy (DLA) 2026 yang menyasar para pejabat pemerintahan di wilayah IKN dan Balikpapan,” ujar Nezar Patria saat membuka pelatihan digital, Selasa (9/6/2026).
Program ini bertujuan untuk melahirkan pemimpin digital yang unggul dalam strategi dan eksekusi yang berpusat pada kebutuhan masyarakat. Nezar menjelaskan bahwa kurikulum dirancang secara komprehensif mencakup 10 kompetensi utama yang selaras dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) level 9, atau setara dengan tingkat Chief Information Officer (CIO).
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para pemimpin dalam menghadapi tantangan digital di masa depan,” pungkas Nezar.





















