Headline.co.id, Cilacap ~ Pemerintah Kabupaten Cilacap mengajukan 534 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk memperkuat layanan dasar masyarakat. Usulan ini difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan teknis pemerintahan. Informasi ini disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana, dalam rapat koordinasi aparatur pemerintah di Kecamatan Cilacap Tengah, Jawa Tengah, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Annisa menjelaskan bahwa dari total formasi yang diusulkan, sekitar 200 formasi dialokasikan untuk tenaga pendidik, 200 untuk tenaga kesehatan, dan sisanya untuk tenaga teknis. Pengajuan ini disesuaikan dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun, dengan prinsip zero growth. “Pemerintah daerah ingin memastikan pelayanan umum dan pelayanan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Annisa.
Selain pengadaan CPNS, Pemkab Cilacap juga berupaya memenuhi kebutuhan kepala sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Annisa mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk tetap solid menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks. Menurutnya, kekompakan unsur pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan menjadi kunci agar pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal. “Kondisi saat ini memang tidak mudah, tetapi roda pemerintahan harus tetap berjalan. Karena itu, seluruh komponen harus tetap kompak, saling membantu, dan tetap semangat,” katanya.
Di sisi lain, Camat Cilacap Tengah, Agung Wibowo, mengungkapkan bahwa wilayahnya masih menghadapi persoalan kemiskinan yang cukup tinggi. Berdasarkan data hasil validasi terakhir, terdapat 13.058 kepala keluarga atau sekitar 37.193 jiwa yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5. Jumlah tersebut mencapai sekitar 37 persen dari total penduduk Kecamatan Cilacap Tengah yang sebanyak 95.872 jiwa.
Agung menjelaskan bahwa Kecamatan Cilacap Tengah memiliki sejumlah potensi ekonomi, mulai dari sektor industri, usaha mikro, kecil, dan menengah, hingga perikanan. Wilayah ini juga didukung oleh keberadaan industri besar seperti PT Pertamina RU IV dan Pertamina Patra Niaga. Meski demikian, pengembangan ekonomi masyarakat masih perlu diperkuat agar mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga.





















