Headline.co.id, Banda Aceh ~ Tim gabungan terus berupaya mencari seorang pendaki asal Kabupaten Aceh Utara yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Seulawah Agam, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Memasuki hari keempat pencarian pada Kamis (4/6/2026), pendaki bernama Faiz Hidayat (23) masih belum ditemukan.
Komandan Operasi Satuan Tugas (Satgas) SAR Pidie, M. Rizal, menyatakan bahwa delapan personel telah dikerahkan untuk membantu operasi pencarian yang dimulai sejak Senin (1/6/2026). “Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban,” ujar M. Rizal.
Tim pencarian dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyisir berbagai jalur yang diduga dilalui oleh korban. Pencarian dimulai dari titik terakhir korban terlihat hingga jalur turun gunung. Selain itu, tim juga menggunakan jalur terabas menuju puncak untuk mempersempit area pencarian. Jalur ini terhubung dengan kawasan Pintoe Angen di Gunung Seulawah. “Kami berharap upaya ini dapat segera membuahkan hasil,” katanya.
M. Rizal berharap agar pencarian yang dilakukan secara intensif dapat segera menemukan korban. “Kami berharap keberadaan korban dapat segera diketahui,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan kehilangan dari personel kepolisian pada Selasa (2/6/2026). Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Korban diketahui mendaki Gunung Seulawah bersama sejumlah rekannya. Setelah beberapa jam perjalanan, rombongan berhasil mencapai puncak gunung yang memiliki ketinggian sekitar 1.810 meter di atas permukaan laut.
Namun, saat rombongan bersiap turun dari puncak, korban tidak lagi terlihat. Rekan-rekannya sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi, tetapi tidak menemukan keberadaan korban. “Kami telah mengerahkan berbagai upaya untuk menemukan korban,” kata Ibnu Harris.
Dalam operasi pencarian ini, tim SAR memanfaatkan berbagai peralatan pendukung, termasuk drone thermal yang mampu mendeteksi suhu tubuh manusia serta anjing pelacak atau K-9. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Banda Aceh, Satgas SAR Pidie, personel kepolisian, Koramil Lembah Seulawah, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta masyarakat setempat. Pencarian terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran dan mengoptimalkan teknologi pendukung guna meningkatkan peluang menemukan korban secepatnya.






















