Headline.co.id, Sumenep ~ Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep melantik lima Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan keagamaan dan tata kelola kelembagaan hingga tingkat akar rumput. Pelantikan ini berlangsung serentak secara nasional pada Kamis, 4 Juni 2026, dan merupakan bagian dari agenda Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenag RI. Acara ini dilaksanakan secara bauran, menggabungkan mekanisme luring dan daring di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten Sumenep, prosesi pengambilan sumpah jabatan dipusatkan di Aula Al-Ikhlas Kantor Kemenag setempat. Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, beserta jajaran pejabat struktural. Lima pejabat yang dilantik untuk memimpin KUA kecamatan adalah Mohammad Sadik, Moh. Halili, Agus Fawaid, Ahsanus Zalif, dan Siti Mustaqillah.
Pelantikan ini juga menghadirkan momen istimewa dengan kehadiran Siti Mustaqillah yang mengikuti seluruh rangkaian pengambilan sumpah jabatan secara daring langsung dari Arab Saudi karena tengah menunaikan ibadah haji. Kehadirannya secara virtual menjadi simbol bahwa amanah pelayanan publik tetap berjalan meski berada jauh dari tanah air.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, menegaskan bahwa rotasi dan pelantikan jabatan ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelayanan masyarakat serta memperkuat peran KUA sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan pemerintah. “Rotasi ini adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan masyarakat,” kata Abdul Wasid.
Menurut Abdul Wasid, keberadaan KUA tidak hanya berkaitan dengan layanan pernikahan, tetapi juga menjadi ujung tombak pembinaan kehidupan keagamaan, penguatan moderasi beragama, hingga pelayanan keluarga dan masyarakat di tingkat kecamatan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan amanah jabatan. Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik menjadikan transparansi, akuntabilitas, dan inovasi sebagai fondasi utama dalam bekerja. “Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi fondasi utama,” ujarnya.
Melalui penyegaran kepemimpinan ini, Kemenag Sumenep berharap kualitas pelayanan keagamaan semakin meningkat, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam memberikan pelayanan publik yang humanis, profesional, dan mudah diakses masyarakat hingga tingkat kecamatan.



















