Headline.co.id, Batang ~ Komunitas Teater Jaten menggelar pementasan lakon “Lurung Kalabendu” karya Joko Bibit Santoso di Gedung Serbaguna Desa Kalipucang Kulon, Kabupaten Batang, Sabtu (25/7/2026) malam. Pementasan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat agar bijak dalam mengelola keuangan, terutama di tengah tekanan kebutuhan hidup dan gaya hidup hedonis yang sering kali tidak diimbangi dengan kemampuan finansial yang memadai.
Nur Rozak, sutradara pementasan ini, menyampaikan bahwa lakon tersebut mencerminkan realitas sosial saat ini, seperti jeratan pinjaman online dan kredit barang elektronik dengan uang muka rendah yang justru menjadi jebakan bagi masyarakat. “Akhirnya justru jadi jaring laba-laba yang menjebak masyarakat kecil itu sendiri. Setidaknya lewat pementasan ini, kami ingin menyampaikan pesan agar berperilakulah sesuai kadar kemampuan, jangan melebihi batas diri,” ujarnya.
Proses pementasan ini memerlukan kerja keras dan latihan intensif selama empat bulan, mengingat para pemainnya memiliki kesibukan masing-masing, seperti guru dan pelajar. “Karena pemainnya itu ada yang berprofesi guru, pelajar dan lainnya, otomatis mengalami sedikit kendala karena harus bagi waktu, latihan dan beraktivitas. Tapi alhamdulillah kami berproses selama empat bulan dan akan mementaskannya di Gedung Serbaguna Kalipucang Kulon, Auditorium UMK Kudus dan Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta,” jelas Nur Rozak.
Sabrina, salah satu pemain yang juga siswi SMA Negeri 1 Batang, merasa bangga dapat berpartisipasi dalam pementasan ini. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman ini tidak hanya mengasah kemampuan berteaternya, tetapi juga melatih kepekaan sosialnya. “Main teater itu ada keasyikan tersendiri, saya jadi lebih peka. Khusus untuk pementasan kali ini hampir empat bulan latihan, dan harus pintar bagi waktu dengan kegiatan sekolah,” terangnya.
Para pemain berharap pementasan ini dapat memuaskan penonton dan menyampaikan pesan yang ingin disampaikan. “Kami ingin penonton melihat hasil berproses selama ini dengan hasil yang memuaskan dan berbinar,” harap Sabrina. Ia juga menekankan pentingnya mencintai budaya Jawa, sesuai dengan naskah dan karakter yang dimainkan, yang seluruhnya menggunakan tata bahasa Jawa. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)



















