Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Agama menyiapkan 3.213 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa pensiun pada 2026 melalui Sosialisasi Masa Persiapan Pensiun (MPP). Kegiatan yang digelar Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenag ini berlangsung dengan menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI), PT TASPEN (Persero), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP TAPERA), dan mitra usaha. Sosialisasi tersebut membekali calon pensiunan dengan pengetahuan finansial dan nonfinansial, termasuk tata cara klaim hak pensiun serta peluang menyiapkan aktivitas produktif setelah purnabakti.
Sosialisasi MPP mengusung tema “Langkah Emas Persiapan Menuju Masa Pensiun yang Bahagia dan Sejahtera”. Kegiatan ini diikuti 2.207 ASN secara virtual dan 120 peserta secara langsung.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama memberikan informasi mengenai kesiapan menghadapi masa pensiun, mulai dari perencanaan keuangan, literasi investasi, hingga prosedur pengurusan hak pensiun. Para peserta juga memperoleh penjelasan mengenai dokumen yang perlu disiapkan agar proses klaim dapat dilakukan tepat waktu dan tanpa kendala.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Jumlah ASN Kemenag Capai 347.759 Orang
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan, setiap program yang dijalankan harus membawa kemaslahatan dan kebermanfaatan. Ia menyebut Kementerian Agama sebagai kementerian dengan jumlah pegawai terbanyak, yakni 347.759 ASN.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.213 ASN akan memasuki masa pensiun pada 2026. Menurut Kamaruddin, masa purnabakti tidak mengakhiri pengabdian ASN kepada masyarakat.
“Khidmah atau pengabdian ASN tidak mengenal batas waktu. Khususnya di Kementerian Agama, para pegawai dari berbagai agama berperan sebagai tokoh keagamaan ditengah masyarakat dan banyak terlibat dalam organisasi kemasyarakatan atau civil society. Sebab, agama adalah salah satu esensi kehidupan masyarakat Indonesia,” ujar Kamaruddin Amin.
Ia juga menilai keterlibatan sosial ASN Indonesia, khususnya pegawai Kemenag, tergolong baik. Kamaruddin menyampaikan bahwa Kemenag telah memiliki Persaudaraan Pensiunan Pegawai Kementerian Agama (PPPKA).
“Kami memiliki Persaudaraan Pensiunan Pegawai Kementerian Agama (PPPKA) yang telah kami lantik pada Juli 2026 lalu,” imbuhnya.
BSI Dorong Pembekalan UMKM bagi Calon Pensiunan
Deputy Institutional Banking Group BSI Dede Irawan Hamzah berharap kerja sama dalam sosialisasi MPP tersebut dapat menghasilkan sinergi yang memberikan manfaat bagi pegawai Kementerian Agama.
Salah satu bentuk kerja sama yang dapat dijalankan ialah pembekalan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi calon pensiunan. Program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari persiapan calon pensiunan untuk tetap produktif setelah menyelesaikan masa pengabdian sebagai ASN.
Dalam kegiatan itu, Dede juga memaparkan profil BSI sebagai bank dengan portofolio yang progresif. Sementara itu, PT TASPEN (Persero) dan BP TAPERA menyampaikan informasi mengenai tata cara klaim hak pensiun.
Informasi yang diberikan mencakup prosedur pengajuan klaim hingga dokumen persyaratan yang harus disiapkan peserta. Pemahaman mengenai tahapan tersebut diharapkan membantu calon pensiunan mengurus haknya secara tepat waktu dan tanpa kendala administrasi.
Kemenag Tekankan Literasi Keuangan dan Pelayanan Administrasi
Kepala Biro SDM Kementerian Agama Muhammad Zain mengatakan, sosialisasi MPP merupakan bentuk kepedulian Kemenag terhadap kesejahteraan dan perlindungan pegawai yang akan memasuki masa purnabakti.
“Kami sebagai bagian dari Kementerian Agama ingin pegawai memasuki masa pensiun dalam kondisi finansial yang memadai,” ungkapnya.
Zain berharap kolaborasi Kemenag dan sejumlah mitra dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai menjelang pensiun. Dengan persiapan yang baik, calon pensiunan diharapkan dapat menghadapi masa purnabakti dengan lebih tenang.
“Kami berharap kolaborasi ini menjadi langkah meningkatkan kesejahteraan pegawai menjelang pensiun, sehingga mereka dapat menghadapi masa pensiun dengan tenang,” imbuh Zain.
Selain mengikuti materi dari para narasumber, Zain mengajak peserta memperbanyak literasi keuangan dan investasi. Ia berharap informasi yang disampaikan dalam sosialisasi dapat menjadi referensi bagi ASN dalam mempersiapkan masa purnabakti.
Zain juga berpesan kepada seluruh satuan kerja, terutama unit kepegawaian, agar memberikan pelayanan dengan sepenuh hati kepada calon pensiunan. Menurutnya, para pegawai tersebut telah mengabdi kepada negara selama puluhan tahun.
Karena itu, ia mengingatkan agar calon pensiunan tidak mengalami kesulitan dalam mengurus administrasi pada penghujung masa pengabdian. (CJ)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















