Highlight Berita Kebakaran Lahan di Piyungan Hanguskan Area 2.000 Meter Persegi, Diduga akibat Puntung Rokok:
Headline.co.id, Bantul ~ Kebakaran lahan di Piyungan menghanguskan rumput kering di area seluas sekitar 2.000 meter persegi di Mutihan RT 05, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Rabu (22/7/2026) siang. Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 10.00 WIB setelah kepulan asap terlihat dari lahan kosong di samping sebuah gudang.
Warga, relawan, kepolisian, dan petugas pemadam kebakaran bergerak melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke area lain. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kebakaran tersebut diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan dan mengenai rumput kering.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah petugas Pemadam Kebakaran Pos 6 Piyungan melakukan penanganan dan pendinginan di lokasi.
Warga Melihat Kepulan Asap dari Lahan Kosong
Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, peristiwa kebakaran lahan di Piyungan pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 10.00 WIB. Kepulan asap terlihat muncul dari area di samping sebuah gudang yang berbatasan langsung dengan lahan kosong.
Sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan sumber kepulan asap tersebut. Saat dilakukan pengecekan, api diketahui telah membakar rumput kering yang berada di lahan kosong.
“Menurut keterangan para saksi, mereka melihat kepulan asap kemudian langsung menuju lokasi untuk memastikan sumbernya. Setelah dicek, api ternyata sudah membakar rumput kering di lahan kosong tersebut,” kata Rita kepada Headline.co.id.
Melihat kobaran api semakin membesar, warga bersama sejumlah saksi segera melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Pada saat bersamaan, warga juga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran agar api dapat segera dikendalikan.
Upaya pemadaman awal dilakukan untuk mencegah api menjalar ke area lain di sekitar lokasi. Proses tersebut berlangsung selama sekitar satu jam, tetapi masih ditemukan sejumlah titik api yang belum sepenuhnya padam.
“Warga bergerak cepat memadamkan api agar tidak meluas. Upaya tersebut berlangsung sekitar satu jam, namun masih terdapat beberapa titik api yang belum sepenuhnya padam sehingga membutuhkan penanganan lanjutan dari petugas Damkar,” ujarnya.
Damkar Pos 6 Piyungan Lakukan Pendinginan
Petugas Pemadam Kebakaran Pos 6 Piyungan tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 11.45 WIB. Satu unit armada pemadam yang dipimpin Agus dikerahkan untuk menangani titik-titik api yang masih menyala.
Proses pemadaman turut melibatkan personel Polsek Piyungan dan relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana atau FPRB Srimartani. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali menyala.
Rita menyampaikan bahwa seluruh titik api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 20 menit setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Penanganan cepat tersebut membuat kebakaran tidak sempat merembet ke area lain.
“Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar sehingga tidak sempat merembet ke area lain. Berkat respons cepat warga, relawan, dan petugas, situasi dapat segera dikendalikan,” jelasnya.
Lahan kosong yang terbakar diketahui merupakan milik Honggo Seno (70). Tidak ada bangunan maupun barang milik warga yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.
Polisi Dalami Dugaan Puntung Rokok Picu Kebakaran
Setelah memperoleh laporan mengenai lahan kosong terbakar, anggota piket fungsi Polsek Piyungan langsung mendatangi tempat kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat kebakaran terjadi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab kebakaran secara pasti. Identitas para saksi juga dicatat guna melengkapi pemeriksaan di lapangan.
“Anggota piket fungsi Polsek Piyungan langsung mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara serta mencatat identitas para saksi sebagai bagian dari penyelidikan awal,” terang Rita.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga bermula dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Puntung rokok tersebut diduga mengenai rumput kering hingga menimbulkan percikan api dan membakar lahan kosong.
Meski demikian, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun demikian, penyebab pastinya masih didalami berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,” ucapnya.
Polres Bantul Ingatkan Risiko Kebakaran Musim Kemarau
Rita memastikan kebakaran lahan di Piyungan tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa maupun kerugian materi. Api dapat dipadamkan sebelum menjalar dan membahayakan lingkungan di sekitar lahan.
Polres Bantul mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika kondisi rumput dan semak mengering pada musim kemarau. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok di lahan kosong atau area yang dipenuhi material mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang banyak ditumbuhi rumput kering. Sedikit percikan api saja dapat memicu kebakaran yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar,” kata Rita.
“Mari bersama-sama menjaga keselamatan dengan lebih peduli terhadap potensi kebakaran di musim kemarau,” pungkasnya.

















