Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo sedang mempersiapkan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026 yang akan digelar pada Desember 2026. Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menyatakan bahwa persiapan teknis, termasuk peninjauan rute dan lokasi acara oleh tim Bank Mandiri Pusat sebagai penyelenggara utama, telah memasuki tahap penting untuk mencapai target ambisius 10.000 peserta.
“Dua sampai tiga minggu lalu tim Bank Mandiri Pusat sudah melakukan survei. Mereka melihat langsung rute kategori 5K, 10K, dan 21K, lalu memilih satu rute terbaik dari tiga opsi yang kami tawarkan,” ujar Sultan pada Selasa (21/7/2026).
Rute yang dipilih akan melintasi wilayah Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, menawarkan pemandangan persawahan, jalanan perkotaan yang mulus, serta kawasan wisata unggulan daerah. Tim dari Bank Mandiri memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas lintasan di Gorontalo. Menurut Sultan, kondisi jalan dinilai lebih nyaman dibandingkan beberapa kota penyelenggara event lari nasional.
“Menurut mereka, jalannya relatif mulus, kalaupun ada kerusakan hanya berupa lubang kecil yang mudah diperbaiki. Sepanjang rute juga melewati kawasan persawahan, destinasi wisata, dan penerangan jalan yang memadai,” ujarnya.
Penilaian positif ini menjadi modal penting agar GHM semakin menarik bagi pelari dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan mengadakan rapat koordinasi dengan Bank Mandiri Pusat untuk mematangkan jadwal pembukaan pendaftaran dan peluncuran resmi GHM 2026. Peluncuran direncanakan berlangsung awal Agustus di Kantor Pusat Bank Mandiri, Jakarta, disertai konferensi pers.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga akan memperkenalkan atribut resmi GHM 2026, mulai dari jersey, medali finisher, hingga paket perlombaan. Seluruh desain disiapkan langsung oleh Bank Mandiri tanpa campur tangan Pemerintah Provinsi Gorontalo. “Kami masih menunggu seperti apa desain kostum, medali, dan race pack yang akan diluncurkan nanti,” kata Sultan.
Target 10 Ribu Pelari, Promosi Menyasar Luar Daerah
Jika pada penyelenggaraan sebelumnya jumlah peserta mencapai lebih dari 6.000 pelari, tahun ini target dinaikkan hampir dua kali lipat menjadi 10.000 peserta. Optimisme ini didukung oleh strategi promosi ke berbagai daerah untuk menarik pelari dari luar Gorontalo. Wilayah seperti Bolaang Mongondow Raya, Manado, Makassar, hingga Palu menjadi sasaran utama sosialisasi melalui program Road to Gorontalo Half Marathon yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September.
“Kami optimistis target 10 ribu peserta bisa tercapai. Selain mengandalkan pelari dari Gorontalo, kami juga akan gencar melakukan sosialisasi di sejumlah daerah agar semakin banyak peserta luar yang datang,” ujar Sultan.
Biaya Pendaftaran Masih Digodok
Sementara itu, mengenai biaya pendaftaran untuk nomor 5K, 10K, dan 21K, Sultan mengatakan Bank Mandiri masih melakukan pembahasan internal. Pemprov Gorontalo mengusulkan tarif tetap mengacu pada penyelenggaraan tahun lalu. Namun, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pihak penyelenggara.
“Bank Mandiri masih mempertimbangkan apakah tarifnya tetap, naik, atau turun. Tetapi menurut mereka, harga yang digunakan sebelumnya sudah berada pada kisaran yang wajar,” tutup Sultan.
Dengan rute yang telah dipastikan, persiapan yang terus dimatangkan, serta target peserta yang melonjak drastis, Gorontalo Half Marathon 2026 berpeluang menjadi salah satu festival lari terbesar di kawasan timur Indonesia. Kini, para pelari tinggal bersiap menaklukkan lintasan dan menikmati sensasi berlari di jalur yang memadukan panorama kota, hamparan sawah, dan destinasi wisata khas Gorontalo. (mcgorontaloprov/geotm)


















