Headline.co.id, Bandung ~ Hasil Piala Presiden 2026 antara DPMM FC dan Tampines Rovers tidak hanya menghasilkan skor 2-2, tetapi juga memperlihatkan perubahan momentum yang tajam sepanjang pertandingan. Duel pembuka Grup A di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu, 25 Juli 2026, dimulai dengan dominasi awal Tampines sebelum DPMM mengambil alih permainan pada babak kedua. Tampines kemudian merespons dan menyamakan kedudukan sehingga kedua tim mengakhiri laga dengan satu poin. Alur pertandingan itu menunjukkan bahwa keunggulan sementara belum cukup ketika tekanan dan konsentrasi berubah dalam waktu singkat.
Hasil Piala Presiden tersebut menjadi gambaran awal tentang kemampuan kedua tim menghadapi situasi sulit. DPMM FC mampu bangkit setelah kebobolan cepat, sementara Tampines Rovers tidak kehilangan arah ketika skor berbalik menjadi 2-1 untuk lawan.
Dari sudut persaingan, hasil Piala Presiden 2026 ini membuat kedua tim belum memiliki keunggulan poin atas satu sama lain. Mereka masih harus menghadapi Persib Bandung dan Arema FC, sehingga kualitas respons dalam pertandingan pembuka menjadi konteks penting untuk menilai langkah berikutnya tanpa menjadikannya sebagai prediksi hasil.
Gol Cepat Menguji Kesiapan DPMM FC
Tampines Rovers membuka pertandingan dengan tekanan yang efektif. Hide Higashikawa mencetak gol pada awal laga setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang DPMM FC. Keunggulan cepat memberi Tampines kesempatan mengatur ritme, sedangkan DPMM harus menata kembali organisasi permainan dalam kondisi tertinggal.
Jamie McAllister menilai timnya menghadapi tekanan kuat selama 15 hingga 20 menit pertama. Menurut pelatih DPMM FC itu, para pemain sempat mengikuti alur permainan Tampines dan akhirnya kebobolan melalui kesalahan yang seharusnya dapat dihindari.
“Pada 15 hingga 20 menit pertama mereka menekan kami dengan sangat baik dan kami sedikit terbawa alur permainan mereka hingga kebobolan gol yang buruk,” ujar McAllister. Pernyataan tersebut memperjelas bahwa masalah awal DPMM bukan sekadar skor, tetapi juga kemampuan mengendalikan tempo ketika lawan menekan.
Perubahan Momentum Terjadi Seusai Jeda
DPMM FC memperlihatkan perbaikan segera setelah babak kedua dimulai. Muhammad Azwan Ali Rahman menyamakan skor pada menit ke-47. Gol cepat seusai jeda memberi dorongan bagi DPMM untuk melanjutkan tekanan, sekaligus mengubah beban pertandingan kepada Tampines Rovers.
Pada menit ke-59, Oscar Santis mencetak gol kedua DPMM FC dan membalikkan kedudukan menjadi 2-1. Dua gol dalam rentang sekitar 12 menit menunjukkan bahwa perubahan momentum berlangsung melalui peningkatan intensitas, bukan melalui satu peluang yang berdiri sendiri.
McAllister mengapresiasi respons pemainnya setelah awal pertandingan yang sulit. Ia menilai DPMM dapat kembali mengendalikan permainan dan menciptakan tekanan setelah melewati fase awal yang dikuasai Tampines.
Tampines Rovers Tetap Menjaga Tekanan
Keunggulan DPMM tidak membuat Tampines Rovers berhenti mencari ruang. Tim asal Singapura itu kembali meningkatkan tempo dan berhasil menyamakan skor melalui Faris Ramli pada menit ke-71. Gol kapten Tampines tersebut menjadi bukti bahwa timnya mampu merespons tekanan ketika keadaan tidak lagi menguntungkan.
Setelah kedudukan 2-2, kedua tim tetap mencoba mencetak gol ketiga. Tidak ada tambahan gol hingga akhir, tetapi fase penutup memperlihatkan pertandingan yang tetap terbuka. Situasi ini sejalan dengan penilaian McAllister bahwa laga berjalan kompetitif dan menguras fisik.
“Saya pikir ini adalah pertandingan yang sangat mengandalkan fisik dan kompetitif melawan tim bagus seperti Tampines. Mereka memiliki pemain serang yang berkualitas,” kata McAllister. Penilaian tersebut juga menjelaskan mengapa DPMM tidak dapat mempertahankan keunggulan hanya dengan menurunkan tempo setelah gol kedua.
Satu Poin Membuat Persaingan Grup A Tetap Terbuka
Secara klasemen sementara, DPMM FC dan Tampines Rovers memperoleh satu poin dari pertandingan pertama. Hasil imbang tidak memberi salah satu tim keunggulan langsung, tetapi tetap bernilai karena keduanya menghindari kekalahan pada laga pembuka.
Persaingan mereka selanjutnya akan berhubungan langsung dengan hasil melawan dua klub Indonesia di Grup A. Tampines Rovers dijadwalkan menghadapi Arema FC pada Selasa, 28 Juli 2026 pukul 15.30 WIB, sedangkan DPMM FC bertemu Persib Bandung pada hari yang sama pukul 19.30 WIB.
Pada Jumat, 31 Juli 2026, DPMM FC akan berhadapan dengan Arema FC dan Tampines Rovers menghadapi Persib Bandung. Jadwal itu membuat setiap poin pada dua laga tersisa menjadi penting, tetapi bahan yang tersedia belum memberi dasar untuk memastikan tim mana yang akan lebih unggul.
Bagi DPMM, pekerjaan yang tampak dari pertandingan pertama adalah menjaga konsentrasi sejak awal dan mempertahankan keunggulan ketika momentum sudah diperoleh. Bagi Tampines, hasil ini memperlihatkan efektivitas tekanan awal sekaligus kemampuan kembali ke permainan setelah tertinggal. Kedua catatan tersebut berasal dari jalannya laga, bukan ramalan atas pertandingan selanjutnya.
















