Penting! Himbauan Gubernur DIY Bagi Para Pemudik yang Pulang ke DIY

  • Whatsapp
Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku Gubernur DIY memberikan keterangan pers di Bangsal Kepatihan Yogyakarta. (Foto: Humas Jogja)
Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku Gubernur DIY memberikan keterangan pers di Bangsal Kepatihan Yogyakarta. (Foto: Headline.co.id/Humas Jogja)

HeadLine.co.id, (Yogyakarta) – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengugkapkan tidak mempermasalahkan para perantau yang pulang ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di tengah wabah Covid-19. Akan tetapi harus disiplin untuk melakukan karantina diri serta menjaga jarak. Nantinya, para pemudik juga akan didata dan dicek kesehatannya oleh petugas.

Baca juga: Mencegah Penyebaran Covid-19, Presiden Jokowi Tekankan 4 Poin Penting! Selengkapnya Disini

Bacaan Lainnya

“Saya tidak mempersoalkan mudiknya. Yang saya persoalkan ketemu saudara dan kembali ke tempatnya kok enggak boleh. Biarkan saja. Yang penting dia bisa disiplin diri untuk tidak menularkan kalau dia positif (Covid-19),” ucap Sultan, Senin (30/3/2020), hal ini disampaikan melalui rekaman Pemda DIY.

Kebijakan ini juga berdasarkan Surat Edaran Gubernur DIY Nomor: 2/SE/III/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) dari Pendatang/Pemudik ke DIY.

Baca juga: Jokowi: Saat Ini Perlu Diterapkan Pembatasan Sosial Skala Besar

Hal ini dalam rangka menindaklanjuti penetapan status tanggap darurat bencana Covid-19 di DIY mulai tanggal 20 Maret 2020 hingga 29 Mei 2020. Berdasarkan situasi terkini, Sultan Hamengkubuwono X menghimbau khususnya kepada para pendatang atau pemudik, masyarakat DIY dan pemerintah desa agar memperhatikan hal-hal ini:

Pertama, bagi para pendatang/pemudik wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dirumah sejak hari kedatangan, menggunakan kamar terpisah dengan anggota keluarga lainnya, menggunakan masker selama isolasi diri, menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat serta menghubungi Hotline Centre Covid-19 DIY (0274-555585 atau 08112764800) atau dapat ke fasilitas kesehatan terdekat jika selama masa isolasi mandiri mengalami gejala demam, batuk, pilek dan sesak nafas.

Baca juga: Khofifah Imbau Masyarakat Supaya Tak Mudik

Kedua, masyarakat DIY wajib melaporkan kedatangan saudara atau anggota keluarganya kepada aparat pemerintah desa atau kelurahan, membatasi diri untuk tidak banyak berinteraksi dan kontak fisik dengan pendatang dan masyarakat juga wajib mengingatkan dan menegur pendatang atau pemudik yang tidak menaati himbauan.

Ketiga, pemerintah desa atau kelurahan wajib membuat posko tangguh Covid-19 serta berkoordinasi dengan pimpinan wilayah kecamatan dan apabila pemerintah pemerintah desa atau kelurahan tidak mampu melaksanakan surat edaran ini dapat berkoordinasi secara berjenjang dengan pemerintah kecamatan atau pemerintah kabupaten/kota.

Baca juga: Pendapatan Pekerja Informal Minus karena Pandemi Corona, Jokowi Perintahkan Percepat Keluarkan Insentif

Harapannya, semua pihak yang disebutkan diatas agar mematuhi kebijakan ini. Sultan juga mengatakan hal yang terpenting setelah pulangnya para pendatang/pemudik ke DIY mereka memiliki kesadaran untuk disiplin dan mau mengikuti arahan diatas tersebut.

Baca juga: PT KAI Bentuk Satgas untuk Perangi Corona

“Faktanya di Yogya sampai hari ini, tidak ada penularan Corona secara lokal. Yang ada orang Yogya keluar daerah, lalu pulang bawa virus,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *