Pendapatan Pekerja Informal Minus karena Pandemi Corona, Jokowi Perintahkan Percepat Keluarkan Insentif

  • Whatsapp
Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Negara. (Foto: KSP)
Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Negara. (Foto: KSP)

HeadLine.co.id, (Nasional) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan intruksi kepada seluruh jajaran pemerintahannya untuk segera memberikan insentif kepada pekerja sektor informal.

Menurutnya, percepatan mudik tahun ini ditengah wabah virus Corona ke kampung halaman yang dilakukan sebagian warga Jabodetabek. Karena pendapatan pekerja informal turun drastis, bahkan sampai minus.

Read More

Baca juga: PT KAI Bentuk Satgas Untuk Perangi Corona

Pendapatan merosot dikarenakan diberlakukannya situasi tanggap darurat bencana Covid-19 yang membuat beberapa kantor di Jakarta memakai kebijakan kerja dari rumah (work from home).

Dampak dari situasi ini juga membuat sebagian pusat perbelanjaan dan tempat hiburan menghentikan operasi bisnis untuk sementara waktu.

“Saya lihat, arus mudik dipercepat bukan karena faktor budaya, tapi terpaksa. Banyak pekerja informal di Jabodetabek terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun,” ungkap Jokowi dalam video conference, Senin (30/3).

Baca juga: Antisipasi Penyebaran COVID-19, PT KAI Daop 8 Surabaya Pastikan Penumpang Naik Turun Dilakukan Sterilisasi

Maka dari itu, Jokowi menilai pemberian insentif berupa jaring pengaman sosial (social safety net) dan insentif untuk sektor usaha Mikro dan Kecil (UMK) agar segera diimplementasikan. Dengan begitu, masyarakat dan pelaku usaha dapat tertolong di tengah tekanan pandemi Corona.

“Sehingga para pekerja informal, buruh harian, asongan semua bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tandas Jokowi.

Baca juga: Pasien Positif Corona di Tulungagung Dinyatakan Sembuh

Sementara itu, presiden menerima laporan kalau selama delapan hari terakhir setidaknya ada 876 armada bus antar provinsi yang membawa sekitar 14 ribu penumpang dari wilayah Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Yogyakarta. Data tersebut masih dapat bertambah karena belum termasuk angkutan moda transportasi lain, seperti kereta api, kapal, dan mobil pribadi.

“Saya minta dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk mencegah terjadinya pergerakan orang ke daerah,” tegas Jokowi.

Baca juga: Suriah Konfirmasi Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Larangan untuk tidak mudik terlebih dahulu sebenarnya sudah sering di imbau dari berbagai tokoh negara hingga gubernur. Hal ini bertujuan untuk menyurangi risiko penyebaran virus Corona. Menurut Jokowi, imbauan ini dirasa belum cukup.

“Menurut saya imbauan seperti itu belum cukup. Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk menutup rantai penyebaran virus corona,” tegas Jokowi.

Baca juga: Tito Karnavian Terbitkan Surat Edaran Terkait Percepatan Penanganan Covid 19 di Daerah

Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan penambahan jumlah kasus positif virus Corona per Minggu (29/03) totalnya menjadi 1.285 kasus. Sedangkan korban meninggal mencapai 114 orang dan 64 orang pasien yang sudah dinyatakan sembuh.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *