oleh

Kisah Heroik Petugas Medis Puskesmas Gedongtengen, Menangani Pasien Corona dengan Mantel Hujan

HeadLine.co.id. (Nasional) – Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta belakangan ini menjadi pembicaraan hangat karena aksi heroik mereka dalam menangani satu pasien positif Corona yang sebelumnya tidak diketahui status pasien tersebut.

Selain itu, kebingungan terjadi karena hasil lab swab dari Dinas Kesehatan untuk keenam orang yang melakukan penaganan kepada pasien positif Corona tak kunjung keluar.

Baca juga: Sejak WFH, Pemakaian Gas LPG Meningkat dan BBM Menurun

Tes swab merupakan pengambilan sampel spesimen lendir di saluran pernapasan yang selanjutnya akan diuji di laboratorium, hal ini akan menunjukkan apakah spesimen tersebut mengandung virus corona atau tidak.

Kepala Puskesmas Gedontengen dr Tri Kusumo menjelaskan kronologinya saat penanganan kasus pasien positif Corona. Ia bercerita bahwa enam petugas kesehatan dari Puskesmas Gedongtengen menangani kasus positif nomor 3 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tanggal 3 Maret 2020 lalu.

Baca juga: Cegah Dini Penyebaran Corona, Polres Bantul dan Relawan Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Selanjutnya, pada 14 Maret 2020, enam orang petugas kesehatan tersebut mengalami gejala ringan sampai dengan berat sehingga petugas dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY sempat mengambil data swab. Akan tetapi, hasil lab tak kunjung diterima, sampai 14 hari masa inkubasi berakhir.

“Keenamnya sempat menjalani isolasi pribadi selama 14 hari di mana dua tenaga kesehatan belum kembali bekerja sampai hari ini.” tutur Tri kepada awak media dilansir dari KRJogja.com.

Baca juga: Brimob Polda DIY Kembali Laksanakan Giat Penyemprotan Disinfektan di Sejumlah Titik di DIY

Sampai hari ini, hasil tes swab yang telah dilakukan belum tahu hasilnya, karena belum menerima apapun dari BBTKLPP DIY, dikarenakan masih antri.

“Sampai hari ini ada dua tenaga kesehatan yakni dokter dan perawat yang masih kami rumahkan. Yang perawat punya penyakit bawaan ada diabet, hipertensi dan jantung harus kami minta isolasi dulu karena hasilnya belum keluar sampai hari ini,” ujar Tri kepada awak media dilansir dari KRJogja.com Kamis (26/03).

Baca juga: Sultan HB X Imbau Warga yang ‘Mudik’ Dini ke DIY Wajib Isolasi Mandiri 14 Hari

Setelah menjalani isolasi diri, tiga petugas kesehatan yang sudah mulai membaik akhirnya dapat bekerja kembali karena Puskesmas sedang kekurangan orang, sedangkan pelayanan harus terus dilakukan. Tetapi, stigma miring harus dihadapi petugas kesehatan di Gedongtengen.

“Kami sekarang dapat stigma bahkan sesama tenaga kesehatan ketika kami minta ukur air pun kami bayar mereka tak mau menerima uangnya langsung, minta diletakkan karena takut tertular katanya. Rasanya sedih sekali,” ungkap Tri.

Baca juga: Hingga 26 Maret Virus Corona Menyebar di 27 Provinsi di Indonesia Berikut Daftarnya

Tidak sampai disitu, pada 19 Maret 2020 lalu para petugas kesehatan dari Puskesmas Gedongtengen melaksanakanc tracing kepada kasus pasien positif nomor 3 secara langsung. Sayangnya, mereka harus melakukan tugas tracing tersebut hanya dengan mengenakan alat seadanya yakni mantel hujan pribadi dikarenakan tak ada Alat Pelindung Diri (APD).

“Sekarang pelayanan kesehatan kami masih berjalan dengan tenaga seadaanya dan APD seadanya dari mantol plastik. Tapi kami siap tidak ada pasien karena memang hasil lab teman-teman semua belum keluar. Kami juga tidak mau kalau ada pasien datang ditangani tim yang belum dapat kepastian hasil, nanti malah riskan semua,” bebernya.

Baca juga: Update Terbaru Covid-19 di Indonesia Kamis 26 Maret 2020: Melonjak Menjadi 893 Kasus

Bahkan yang membuat haru, sekelompok warga yang belum diketahui siapa, memasang sebuah spanduk berisi kata-kata penyemangat didepan Puskesmas. Hal ini juga yang membuat para petugas kesehatan Puskesmas Gedongtengen tetap bersemangat melakukan pelayanannya.

“Kami merasa dikuatkan ada spanduk dari warga di depan puskesmas yang menyemangati kami. Kami benar-benar sempat bingung dan bahkan menangis karena belum ada kepastian. Sedangkan kami di barisan paling depan menangani pasien ini,” ucap dokter teladan DIY tersebut.

Komentar

News Feed