oleh

Tidak Semua Warga Bisa Ikut Rapid Test Virus Corona

HeadLine.co.id, (Jakarta) – Tidak semua warga bisa mengikuti rapid test virus Corona. Hal itu disampaikan oleh Safrizal selaku Direktur Management Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Safrizal menjelaskan bahwa rapid test virus Corona (COVID-19) masih terbatas sehingga tak semua warga bisa ikut pemeriksaan tersebut.

Baca juga: Lima Pasien Positif Corona di Jawa Timur Dinyatakan Sembuh

“Memang rapid test kita masih terbatas, bukan berarti seluruh penduduk yang tidak memiliki gejala bisa (ikut) rapid test,” ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Rabu (25/03).

Dia kemudian mengambil contoh rapid test di DKI Jakarta. Dia menjelaskan bahwa rapid test di Jakarta diutamakan untuk masyakarat yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif corona.

Baca juga: India Lock-Down 21 Hari, PM Modi: Demi Selamatkan India 21 Tahun Kedepan

“Misal DKI Jakarta yang perlu dilakukan rapid test adalah orang-orang yang masuk log list, orang-orang yang sudah kontak pasien positif,” tuturnya.

Rapid test di Jakarta juga dilakukan untuk masyarakat yang memiliki gejala COVID-19. “Kemudian masyarakat yang punya gejala ringan-sedang ini perlu ditangani di RS rujukan. Jadi pengadaan rapid test ini macam-macam, satu yang lakukan kontak dekat yang lain, yang punya gejala ringan-sedang yang lakukan rapid test,” jelas Safrizal.

Baca juga: Masa Tanggap Darurat Virus Corona, Polisi Bebaskan Denda Perpanjangan STNK dan Perpanjangan SIM

Dia pun mengimbau agar masyarakat melakukan pencegahan dengan cara social distancing. Dia meminta masyarakat melakukan aktivitas belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Hal ini perlu dilakukan agar jumlah pasien positif corona tidak bertambah.

“Karena kalau tidak disiplin, maka kegiatan pembatasan atau penyebaran dari covid 19 ini tifak efektif,” pungkas dia.

Baca juga: Cekal Penyebaran Virus Corona, Dompet Dhuafa Pasang 1000 Unit Bilik Sterilisasi Se Jabodetabek

Komentar

News Feed