Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
DaerahWisata Budaya

Menanti Tanda Tangan Gubernur, Sumbu Filosofi Siap Jadi Warisan Dunia

2587
×

Menanti Tanda Tangan Gubernur, Sumbu Filosofi Siap Jadi Warisan Dunia

Sebarkan artikel ini
Menanti Tanda Tangan Gubernur, Sumbu Filosofi Siap Jadi Warisan Dunia
Menanti Tanda Tangan Gubernur, Sumbu Filosofi Siap Jadi Warisan Dunia. Sumber By: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja.

Menanti Tanda Tangan Gubernur, Sumbu Filosofi Siap Jadi Warisan Dunia ~ Headline.co.id (Yogyakarta). Langkah bersejarah menuju penetapan sumbu filosofi sebagai warisan dunia segera mencapai babak baru dengan pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) untuk pengelolaan kawasan tersebut. Progress ini kini hanya menunggu tanda tangan dari Gubernur DIY, Hamengku Buwono X (HB X), yang diharapkan segera memberikan persetujuan dengan menandatangani Surat Keputusan (SK) yang telah diserahkan.

Baca juga: Presiden Jokowi Lanjutkan Inspeksi di IKN: Pembangunan Megaproyek Terus Bergulir

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakhsmi Pratiwi, menyatakan bahwa secara formal SK tersebut sudah ditempatkan di meja Gubernur dan tinggal menunggu persetujuan resmi. “Secara formal, SK-nya sudah di meja Pak Gubernur, sudah siap semua tinggal ditandatangani,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Kepatihan pada Rabu (1/11).

Dian menjelaskan bahwa selama menunggu tanda tangan resmi, jajaran pemerintahan telah melakukan upaya maksimal. Pertemuan intensif telah dilakukan dengan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tiga pemerintahan, yakni Pemerintah Provinsi DIY, Pemerintah Kota Jogja, dan Pemerintah Kabupaten Bantul, serta Keraton Jogja sejak awal Oktober.

Baca juga: Tragedi Pemakaman Ganda di Pasuruan: Menantu dan Janin Meregang Nyawa Akibat Pelecehan Seksual

“Pertemuan sudah dilakukan dengan seluruh Kepala OPD di tiga pemerintahan, lalu besok dengan pemerintahan Kabupaten Bantul. Jadi yang meng-handle nanti di Sekber itu sudah bertemu,” paparnya.

Dalam konteks pengelolaan sumbu filosofi ke depan, sistem satu sekretariat bersama akan diimplementasikan, diampu oleh empat unsur dan mendapatkan arahan langsung dari HB X. Setiap progres yang dicapai di kawasan tersebut akan dilaporkan secara berkala ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).

Baca juga: Gempa Kuat Guncang Nusa Tenggara Timur, Warga Panik dan Waspadai Potensi Gempa Susulan

“Dalam perjanjian kerjasama, terdapat lima sektor yang perlu diperhatikan, termasuk sektor infrastruktur, kebudayaan pariwisata, ekonomi perdagangan, perencanaan, serta ketenteraman dan ketertiban umum,” jelasnya.

Pentingnya pengelolaan lintasan filosofi ini tergambar dalam pembagian tugas dan kewenangan yang telah disepakati bersama oleh OPD masing-masing pemerintahan. “Mereka memiliki rencana manajemen yang sudah disusun. Kita sudah sering bertemu intensif untuk pembagian tugas dan kewenangan,” tambahnya.

Dengan penandatanganan SK yang tinggal menunggu, kawasan sumbu filosofi ini semakin mendekati status sebagai warisan dunia yang akan memperkaya khazanah budaya Indonesia.

Baca juga: Kejamnya Tragedi: Mertua Tega Habisi Nyawa Menantu Hamil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *