Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Daerah

Gubernur DIY: Bentrok 2 Kelompok di Tamsis Tidak Berimbas di Sektor Pariwisata

3
×

Gubernur DIY: Bentrok 2 Kelompok di Tamsis Tidak Berimbas di Sektor Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (6/4/2023). (Sumber: Kompas.com/Wisang Seto Pangaribowo)

Gubernur DIY: Bentrok 2 Kelompok di Tamsis Tidak Berimbas di Sektor Pariwisata ~ Headline.co.id (Jogja). Bentok yang terjadi di di Jalan Tamansiswa pada Minggu (4/6/2023) malam, tidak berimbas ke sektor pariwisata. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X saat menjawab pertanyaan dari wartawan pada Senin (5/6/2023).

Baca juga: Keindahan Wisata Nepal Van Java Magelang Lokasi Ganjar Gowes

Gubernur DIY menuturkan bahwa peristiwa semacam ini bisa terjadi di mana pun, bukan hanya di Yogyakarta.

“Saya kira ndak kalau berimbas (ke pariwisata) ya,” tuturnya.

“Saya kira itu di mana pun bisa terjadi. Saya nggak tahu ya persoalannya apa, kesalahpahaman atau apa. Kejadian itu kan hari berbeda ya.”

Baca juga: Tindaklanjuti Instruksi Jokowi, Kapolri Perintahkan Divisi HI Polri Usut Kasus TPPO

Sultan menambahkan, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DI Yogyakarta sudah memfasilitasi pertemuan antara dua kelompok yang bertikai.

Sementara dirinya pun telah mengimbau kepada kedua kelompok serta masyarakat untuk menjaga perdamaian dan ketertiban.

“Saya sudah mengeluarkan statement dengan paseduluran itu, dengan harapan mereka juga sama-sama warga masyarakat Jogja, harapan saya juga bisa mengerti.”

Baca juga: 17 Narapidana Terorisme di Jawa Barat Bacakan Ikrar Setia NKRI Pada Harlah Pancasila

Mengenai adanya kerusakan sejumlah barang di Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya, Sultan mengaku dirinya belum mengetahui hal itu.

“Kalau itu cagar budaya, nanti kalau pemda bisa bantu ya nggak apa-apa. Tapi saya belum tahu kalau ada kerusakan seperti itu. Ya nanti kita lihat.”

Mengutip keterangan tertulis Pemda DI Yogyakarta, Sultan menyebut Pemda DIY dan Polda DIY siap menjadi fasilitator bagi kelompok yang terlibat konflik, agar segera tuntas melalui jalur mufakat damai.

Baca juga: Keren! Ini Moment Pertama Indonesia Pesawat Terbesar di Dunia Mendarat di Bali

Sultan juga berharap warga DI Yogyakarta dapat mengawal proses menuju perdamaian, dengan tidak mudah terprovokasi terhadap berbagai isu liar dan hoaks.

“Kepada segenap komunitas Jaga Warga agar turut menjaga kondusifitas, perkuat koordinasi dengan pihak kepolisian.”

“Mari bersama-sama meresapi makna pitutur Crah Agawe Bubrah, Rukun Agawe Santosa demi kemaslahatan bersama, dengan menahan diri dari berbagai goda hasutan dan provokasi,” kata Sri Sultan.

Baca juga: Kemenristek Bangun Kampus Baru Polimarin di Bergas Semarang

Saat ini, kedua belah pihak sudah berikrar saling memaafkan. Pihak kepolisian juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai permasalahan ini.

Sultan juga mengimbau jangan sampai ada niatan untuk saling membalas dendam, karena hanya akan mengakibatkan sesuatu yang negatif.

Baca juga: Betemu Presiden di Malioboro Wisatawan Asal Surabaya ini Ungkapkan Sosok Jokowi

Ia tidak ingin, hanya karena satu kelompok, seluruh masyarakat yang bahkan tidak tahu duduk perkaranya, turut menjadi korban.

Baca juga: Gus Yasin Dorong Pesantren Mandiri Finansial dan Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *