Headline.co.id, Sleman ~ Seorang pria berinisial M.D.I. (27), warga Kujonsari, Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di teras kamar kos wilayah Daengan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pekerja proyek yang sedang beristirahat siang di sekitar lokasi. Polisi bersama tim medis dan Tim Inafis Polresta Sleman langsung melakukan pemeriksaan setelah menerima laporan dari warga. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan diduga korban mengalami persoalan pribadi sebelum kejadian.
Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H., menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tergantung di teras kamar kos menggunakan sobekan sprei.
“Peristiwa diketahui pertama kali oleh saksi berinisial S. (56), warga Saptosari, Gunungkidul, yang saat itu sedang istirahat siang di proyek samping rumah kos korban,” ujar IPTU Argo Anggoro kepada headline.co.id.
Saat berjalan di sekitar lokasi proyek, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung. Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian memanggil warga sekitar dan penghuni kos lainnya untuk memberikan pertolongan.
Dua warga Maguwoharjo, masing-masing berinisial J.L. (38) dan S.T. (41), kemudian menurunkan korban dengan memotong sobekan sprei yang digunakan korban untuk gantung diri.
“Korban sempat ditidurkan di teras kamar kos karena tubuhnya masih terasa hangat, namun setelah diperiksa diketahui sudah tidak bernapas,” jelasnya.
Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Depok Timur. Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Depok 1 serta Tim Inafis Polresta Sleman langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan Inafis, korban diperkirakan telah meninggal sekitar satu jam sebelum ditemukan. Polisi juga memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui belakangan sering mencurahkan masalah pribadi terkait hubungan asmara,” kata IPTU Argo.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Kalasan Yogyakarta guna pemeriksaan lebih lanjut.
Polresta Sleman turut mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar, baik keluarga, teman, maupun lingkungan sosial.
“Apabila mengetahui seseorang mengalami tekanan psikologis, masalah pribadi, atau menunjukkan perubahan perilaku yang mengarah pada depresi, diharapkan segera memberikan pendampingan dan dukungan serta menghubungi pihak keluarga, tenaga kesehatan, maupun layanan konseling agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.
Informasi diatas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.






















