Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bertemu dengan perwakilan US-ASEAN Business Council (USABC) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Kamis (29/10). Pertemuan tersebut membahas peluang investasi Amerika Serikat di sektor transportasi Indonesia untuk mendukung visi Presiden Prabowo mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029. Dalam pertemuan itu, Dudy memaparkan sejumlah fokus pembangunan, mulai dari modernisasi pelabuhan hingga integrasi transportasi perkotaan. Diskusi juga mencakup keselamatan, sistem logistik, moda transportasi yang lebih bersih, serta penguatan mobilitas perkotaan.
USABC merupakan organisasi yang menjembatani perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dengan pemerintah di negara-negara ASEAN untuk mendorong hubungan perdagangan dan investasi. Dalam pertemuan tersebut, Menhub Dudy menyampaikan bahwa perusahaan asal Amerika Serikat dapat berperan sebagai investor sekaligus mitra dalam pengembangan sektor transportasi di Indonesia.
“Untuk mendukung visi tersebut, kami berfokus pada modernisasi pelabuhan, pengembangan bandara, perluasan jaringan jalan dan kereta api, serta integrasi sistem transportasi perkotaan. Melalui upaya-upaya ini, kami bertujuan meningkatkan akses terhadap layanan transportasi, meningkatkan efisiensi dan keandalan, serta menjamin keselamatan dan keamanan pada seluruh moda transportasi,” ujar Menhub Dudy.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Fokus Investasi Transportasi Indonesia
Dudy mengatakan, pengalaman perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dalam teknologi, operasional, pembiayaan, serta pengembangan sumber daya manusia dapat membantu Indonesia mengatasi tantangan di sektor transportasi. Kerja sama tersebut diharapkan turut meningkatkan kualitas layanan transportasi di Indonesia.
Karena itu, pertemuan dengan USABC turut membahas sejumlah aspek yang dinilai penting dalam pengembangan transportasi. Beberapa di antaranya adalah keselamatan pada seluruh moda, sistem logistik yang lebih efisien, penggunaan moda transportasi yang lebih bersih, serta peningkatan mobilitas perkotaan.
Pemerintah juga mendorong agar kerja sama yang dibangun tidak hanya berfokus pada investasi, tetapi mencakup penguatan kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan peningkatan layanan transportasi.
Keselamatan Jadi Landasan Kemitraan
Dalam aspek keselamatan, Menhub Dudy menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi landasan setiap kemitraan di sektor transportasi. Prinsip tersebut berlaku pada sektor penerbangan, transportasi laut, transportasi darat, maupun perkeretaapian.
“Kami menyambut baik kerja sama yang dapat memperkuat pemeliharaan, inspeksi, keandalan operasional, serta keterampilan personel. Teknologi harus dapat membantu kita mengidentifikasi risiko lebih dini dan mencegah terjadinya kecelakaan,” ujar Menhub Dudy.
Menurut Dudy, kerja sama yang melibatkan teknologi dan peningkatan kapasitas personel diharapkan dapat memperkuat pemeliharaan serta inspeksi. Selain itu, kerja sama tersebut dapat mendukung keandalan operasional dan membantu mengidentifikasi risiko lebih awal.
Pembahasan keselamatan menjadi bagian dari agenda pengembangan investasi transportasi karena mencakup berbagai moda. Pemerintah membuka peluang kerja sama yang dapat memperkuat aspek operasional dan keterampilan personel di sektor tersebut.
Perkuat Logistik dan Transportasi Bersih
Selain keselamatan, Menhub Dudy menyampaikan kebutuhan Indonesia terhadap sistem logistik yang lebih efisien dan konektivitas yang lebih kuat. Kebutuhan itu dapat didukung melalui pemanfaatan perangkat digital yang meningkatkan pertukaran informasi.
Perangkat digital juga diharapkan membantu para operator mengambil keputusan yang lebih tepat. Dengan demikian, pembahasan investasi tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada dukungan teknologi untuk sistem logistik.
Adapun pengembangan moda transportasi yang lebih bersih dan mobilitas perkotaan yang lebih baik mencakup efisiensi energi, integrasi transportasi umum, serta penggunaan teknologi yang mampu mengurangi emisi.
Dudy berharap pertemuan dengan USABC dapat menghasilkan kerja sama yang membuka peluang bagi para profesional dan pelaku bisnis di Indonesia. Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu mengembangkan keahlian yang diperlukan untuk mempertahankan berbagai peningkatan sektor transportasi dari waktu ke waktu.
“Agar pertemuan ini produktif, saya mengundang setiap perusahaan mengidentifikasi bidang kerja sama yang paling menjanjikan, tantangan yang ingin diatasi, serta langkah selanjutnya yang diperlukan untuk menindaklanjutinya,” kata Menhub Dudy.
Bagian dari Misi Bisnis USABC 2026
Pertemuan Menhub Dudy dengan USABC merupakan rangkaian dari US-ASEAN Business Council’s 2026 Indonesia Business Mission. Kegiatan tersebut dihadiri pejabat pimpinan madya dan pratama di lingkungan Kementerian Perhubungan serta perwakilan operator transportasi.
Delegasi USABC dipimpin H.E. Ambassador Brian McFeeters. Delegasi itu turut didampingi perwakilan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, di antaranya Meta, Apple, PepsiCo Indonesia, UPS, hingga Lubrizol.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















