Headline.co.id ~ Polda Kepri mengamankan 18 orang dalam operasi pemulihan kawasan peredaran narkoba di Kampung Madani, Simpang Dam Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk, Batam, Senin (26/10/2026). Operasi tersebut dilakukan karena lokasi itu terindikasi disalahgunakan sebagai tempat peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Dari 18 orang yang diamankan, 17 orang dinyatakan positif mengandung zat yang terindikasi narkotika atau zat psikoaktif berdasarkan hasil tes urine. Petugas juga menyita satu paket sabu, senjata tajam, alat isap sabu, telepon genggam, serta sejumlah barang lain dari lokasi.
Operasi Polda Kepri di Kampung Madani Batam melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri, Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Bidang Propam, Bidang Humas, serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau.
17 Orang Positif Berdasarkan Tes Urine
Kepala Subdirektorat 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri Komisaris Polisi Fauzan Afifi mengatakan, 18 orang tersebut diamankan karena terindikasi terlibat dalam aktivitas peredaran atau penyalahgunaan narkotika.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memulihkan kembali kawasan peredaran narkoba yang disalahgunakan sebagai tempat peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” kata Fauzan, Senin (26/10).
Berdasarkan pemeriksaan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kepri, sebanyak 17 orang memperoleh hasil tes urine positif mengandung zat yang terindikasi narkotika atau zat psikoaktif. Sementara itu, satu orang lainnya dinyatakan negatif.
Fauzan mengatakan, hasil tes urine tersebut menjadi bagian dari proses penanganan dan pendalaman lebih lanjut.
“Hasil tes urine tersebut menjadi bagian dari proses penanganan dan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.
Kepolisian menegaskan, hasil tes urine positif tidak serta-merta membuktikan seseorang terlibat dalam peredaran narkotika. Hingga saat ini, kepolisian juga belum merinci status hukum masing-masing orang yang diamankan dalam operasi tersebut.
Barang yang Disita dari Lokasi
Selain mengamankan 18 orang, petugas menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas di lokasi Kampung Madani. Barang-barang tersebut terdiri atas satu paket sabu, dua bilah senjata tajam, satu alat isap sabu atau bong, enam telepon genggam, satu gunting, beberapa pipet, dan satu sepeda motor.
Barang-barang itu turut menjadi bagian dari penanganan dan pendalaman kepolisian setelah operasi dilakukan. Namun, bahan keterangan yang disampaikan kepolisian belum merinci kaitan masing-masing barang dengan orang-orang yang diamankan maupun status hukum mereka.
Bagian dari Program Pemulihan Kawasan Narkoba
Kepala Bidang Humas Polda Kepri Komisaris Besar Nona Pricillia Ohei menyatakan, operasi tersebut merupakan bagian dari program pemulihan kawasan narkoba dalam Quick Wins Nomor 2 Program Prioritas Kapolri.
Program itu juga diarahkan untuk mendukung pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika atau P4GN. Menurut kepolisian, pemulihan kawasan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan langkah pencegahan dan keterlibatan masyarakat.
Kolaborasi Polri, BNN, dan warga diharapkan dapat menekan peredaran narkotika sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan produktif. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan kawasan yang sebelumnya disalahgunakan untuk aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Polisi Buka Layanan Pengaduan 24 Jam
Polda Kepri mengimbau masyarakat agar berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga dapat menyampaikan informasi atau pengaduan terkait gangguan keamanan maupun aktivitas narkotika melalui layanan kepolisian 110.
Layanan 110 tersedia selama 24 jam dan dapat diakses tanpa biaya. Kepolisian berharap keterlibatan warga dapat mendukung upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Kepulauan Riau.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















