Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong penguatan pelatihan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) bagi anak muda di Indonesia Timur. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, mendukung pengembangan usaha, serta menyiapkan talenta digital yang mampu mengikuti perubahan teknologi. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan hal itu dalam diskusi bersama pegawai Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026).
Nezar menilai Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia (BBLSDM) Komdigi Makassar memiliki peran strategis dalam memperluas keterampilan AI dan teknologi digital bagi masyarakat di kawasan Indonesia Timur. Menurut dia, pelatihan tersebut penting untuk menjawab kebutuhan dunia kerja, pemerintahan, dan pelaku usaha yang terus berhadapan dengan perkembangan teknologi.
“Buat kaum muda, kita jangan takut dengan teknologi ini. Kita kuasai, kita jadikan AI sebagai pendamping, sebagai alat, sebagai mitra untuk mengerjakan tugas-tugas ataupun proyek-proyek yang sedang kita tekuni. Dengan bantuan AI, hasilnya akan lebih optimal,” ujar Nezar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pelatihan AI untuk Tutup Kesenjangan Talenta Digital
Nezar mengatakan Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan talenta digital di Indonesia Timur. Karena itu, BBLSDM Komdigi Makassar didorong memperluas jangkauan pelatihan agar semakin banyak anak muda memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan teknologi.
Perluasan pelatihan tersebut juga ditujukan untuk mengurangi kesenjangan keterampilan digital. Anak muda di Indonesia Timur diharapkan tidak hanya mengenal teknologi baru, tetapi juga mampu mengadopsinya pada sektor yang mereka geluti.
“Kita perlu menutup gap talenta digital yang ada dengan melatih lebih banyak anak muda di Indonesia Timur dengan keterampilan digital, teknologi baru, dan mengajak mereka untuk mengadopsi teknologi ini di sektor-sektor tempat mereka bergerak,” jelasnya.
Menurut Nezar, penguatan keterampilan digital tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor usaha. Kemampuan menggunakan teknologi, termasuk AI, diharapkan menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi terhadap perubahan.
AI Didorong untuk Dukung Produktivitas UMKM
Selain menyasar anak muda, penguatan kapasitas digital juga diarahkan untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengadopsi teknologi. Pemanfaatan AI dan teknologi digital diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas serta perkembangan usaha.
Nezar menekankan, pelatihan yang diselenggarakan oleh balai pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan. Program tersebut juga harus memberikan dampak terhadap ekosistem digital di Indonesia Timur, termasuk bagi UMKM yang sedang mencoba memanfaatkan teknologi.
“Kita juga membantu banyak UMKM yang mencoba mengadopsi teknologi digital. Intinya, bagaimana balai pelatihan yang sudah cukup berpengalaman ini bisa semakin kuat dan semakin berdampak bagi ekosistem digital yang ada di Indonesia Timur,” ungkap Nezar.
Ia menilai pengalaman balai pelatihan menjadi modal untuk memperkuat kontribusi lembaga tersebut dalam pengembangan talenta dan ekosistem digital. Dengan peran itu, pelatihan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak muda sekaligus mendukung pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan usaha.
Nezar Ingatkan AI Harus Tetap Dikendalikan Manusia
Nezar mengingatkan bahwa perkembangan AI berlangsung sangat cepat. Perkembangan itu mencakup AI generatif, AI agent, hingga agentic AI yang dapat menjalankan berbagai tugas secara otonom.
Dinamika tersebut, kata dia, menuntut generasi muda untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan. Teknologi AI tidak berhenti pada satu bentuk karena inovasi baru terus bermunculan setelah teknologi sebelumnya mulai diadopsi.
“Gelombang teknologi baru artificial intelligence atau kecerdasan artifisial ini memang luar biasa, sangat dinamis, dan hampir setiap hari kita mendengar berita tentang AI dan inovasi baru. Perkembangannya betul-betul mengejutkan banyak orang. Teknologi ini tidak pernah berhenti pada satu bentuk. Begitu satu teknologi diadopsi, muncul inovasi-inovasi yang lain,” paparnya.
Meski membuka peluang untuk meningkatkan produktivitas, Nezar menegaskan bahwa manusia harus tetap menjadi pusat kendali dalam pemanfaatan AI. Teknologi tersebut perlu ditempatkan sebagai alat bantu untuk mendukung pekerjaan, bukan sebagai pihak yang mengambil alih kendali manusia.
“Jangan jadikan AI itu sebagai tuan kita, jadikan dia sebagai pekerja kita. Kita tetap ada di pusatnya, jadi human in the center atau human in the loop itu yang paling penting. Untuk itu, kuasai teknologinya,” tegasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















