Headline.co.id, Jakarta ~ Kapten sekaligus striker andalan Timnas Iran, Mehdi Taremi, mengungkapkan kegelisahannya menjelang laga Iran vs Selandia Baru pada pertandingan pembuka Grup G Piala Dunia 2026. Menurut Taremi, ketegangan yang menyelimuti perjalanan Iran menuju turnamen telah mengurangi nuansa kegembiraan yang selama ini identik dengan ajang sepak bola terbesar di dunia.
Duel Iran vs Selandia Baru dijadwalkan berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, California, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) pukul 08.00 WIB. Di tengah sorotan terhadap persiapan Team Melli yang penuh tantangan, Taremi menegaskan bahwa skuad Iran tetap datang dengan satu tujuan, yakni bermain sepak bola dan membawa kebahagiaan bagi rakyat Iran.
Pernyataan Taremi muncul sehari sebelum laga perdana Iran di Piala Dunia 2026, ketika perhatian publik tidak hanya tertuju pada persiapan teknis pertandingan, tetapi juga situasi di luar lapangan yang turut memengaruhi perjalanan tim.
Taremi: Ketegangan Merusak Pesan Perdamaian Piala Dunia
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Taremi mengaku merasakan atmosfer berbeda dibandingkan pengalaman tampil pada edisi Piala Dunia sebelumnya.
“Kami tidak mendapatkan pengalaman indah yang selalu kita bicarakan, kedamaian, kegembiraan itu,” ujar Taremi.
Ia menilai berbagai ketegangan yang terjadi menjelang turnamen telah mengubah suasana yang seharusnya menjadi perayaan sepak bola dunia.
“Sensasi yang biasa dirasakan orang-orang saat menyambut Piala Dunia, saya rasa kali ini berbeda. Ketegangan semacam ini merusak kegembiraan itu. Ini merusak pesan yang ingin disampaikan FIFA,” kata Taremi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran menjalani persiapan yang tidak sepenuhnya berjalan mulus akibat berbagai kendala logistik dan administrasi.
Iran Datang dengan Tantangan di Luar Lapangan
Persiapan Iran menuju Piala Dunia 2026 sempat terganggu oleh berbagai persoalan yang terjadi di luar sepak bola.
Team Melli harus memindahkan basis pemusatan latihan ke Tijuana, Meksiko, sebelum melakukan perjalanan menuju Amerika Serikat untuk melakoni laga fase grup. Selain itu, sejumlah anggota federasi dilaporkan mengalami kendala terkait izin masuk.
Meski demikian, Taremi menegaskan bahwa para pemain tetap berusaha menjaga fokus.
“Saya merasakan ketegangan sejak pertama kali kami tiba di Piala Dunia ini. Dalam turnamen apa pun, ketika ada ketegangan, kami tidak akan mendapatkan pengalaman indah yang selalu identik dengan kedamaian dan kegembiraan,” ujarnya.
Bermain untuk Seluruh Rakyat Iran
Di tengah potensi demonstrasi dari sebagian diaspora Iran di Los Angeles, Taremi menegaskan bahwa tim nasional hadir bukan untuk mewakili kelompok tertentu.
Ia menyebut sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai perbedaan.
“Kami menghormati semua orang Iran, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri,” tutur Taremi.
“Kami di sini untuk bermain sepak bola, dan sepak bola selalu bisa menyatukan semua golongan,” lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa para pemain ingin fokus pada pertandingan dan memberikan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Iran.
Amir Ghalenoei Minta Fokus ke Sepak Bola
Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, juga mengakui perjalanan timnya menuju turnamen kali ini penuh tantangan.
Namun, ia percaya pengalaman menghadapi tekanan selama proses kualifikasi dapat menjadi modal penting bagi anak asuhnya.
“Kami telah melewati banyak tantangan selama proses kualifikasi,” ujar Ghalenoei.
Ia meminta para pemain tetap profesional dan menjadikan pertandingan melawan Selandia Baru sebagai momentum pembuktian di atas lapangan.
Iran vs Selandia Baru Jadi Ujian Mental Team Melli
Laga melawan Selandia Baru bukan sekadar perebutan tiga poin bagi Iran.
Pertandingan ini menjadi ujian mental pertama bagi Team Melli untuk membuktikan bahwa berbagai situasi di luar lapangan tidak memengaruhi performa mereka.
Secara kualitas, Iran lebih diunggulkan dengan status peringkat ke-20 FIFA, jauh di atas Selandia Baru yang berada di posisi ke-85 dunia.
Di lini depan, Iran masih mengandalkan ketajaman Mehdi Taremi yang telah mengoleksi puluhan gol internasional. Sementara Selandia Baru berharap pada pengalaman Chris Wood untuk menciptakan kejutan.
Taremi Berkelakar di Akhir Konferensi Pers
Menariknya, Taremi menutup sesi konferensi pers dengan nada bercanda.
Ia menyadari bahwa sebagian besar pertanyaan yang diterimanya lebih banyak membahas situasi di luar sepak bola dibanding pertandingan menghadapi Selandia Baru.
“Tidak ada yang menanyakan pertanyaan seputar sepak bola,” ucap Taremi sambil tersenyum.
“Kami sangat menghormati Selandia Baru, dan kami berharap ini akan menjadi pertandingan yang baik,” pungkasnya.
Dengan segala dinamika yang mengiringi perjalanan mereka, Iran kini bersiap memulai perjuangan di Piala Dunia 2026. Bagi Mehdi Taremi dan rekan-rekannya, pertandingan melawan Selandia Baru bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan bahwa sepak bola tetap mampu menghadirkan persatuan di tengah berbagai ketegangan yang terjadi di luar lapangan.























