Headline.co.id, Jakarta ~ Film animasi “Garuda di Dadaku” mendapat apresiasi karena dinilai mampu menyampaikan pesan pendidikan karakter yang relevan bagi generasi muda Indonesia. Film ini mengisahkan perjuangan seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola, menekankan pentingnya kerja sama, kolaborasi, dan semangat pantang menyerah. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menilai bahwa nilai kebersamaan yang diangkat dalam film ini merupakan pesan penting di tengah tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.
Erick Thohir menyatakan bahwa keberhasilan dalam olahraga maupun kehidupan tidak dapat dicapai hanya melalui kemampuan individu. Kesuksesan membutuhkan kerja sama yang kuat dan kemampuan berkolaborasi dengan orang lain. “Tidak mungkin sebuah cerita sukses tim terjadi karena aksi individu. Prestasi lahir dari kebersamaan dan kolaborasi,” ujar Erick saat menghadiri pemutaran khusus film animasi “Garuda di Dadaku” di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Ia menambahkan bahwa film ini dapat menjadi sarana edukasi yang menarik bagi anak-anak dan remaja untuk memahami pentingnya membangun solidaritas serta menghargai peran setiap anggota tim dalam mencapai tujuan bersama. Tema sepak bola yang menjadi latar cerita dinilai semakin relevan karena olahraga tersebut sangat bergantung pada kekompakan dan kerja sama antarpemain.
Selain mengangkat nilai sportivitas, film ini juga menyampaikan pesan tentang ketekunan dalam menghadapi keterbatasan. Tokoh utama bernama Putra digambarkan tetap berjuang mengejar impiannya menjadi pesepak bola meski hidup dengan kondisi asma. Kisah tersebut menunjukkan bahwa hambatan fisik tidak harus menjadi penghalang untuk meraih cita-cita selama dibarengi dengan kemauan kuat, disiplin, dan dukungan lingkungan yang positif.
Erick menilai momentum peluncuran film tersebut juga tepat karena bertepatan dengan meningkatnya perhatian publik terhadap sepak bola nasional dan penyelenggaraan berbagai agenda internasional sepanjang tahun 2026. Film animasi hasil kolaborasi BASE Entertainment dan KAWI Animation ini merupakan kelanjutan dari film “Garuda di Dadaku” yang pertama kali hadir dalam format layar lebar pada 2009. Produksi animasi tersebut melibatkan sekitar 500 animator dari berbagai daerah di Indonesia dan dikerjakan selama tiga tahun.
Kehadiran film ini sekaligus menunjukkan perkembangan industri kreatif nasional yang semakin mampu menghasilkan karya animasi berkualitas dengan muatan nilai-nilai kebangsaan, pendidikan karakter, dan semangat olahraga. Melalui pendekatan hiburan yang dekat dengan anak-anak, film animasi dinilai dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh, berempati, dan mampu bekerja sama untuk mencapai prestasi.




















