Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita

Skandal Beras Fortifikasi, Bapanas Perkirakan Potensi Kerugian Konsumen Capai Rp89 Triliun

Saddam by Saddam
1 hour ago
in Berita
Reading Time: 7 mins read
410 13
A A
0
Bapanas Perintahkan Penghentian Produksi dan Penarikan Beras

Bapanas Perintahkan Penghentian Produksi dan Penarikan Beras (Dok Foto Metrotvnews.com)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkirakan potensi kerugian konsumen akibat dugaan penyimpangan perdagangan beras fortifikasi di Indonesia mencapai Rp89 triliun. Estimasi tersebut diungkap Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Brigadir Jenderal Polisi Hermawan, menyusul temuan ketidaksesuaian mutu dan kandungan gizi sejumlah produk yang disampaikan dalam pengungkapan kasus di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Dugaan kerugian muncul karena beras yang diklaim telah diperkaya vitamin dan mineral dijual dengan harga jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan biaya penambahan zat gizinya. Bapanas menghitung potensi kerugian secara nasional dengan mempertimbangkan harga penjualan, jumlah penduduk, serta produk yang beredar di masyarakat.

Contents

    • 0.1. Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ikut Blok Militer Mana Pun
    • 0.2. Hari Santri Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Santri Menuju Indonesia Emas 2045
  • 1. Bapanas Ungkap Perhitungan Potensi Kerugian Rp89 Triliun
  • 2. Harga Beras Fortifikasi Tembus Rp57 Ribu per Kilogram
  • 3. Lima Merek Beras Fortifikasi Disidik Bareskrim
  • 4. Polisi Sita 6,4 Ton Beras dan Mesin Produksi
  • 5. Bapanas Temukan 25 Merek Tak Penuhi Standar
  • 6. Bapanas Perintahkan Penghentian Produksi dan Penarikan Beras

Dugaan penyimpangan harga beras fortifikasi tersebut menjadi sorotan setelah Bapanas menemukan produk yang dipasarkan dengan harga Rp23.000 hingga Rp57.000 per kilogram. Padahal, berdasarkan perhitungan ahli yang disampaikan Bapanas, beras medium seharga Rp13.500 per kilogram hanya memerlukan tambahan biaya sekitar Rp1.000 untuk proses fortifikasi sehingga perkiraan harganya menjadi Rp14.500 per kilogram.

You might also like

Berita Terkini

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ikut Blok Militer Mana Pun

22 October 2026
Hari Santri 2026 Peringatan Ke-12

Hari Santri Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Santri Menuju Indonesia Emas 2045

22 October 2026

Selain persoalan harga, kasus beras fortifikasi juga mengungkap masalah kesesuaian kualitas produk dengan informasi pada kemasan. Dari 27 merek yang diperiksa Bapanas, sebanyak 25 merek ditemukan tidak memenuhi standar. Temuan tersebut turut menjadi dasar penanganan terhadap produk bermasalah, sementara lima merek produksi PT DTA kini menjadi objek penyidikan Bareskrim Polri.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Bapanas Ungkap Perhitungan Potensi Kerugian Rp89 Triliun

Hermawan menjelaskan bahwa estimasi potensi kerugian konsumen dihitung berdasarkan kondisi perdagangan beras fortifikasi secara nasional.

Salah satu dasar perhitungannya adalah harga rata-rata produk yang mencapai Rp23.000 per kilogram, kemudian dikaitkan dengan jumlah penduduk serta barang yang beredar.

“Keuntungan ini estimasinya sekian. Setelah dihitung secara nasional, secara nasional karena kita ambil rata-rata 23.000 keuntungan, itu dihitung secara nasional dengan jumlah penduduk dan barang yang beredar itu sekitar Rp89 triliun,” kata Hermawan sebagaimana dikutip Kamis (22/10/2026).

Menurut Hermawan, persoalan muncul ketika beras medium atau premium dipasarkan dengan klaim sebagai beras fortifikasi, tetapi harga jualnya jauh melampaui perkiraan tambahan biaya untuk memperkaya kandungan gizi.

Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya vitamin atau mineral melalui penambahan kernel khusus. Dalam proses yang dijelaskan Bapanas, satu persen kernel fortifikasi dicampurkan dengan 99 persen beras untuk menghasilkan produk dengan kandungan gizi tambahan.

Hermawan menyebut ahli yang dimintai keterangan Bapanas memperkirakan penambahan kernel tersebut hanya memerlukan biaya sekitar Rp1.000 per kilogram.

“Dari situ saja sudah terlihat bahwa medium dengan harga Rp13.500 seharusnya ditambahkan yang 1% kernel tadi untuk melengkapi 99% beras untuk jadi beras fortifikasi jadi 100%, itu seharusnya kita sudah panggil ahli di Bapanas, ahli itu mengatakan harusnya menambah Rp1.000 saja untuk 1%-nya tadi untuk menambahkan vitamin,” ujarnya.

Dengan perhitungan itu, Bapanas memperkirakan harga beras setelah proses fortifikasi mencapai Rp14.500 per kilogram. Namun, harga yang ditemukan di lapangan disebut jauh lebih tinggi.

Harga Beras Fortifikasi Tembus Rp57 Ribu per Kilogram

Perbedaan antara perkiraan biaya fortifikasi dan harga jual di pasaran menjadi salah satu persoalan utama yang disoroti Bapanas.

Hermawan mengungkapkan bahwa produk yang ditemukan di lapangan dipasarkan dengan harga mulai Rp23.000 hingga Rp57.000 per kilogram.

“Artinya dengan beras medium yang dia jual, yang dia klaim premium, harusnya Rp13.500 tambah Rp1.000, itu harusnya jualannya Rp14.500. Tetapi fakta yang didapat di lapangan, harganya rata-rata Rp23.000 sampai Rp57.000. Jadi keuntungannya besar sekali,” tuturnya.

Berdasarkan angka tersebut, terdapat selisih antara Rp8.500 hingga Rp42.500 per kilogram jika dibandingkan dengan perkiraan harga Rp14.500 yang disampaikan Bapanas.

Meski demikian, selisih harga tersebut tidak serta-merta dapat dinyatakan sebagai keuntungan bersih produsen karena perhitungan itu belum mencakup seluruh komponen biaya perdagangan dan distribusi.

Begitu pula dengan angka Rp89 triliun yang disampaikan Bapanas. Nilai tersebut masih merupakan estimasi potensi kerugian secara nasional, bukan jumlah kerugian yang telah dipastikan melalui proses hukum.

Temuan harga ini memperkuat perhatian Bapanas terhadap praktik perdagangan produk pangan yang menggunakan klaim kandungan gizi sebagai bagian dari nilai jualnya.

Lima Merek Beras Fortifikasi Disidik Bareskrim

Di tengah sorotan terhadap dugaan penyimpangan harga, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri tengah menyidik dugaan pelanggaran perlindungan konsumen dalam produksi dan perdagangan lima merek beras fortifikasi.

Kelima merek tersebut adalah Idola Hijau Fortifikasi, Idola Merah Fortifikasi, Raja Lele, Cantik Manis, dan Wijaya Kusuma.

Seluruh merek yang menjadi objek penyidikan tersebut diproduksi oleh PT DTA.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Suhasto, menjelaskan bahwa pengujian laboratorium dilakukan terhadap sampel yang diambil petugas Bapanas bersertifikasi.

“Jadi, kelima merek tersebut dilakukan pengambilan sampel oleh petugas pengambil contoh dari Bapanas (Badan Pangan Nasional) RI yang telah memiliki sertifikasi dan dilakukan pengujian laboratorium dengan hasil bahwa kelima merek tersebut mutu dan kandungan gizinya ini tidak sesuai dengan label pada kemasan,” kata Suhasto dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2026).

Atas temuan tersebut, Bapanas melaporkan dugaan pelanggaran kepada Bareskrim Polri.

Penyidik kemudian meningkatkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan setelah menemukan sedikitnya dua alat bukti.

Dalam proses pengusutan, polisi telah memeriksa 12 saksi, termasuk pihak Bapanas sebagai pelapor, Direktur PT DTA, dan Kepala Produksi PT DTA.

Polisi Sita 6,4 Ton Beras dan Mesin Produksi

Penanganan dugaan pelanggaran perlindungan konsumen tersebut juga disertai penyitaan sejumlah barang bukti.

Bareskrim Polri bersama Satuan Tugas Pangan menyita sebanyak 1.194 kemasan beras dengan total berat mencapai 6.405 kilogram atau sekitar 6,4 ton.

Nilai beras yang disita diperkirakan mencapai Rp155,29 juta.

Selain produk beras, polisi menyita satu lini mesin penggilingan dan produksi beras atau rice milling unit yang diperkirakan bernilai Rp1 miliar.

Meski barang bukti telah diamankan dan perkara telah memasuki tahap penyidikan, polisi belum menetapkan tersangka.

“Ini untuk penetapan tersangka belum, belum,” ujar Suhasto.

Ia mengatakan penyidik masih mendalami perkara berdasarkan alat bukti serta keterangan ahli yang telah diperoleh.

Suhasto juga menyebut penanganan perkara tersebut baru berjalan sekitar tiga hari ketika kasus diungkap kepada publik.

Bapanas Temukan 25 Merek Tak Penuhi Standar

Persoalan perdagangan beras fortifikasi tidak hanya berkaitan dengan dugaan keuntungan berlebihan, tetapi juga kesesuaian kandungan gizi produk.

Bapanas mengungkapkan bahwa 25 dari 27 merek beras fortifikasi yang diperiksa tidak memenuhi standar.

Salah satu temuan laboratorium menunjukkan kandungan mineral zinc yang melebihi ketentuan.

“Hasil pemeriksaan lab itu khusus zinc, itu melebihi 120 persen. Sedangkan batas normalnya harusnya hanya 40 miligram zinc yang harus dikonsumsi oleh manusia normal per hari,” ujar Hermawan di Mabes Polri, Rabu (21/10/2026).

Hermawan menjelaskan bahwa konsumsi zinc secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama jika dosis yang dikonsumsi tinggi.

Dalam jangka pendek, dampak yang dapat muncul meliputi mual, muntah, sakit perut, diare, dan pusing.

Sementara itu, konsumsi zinc dosis tinggi secara terus-menerus berpotensi menghambat penyerapan tembaga dalam tubuh, yang dapat menyebabkan anemia hingga gangguan saraf.

Risiko kesehatan tersebut berkaitan dengan paparan zinc berlebihan dan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh produk yang diperiksa telah menyebabkan gangguan kesehatan pada konsumen.

Bapanas Perintahkan Penghentian Produksi dan Penarikan Beras

Sebagai tindak lanjut atas temuan produk yang tidak memenuhi standar, Bapanas telah mengeluarkan perintah penanganan terhadap beras fortifikasi bermasalah.

Langkah yang diperintahkan mencakup penghentian produksi, penarikan produk dari peredaran, serta pencabutan izin yang berkaitan dengan pelanggaran.

“Kita memerintahkan juga dalam surat dari Bapanas ke Deputi 3, isinya bahwa selain mencabut izin juga menarik dari peredaran. Dan yang ketiga adalah menghentikan produksi. Itu yang kita kirim surat ke daerah,” ujar Hermawan.

Sementara itu, Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi Adrimurlan Chaniago, menyampaikan bahwa pengungkapan dugaan pelanggaran tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian melindungi masyarakat dari praktik perdagangan pangan yang berpotensi merugikan konsumen.

Penyidikan terhadap lima merek produksi PT DTA masih berlangsung untuk mendalami dugaan pelanggaran perlindungan konsumen.

Kasus ini menempatkan dua persoalan dalam perhatian Bapanas dan kepolisian, yakni kesesuaian kandungan gizi dengan klaim pada kemasan serta dugaan harga jual yang tidak sebanding dengan perkiraan biaya fortifikasi.

Hingga pengungkapan perkara pada 21 Oktober 2026, belum ada tersangka yang ditetapkan. Adapun estimasi potensi kerugian konsumen sebesar Rp89 triliun masih memerlukan pembuktian lebih lanjut dan tidak dapat disamakan dengan kerugian yang telah dipastikan secara hukum.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Beras FortifikasiBrigadir Jenderal Polisi HermawanDeputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan BapanasJakartaMabes PolriPenarikan Beras

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Berita Terkini

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ikut Blok Militer Mana Pun

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan berpihak kepada blok kekuatan tertentu maupun bergabung dengan...

Hari Santri 2026 Peringatan Ke-12

Hari Santri Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Santri Menuju Indonesia Emas 2045

by Saddam
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Hari Santri Nasional 2026 diperingati pada Kamis, 22 Oktober 2026, sebagai momentum mengenang perjuangan ulama dan santri...

Berita Terkini

Tantangan Indonesia di Tengah Krisis Global Disoroti Prabowo

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti tantangan Indonesia selama dua tahun pertama pemerintahannya yang dipengaruhi ketidakpastian geopolitik,...

Sebanyak 25 dari 27 Merek Beras Fortifikasi Tak Penuhi Standar

Waspada Kandungan Zinc Berlebih pada Beras Fortifikasi, Bapanas Ungkap Risiko Kesehatannya

by Saddam
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengingatkan masyarakat terhadap potensi risiko kesehatan akibat kandungan mineral zinc berlebihan pada produk...

pemeriksaan terhadap 27 merek beras fortifikasi

25 dari 27 Merek Beras Fortifikasi Tak Penuhi Standar, Bapanas Ungkap Temuan Mengejutkan

by Saddam
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap temuan serius terkait kualitas beras fortifikasi yang beredar di Indonesia setelah 25...

25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah

Kasus Beras Fortifikasi: 25 Merek Tak Penuhi Standar, Bareskrim Usut Kandungan Gizi dan Dugaan Kerugian Rp89 Triliun

by Saddam
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Dugaan ketidaksesuaian kandungan gizi beras fortifikasi dengan informasi pada label kemasan menjadi perhatian serius Badan Pangan Nasional...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Boven Digoel Tetapkan Lima Prioritas Pembangunan untuk 2025-2029

Boven Digoel Tetapkan Lima Prioritas Pembangunan untuk 2025-2029

1 December 2025
Munas IX RAPI 2026 Dimulai di Kotawaringin Barat

Munas IX RAPI 2026 Dimulai di Kotawaringin Barat

18 January 2026
ASEAN Didorong Jaga Ekosistem Digital Terbuka di Tengah Persaingan Global

ASEAN Didorong Jaga Ekosistem Digital Terbuka di Tengah Persaingan Global

6 July 2026
Gerak Cepat Resmob Polda NTT, Terduga Pelaku Kasus Kematian di Tasikmalaya Diamankan di Soe

Terduga Pelaku Kasus Kematian di Tasikmalaya Diamankan di Soe

11 October 2026
Kemenimipas Berikan Remisi Khusus Waisak 2026 kepada 1.052 Narapidana di Indonesia

Kemenimipas Berikan Remisi Khusus Waisak 2026 kepada 1.052 Narapidana di Indonesia

1 June 2026
Kemkomdigi Berikan Dukungan Psikososial untuk Anak-Anak Terdampak Bencana di Tapteng

Kemkomdigi Berikan Dukungan Psikososial untuk Anak-Anak Terdampak Bencana di Tapteng

7 December 2025
Sembilan WNI Peserta Misi Kemanusiaan Gaza Dibebaskan dan Segera Pulang

Sembilan WNI Peserta Misi Kemanusiaan Gaza Dibebaskan dan Segera Pulang

22 May 2026

Artikel Terbaru

Berita Terkini

Pelajar Sambas Diajak Bijak Bermedia Digital dan Tolak Narkoba

22 October 2026
Berita Terkini

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ikut Blok Militer Mana Pun

22 October 2026
Hari Santri 2026 Peringatan Ke-12

Hari Santri Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Santri Menuju Indonesia Emas 2045

22 October 2026
Berita Terkini

Peningkatan Kapasitas Pejabat Sambas Ditekankan untuk Pelayanan Publik

22 October 2026
Pestas Gol di Patriot Chandrabhaga: Persija Jakarta Taklukan Arema FC 5-1

Persija Jakarta Hantam Arema FC 5-1 di Patriot Chandrabhaga

22 October 2026
Berita Terkini

FKI XIII-2026 Dibuka di Padang Panjang, Perkuat Kolaborasi Seni

22 October 2026
paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

314 Ribu Kasus ISPA Melanda Wilayah Karhutla, Lebih dari 70 Ribu Balita Jadi Korban

22 October 2026

Popular Story

Red Bull to title sponsor 2026 Australian Motorcycle Grand Prix
Sport

Red Bull Jadi Sponsor Utama MotoGP Australia 2026

by Saddam
16 October 2026
0

Headline.co.id ~ Red Bull akan menjadi sponsor utama Australian Motorcycle Grand Prix...

Read moreDetails

Judi Online Melonjak, 8,8 Juta Pemain Terjerat Pinjaman

MotoGP 2027: Susunan Pembalap 11 Tim Resmi

Distribusi 14.954 Porsi MBG di Kangean Dikawal Babinsa

Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga Triwulan III 2026

Peralta Ungkap Kunci Persib Kalahkan Cong Viettel di ACL Two

Gempa Bumi Magnitudo 5.2 Guncang Labuan Bajo, NTT

Prabowo dan Menhan Sjafrie Beri Penghormatan untuk Subagyo

ULD Kemenag Tembus 1.619, Dukung Pendidikan Inklusif

Pemerintah Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.