Headline.co.id, Sumenep ~ Sebanyak 14.954 porsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan melalui delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Arjasa dan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (14/10/2026). Distribusi MBG tersebut mendapat pendampingan dan pengawasan dari Babinsa Koramil 0827/18 Kangean, Tahir. Pengawalan dilakukan untuk memastikan makanan tersalurkan secara tertib kepada penerima manfaat sesuai sasaran di wilayah kepulauan. Penyaluran ditujukan kepada siswa dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), serta kelompok rentan pada SPPG tertentu.
Babinsa Koramil 0827/18 Kangean, Tahir, mengatakan pendampingan dilakukan selama proses distribusi makanan. Menurut dia, keterlibatan Babinsa menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran pelaksanaan program pemerintah di wilayah Kangean.
“Program MBG di sini menyasar siswa mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada SPPG yang melayani kelompok rentan, penerima manfaat juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujar Tahir.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Distribusi MBG Melalui Delapan SPPG
Sebanyak delapan SPPG terlibat dalam penyaluran 14.954 porsi makanan di Kecamatan Arjasa dan Kangayan. SPPG tersebut melayani penerima manfaat sesuai sasaran program, termasuk siswa dan kelompok rentan yang berada di wilayah layanan masing-masing.
Di Kecamatan Arjasa, terdapat tujuh SPPG yang melayani sejumlah sekolah. Salah satu distribusi terbesar berasal dari SPPG di Dusun Wakaf, Desa Arjasa, yang menyiapkan 3.311 porsi makanan.
Jumlah tersebut menjadi bagian dari total penyaluran MBG yang dilakukan pada hari yang sama di dua kecamatan di Kabupaten Sumenep. Pengiriman dan pembagian makanan didampingi agar pelaksanaannya berlangsung sesuai rencana.
Babinsa Pastikan Penyaluran Sesuai Sasaran
Tahir menjelaskan, pengawasan Babinsa diarahkan pada ketertiban proses distribusi dan kesesuaian penerima manfaat. Pendampingan itu dilakukan untuk membantu memastikan makanan yang disalurkan melalui SPPG diterima oleh sasaran program.
“Pendampingan Babinsa menjadi bagian dari dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan program pemerintah, khususnya dalam memastikan distribusi berjalan sesuai rencana di wilayah kepulauan,” tandasnya.
Program MBG di wilayah tersebut tidak hanya menyasar peserta didik. Pada SPPG yang melayani kelompok rentan, penerima manfaat juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Pengawasan dalam distribusi 14.954 porsi MBG itu diharapkan menjaga penyaluran tetap tertib serta membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya di wilayah Kangean. (Dim/Ren/Fer)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















