Headline.co.id ~ Headline.co.id, Jakarta, Kementerian Kesehatan menyatakan seluruh rumah sakit terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah kembali beroperasi dalam waktu satu bulan. Pemulihan dilakukan setelah banjir dan timbunan lumpur pada bencana yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 menyebabkan hampir 100 rumah sakit terdampak, termasuk sembilan rumah sakit yang sempat berhenti beroperasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan penting, seperti penanganan gawat darurat, operasi, persalinan, dan cuci darah, tetap tersedia bagi masyarakat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers di Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kementerian Dalam Negeri, Kamis (15/10/2026).
Budi mengatakan, selain rumah sakit terdampak bencana banjir Sumatra, sekitar 1.000 puskesmas dan 2.000 puskesmas pembantu (pustu) juga terkena dampak. Dari jumlah tersebut, ratusan puskesmas dan sekitar 200 pustu dilaporkan benar-benar berhenti beroperasi akibat genangan banjir serta timbunan lumpur.
“Puskesmasnya seribuan, pustunya tuh dua ribuan yang terdampak. Targetnya kita begitu melihat fasilitas kesehatan ini banyak sekali yang terdampak dan terdampak itu rumah sakit contohnya sembilan bener-bener berhenti operasi karena memang banjirnya tinggi sekali dan lumpurnya tinggi sekali,” ujar Budi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rumah sakit kembali melayani kebutuhan utama
Menurut Budi, pemulihan rumah sakit menjadi prioritas karena layanan kesehatan masyarakat tidak dapat dihentikan, terutama dalam kondisi bencana. Rumah sakit perlu tetap melayani pasien gawat darurat serta pelayanan operasi, persalinan, dan cuci darah yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.
“ Oleh karena layanan kesehatan masyarakat kan tidak boleh berhenti. Apalagi pada kondisi bencana seperti ini. Jadi kita bergerak cepat dan alhamdulillah rumah sakit kita bisa operasikan kembali semuanya dalam waktu satu bulan,” kata Budi Gunadi Sadikin.
Ia menjelaskan, seluruh rumah sakit terdampak bencana banjir Sumatra di tiga provinsi tersebut memang belum kembali beroperasi dengan kapasitas penuh. Namun, fasilitas itu sudah dapat memberikan layanan medis yang paling dibutuhkan masyarakat.
“Alhamdulillah satu bulan seluruh rumah sakit di tiga provinsi ini bisa beroperasi kembali. Tidak penuh tapi setidak-tidaknya untuk layanan-layanan yang sangat diperlukan itu bisa dilakukan,” ujarnya.
Pemulihan puskesmas ditargetkan dua setengah bulan
Setelah rumah sakit dipulihkan, pemerintah melanjutkan penanganan terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama. Budi menyampaikan, sekitar 1.000 puskesmas terdampak ditargetkan dapat kembali beroperasi dalam waktu dua setengah bulan.
Puskesmas menjadi fasilitas penting untuk menyediakan layanan kesehatan dasar, termasuk imunisasi dan pemeriksaan kesehatan. Beroperasinya kembali puskesmas juga membantu mencegah penumpukan pasien di rumah sakit, sehingga layanan rujukan dapat lebih difokuskan kepada pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Pemulihan fasilitas kesehatan tingkat pertama dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan. Sementara puskesmas ditargetkan pulih dalam dua setengah bulan, pemerintah masih harus menangani sekitar 2.000 pustu yang terdampak bencana.
Enam pustu di Sumatra Utara harus dibangun kembali
Budi mengatakan, sebagian pustu mengalami kerusakan berat dan membutuhkan pembangunan kembali atau renovasi menyeluruh. Beberapa fasilitas bahkan hanyut karena berada di tepi sungai.
“Nah pustu ini sesudah kita revitalisasi enam bulan kembali memang ada beberapa yang rusaknya demikian parah. Ada yang hanyut ke bawah air karena lokasinya juga di tepi sungai. Sehingga ada enam pustu di Provinsi Sumatera Utara yang harus benar-benar dibangun kembali. Atau renovasi-renovasinya itu benar-benar harus menyeluruh. Malah beberapa juga sudah hilang,” kata Budi.
Untuk mempercepat pemulihan, pembangunan fisik fasilitas kesehatan ditangani Kementerian Pekerjaan Umum. Adapun Kementerian Kesehatan bertanggung jawab menyediakan alat kesehatan dan sarana pendukung.
Pemerintah menargetkan operasional fasilitas kesehatan kembali pulih pada 2026. Sementara itu, pemulihan fisik secara keseluruhan diperkirakan berlanjut hingga 2027.
Pemulihan rumah sakit, puskesmas, dan pustu menjadi bagian dari rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Upaya tersebut diarahkan agar masyarakat kembali memperoleh layanan kesehatan, mulai dari penanganan kondisi darurat hingga pelayanan kesehatan dasar.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















