Headline.co.id, Jakarta ~ Papan Interaktif Digital (PID) membantu siswa SMA Negeri 2 Jayapura, Papua, memahami materi kimia yang bersifat abstrak, seperti konfigurasi elektron dan bentuk molekul. Perangkat tersebut dimanfaatkan guru Kimia SMAN 2 Jayapura, Hardianti, melalui visualisasi, animasi, serta permainan edukatif dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan PID itu disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (21/10/2026). Teknologi tersebut digunakan agar siswa dapat mengamati dan mempelajari konsep kimia secara lebih konkret, interaktif, dan bertahap.
PID yang juga dikenal sebagai Interactive Flat Panel (IFP) digunakan Hardianti bersama platform Rumah Pendidikan. Dalam pembelajaran, ia memanfaatkan Laboratorium Virtual Stoikiometri untuk membantu siswa memahami materi yang sulit diamati secara langsung.
“Ketika mengetahui adanya PID, saya merasa sangat terbantu. Mata pelajaran memiliki materi yang sifatnya abstrak dan tidak terlihat oleh mata. Murid terkadang bertanya bagaimana contoh konkretnya. Dengan PID, saya bisa mencari dan menunjukkan animasi yang membantu mereka memahami hal-hal yang sebelumnya sulit dibayangkan,” ujar Hardianti.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Visualisasi Membantu Memahami Konsep Abstrak
Pemanfaatan Papan Interaktif Digital membuat materi kimia tidak hanya disampaikan melalui penjelasan lisan atau tulisan. Siswa dapat melihat visualisasi konsep, mengamati representasi bentuk molekul, serta mengikuti aktivitas digital yang disesuaikan dengan materi pelajaran.
Bagi Hardianti, kedekatan siswa dengan teknologi menjadi peluang untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif. Guru perlu terus berinovasi agar perangkat digital tidak berhenti sebagai pelengkap di ruang kelas, tetapi benar-benar membantu siswa memahami materi.
Dalam proses pembelajaran, siswa juga didorong untuk bekerja sama menyelesaikan tugas, mengamati tampilan visual, dan berlatih melalui aktivitas digital. Dengan cara itu, pembelajaran memberi ruang bagi siswa untuk mengamati, mencoba, berdiskusi, dan membangun pemahaman mereka sendiri.
Manfaat penggunaan PID dirasakan Nelson Mariadu, siswa kelas XI SMAN 2 Jayapura. Ia menilai penyajian materi secara visual membuat konsep konfigurasi elektron dan bentuk molekul lebih mudah dipahami.
Selain menampilkan bentuk molekul, PID digunakan untuk mendukung permainan edukatif. Siswa dapat berlatih menyetarakan persamaan reaksi kimia dan menentukan konfigurasi elektron melalui aktivitas yang dilakukan secara bertahap.
“Permainan edukatif seperti latihan menyetarakan persamaan reaksi kimia dan menentukan konfigurasi elektron juga menjadi pengalaman yang berkesan bagi saya. Melalui aktivitas tersebut, saya bersama teman-teman dapat mempelajari konsep secara bertahap dan memaknai kimia dalam aspek lebih luas,” tutur Nelson.
Peran Guru Tetap Menentukan
Penggunaan perangkat digital tidak serta-merta menggantikan peran guru dalam pembelajaran. Efektivitas PID tetap bergantung pada kemampuan guru merancang kegiatan belajar, memilih materi yang sesuai, serta mengarahkan siswa selama proses pembelajaran.
PID berfungsi sebagai sarana pendukung untuk membuat materi lebih mudah diakses dan dipahami. Sementara itu, guru tetap berperan dalam menjelaskan konsep, membimbing aktivitas siswa, dan memastikan penggunaan teknologi sesuai dengan kebutuhan belajar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai pemanfaatan PID mendapat respons positif karena membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik. Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut juga mendukung penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning.
“Upaya tersebut tentunya untuk mendorong proses belajar lebih bermakna, menyenangkan, dan melibatkan murid secara aktif. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui PID kami harapkan dapat menjaga antusiasme dan meningkatkan semangat murid saat belajar di sekolah,” ujar Abdul Mu’ti.
Ribuan PID Disalurkan ke Sekolah di Papua
Pemanfaatan PID di SMAN 2 Jayapura merupakan bagian dari program Digitalisasi Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pada 2026, sebanyak 2.688 unit PID disalurkan ke 1.409 sekolah di Provinsi Papua.
Total anggaran penyaluran perangkat tersebut tercatat lebih dari Rp83 miliar. Khusus di Kota Jayapura, sebanyak 410 unit PID telah disalurkan kepada 144 sekolah dengan nilai anggaran lebih dari Rp12 miliar.
Penyaluran itu diharapkan memperluas kesempatan sekolah untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Tantangan berikutnya ialah memastikan perangkat digunakan secara optimal, didukung kemampuan guru dalam mengembangkan materi digital, serta disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Pengalaman SMAN 2 Jayapura menunjukkan pemanfaatan Papan Interaktif Digital dapat mendekatkan materi kimia yang abstrak dengan pengalaman belajar yang lebih konkret. Melalui penggunaan yang tepat, PID menjadi sarana untuk mendorong siswa lebih aktif, kreatif, dan percaya diri dalam memahami ilmu pengetahuan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















