Headline.co.id ~ Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mewaspadai agresivitas dan intensitas permainan PSM Makassar menjelang pertandingan pekan keenam Super League 2026/2027. Persebaya akan menghadapi PSM di Stadion B. J. Habibie, Parepare, Kamis (22/10), dalam laga yang dinilai menjadi ujian bagi Green Force di kandang lawan. Tavares meminta para pemainnya tampil fokus dan disiplin karena PSM memiliki pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan. Ia menyampaikan penilaian tersebut dalam konferensi pers pada Rabu (21/10).
PSM datang dengan modal kepercayaan diri setelah meraih tiga poin saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada pertandingan sebelumnya. Hasil itu menjadi salah satu perhatian Tavares dalam menganalisis kekuatan calon lawan Persebaya.
“PSM merupakan tim yang agresif dan memiliki intensitas permainan tinggi. Mereka juga mempunyai pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan,” ujar Tavares.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
PSM Punya Intensitas Permainan Tinggi
Tavares menilai lawatan ke Parepare tidak akan berjalan mudah bagi Persebaya. Selain karakter permainan PSM, dukungan suporter tuan rumah juga menjadi tantangan yang harus dihadapi tim tamu.
Menurut dia, situasi tersebut menuntut Persebaya menjaga kedisiplinan sejak menit pertama. Kesalahan kecil berpotensi membuka ruang bagi PSM untuk memanfaatkannya dan mengubah jalannya pertandingan.
Persebaya juga perlu mempertahankan konsentrasi sepanjang laga. Kedisiplinan dalam bertahan, keberanian menguasai bola, dan kemampuan memaksimalkan peluang menjadi aspek yang dianggap penting agar Bajol Ijo dapat membawa pulang hasil positif dari Parepare.
“Bermain di sini (Parepare) selalu menghadirkan tantangan tersendiri. Kami harus tetap fokus sepanjang pertandingan jika ingin tampil baik dan mendapatkan poin,” tegasnya.
Pertemuan Persebaya dengan PSM memiliki arti tersendiri bagi Tavares. Pelatih asal Portugal berusia 46 tahun itu pernah menukangi PSM Makassar. Pengalaman tersebut membuatnya mengenal sejumlah pemain PSM yang akan menjadi lawan Persebaya dalam pertandingan nanti.
Meski memiliki hubungan dengan klub berjuluk Juku Eja, Tavares menegaskan bahwa masa lalu itu tidak akan mengubah fokusnya. Ia menyatakan prioritasnya saat pertandingan berlangsung adalah memperjuangkan kepentingan Persebaya dan membantu tim meraih hasil terbaik.
“Saya mengenal beberapa pemain mereka. Mereka juga mengenal saya. Namun, bagi saya, pertandingan ini bukan tentang pertarungan pribadi dengan mantan pemain atau tim yang pernah saya latih,” ungkapnya.
Pengalaman Tavares bersama PSM memberi gambaran mengenai atmosfer dan tantangan yang mungkin dihadapi Persebaya di Parepare. Namun, ia tetap menyadari bahwa setiap pertandingan memiliki dinamika berbeda. Pengetahuan terhadap lawan harus diikuti kesiapan pemain dalam menjalankan rencana permainan.
“Saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk membantu tim meraih kemenangan. Kami tahu pertandingan di sini akan sangat sulit,” imbuh Tavares.
Persebaya Ingin Bangkit setelah Imbang Lawan PSS
Bagi Persebaya, pertandingan melawan PSM menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan menghadapi tekanan di kandang lawan. Laga ini juga menjadi momentum bagi Bajol Ijo untuk menebus poin yang terbuang setelah bermain imbang melawan PSS Sleman.
Persebaya membutuhkan semangat juang dan kebersamaan tim untuk melewati setiap fase pertandingan. Tekanan dari publik Parepare akan menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi, terutama karena PSM berupaya mempertahankan momentum positif di hadapan pendukungnya.
Di sisi lain, Tavares memahami bahwa kedua tim memiliki tujuan yang sama. PSM ingin meraih kemenangan di kandang, sedangkan Persebaya datang dengan tekad memberikan perlawanan terbaik dan membawa pulang poin.
“Saya tahu mereka ingin menang, begitu juga kami. Kami ingin tampil baik dan berjuang mendapatkan hasil yang positif besok,” pungkas Tavares.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















