Headline.co.id, Jakarta ~ Kinerja sektor kelautan dan perikanan Indonesia meningkat dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat kenaikan pada empat indikator utama, yakni Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), volume produksi, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), serta nilai ekspor perikanan. Capaian tersebut terlihat dari data 2024, 2025, hingga periode berjalan 2026 yang disampaikan KKP dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Peningkatan itu dilakukan melalui pengelolaan sektor yang diarahkan untuk produktif dengan tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem perikanan.
PNBP sektor kelautan dan perikanan meningkat
Realisasi PNBP sektor kelautan dan perikanan naik dari Rp2,208 triliun pada 2024 menjadi Rp2,405 triliun pada 2025. Hingga September 2026, capaian sementara PNBP tercatat Rp1,645 triliun.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan peningkatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mengelola sektor kelautan dan perikanan secara produktif.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kami berupaya mengelola sektor ini seproduktif mungkin, tentunya tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem perikanan yang ada,” ujar Sakti dalam siaran resmi tersebut.
Selain PNBP, volume produksi perikanan nasional juga mengalami kenaikan. Produksi tercatat 23,56 juta ton pada 2024, kemudian meningkat menjadi 26,25 juta ton pada 2025. Sementara itu, volume produksi hingga triwulan III 2026 mencapai 19,89 juta ton.
Pertumbuhan PDB perikanan mencapai 6,86 persen
Kenaikan produksi dan penerimaan negara turut diikuti peningkatan pertumbuhan PDB sektor perikanan. Pada 2024, pertumbuhan PDB perikanan tercatat 0,68 persen.
Angka tersebut meningkat menjadi 4,95 persen pada 2025. Hingga triwulan II 2026, pertumbuhan PDB perikanan kembali naik dan mencapai 6,86 persen.
Data tersebut menjadi salah satu indikator capaian perekonomian sektor kelautan dan perikanan dalam dua tahun terakhir. KKP juga mencatat perkembangan dari sisi perdagangan internasional melalui peningkatan nilai ekspor komoditas perikanan.
Nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai USD5,95 miliar pada 2024 dan meningkat menjadi USD6,27 miliar pada 2025. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor perikanan tercatat USD4,23 miliar.
Enam program prioritas KKP
Sakti mengatakan KKP masih berupaya meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut dijalankan melalui enam program prioritas Presiden.
Enam program itu meliputi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), budidaya perikanan darat tematik, kawasan industri garam nasional, revitalisasi tambak Pantura, budidaya udang terintegrasi, serta modernisasi kapal perikanan.
Program-program tersebut, menurut Sakti, diarahkan untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja dan meningkatkan daya saing hasil perikanan Indonesia di pasar domestik maupun global.
“Kami masih terus berupaya agar produktivitas terus bergerak naik, yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saat ini fokus kami menjalankan enam program prioritas dari Bapak Presiden, yaitu Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), budidaya perikanan darat tematik, kawasan industri garam nasional, revitalisasi tambak Pantura, budidaya udang terintegrasi, serta modernisasi kapal perikanan, untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja dan meningkatkan daya saing hasil perikanan kita di pasar domestik maupun global,” pungkasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















