Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

BMRI Jadi Sorotan Usai IHSG Anjlok, Jusuf Hamka Bidik Saham Bank Mandiri hingga Potensi Dividen

Saddam by Saddam
1 hour ago
in Ekonomi
Reading Time: 8 mins read
393 30
A A
0
Saham BMRI Jadi Incaran Jusuf Hamka Usai IHSG Anjlok, Ini Alasan dan Potensi Keuntungannya

Saham BMRI Jadi Incaran Jusuf Hamka Usai IHSG Anjlok, Ini Alasan dan Potensi Keuntungannya (Dok Foto Istimewa)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi perhatian investor setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada pekan lalu. Pengusaha Jusuf Hamka atau Babah Alun bersama sejumlah pengusaha melirik saham BMRI karena dinilai memiliki fundamental kuat dan menawarkan potensi imbal hasil dividen yang menarik. Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali, pada Senin (19/10/2026), turut menyoroti peluang investasi jangka panjang di tengah penurunan harga saham perbankan. Namun, investor diingatkan tetap berhati-hati karena gejolak pasar dan tekanan jual asing masih berpotensi memengaruhi pergerakan harga saham.

Contents

    • 0.1. BCA Mau Buyback 19-21 Oktober 2026, Ini Alasan dan Aturan yang Berlaku
    • 0.2. IHSG RI Anjlok, BEI Tegaskan Pasar Modal Indonesia Masih Layak Jadi Emerging Market
  • 1. Analis Nilai Fundamental BMRI Tidak Berubah akibat Gejolak Pasar
  • 2. Jusuf Hamka Lirik BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA
  • 3. Konsorsium Jusuf Hamka Siapkan Dana hingga Rp5 Triliun
  • 4. Bank Mandiri Klarifikasi Kredit Jhonlin Baratama
  • 5. Saham JARR dan PGUN Dijadikan Agunan Kredit
  • 6. Bank Mandiri Tegaskan Prinsip Kehati-hatian dalam Pembiayaan

Peluang investasi BMRI mencuat setelah IHSG anjlok 11,57 persen dalam sehari hingga perdagangan sempat dihentikan sementara. Penurunan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), dari emerging market menjadi standalone market.

You might also like

BCA menegaskan bahwa pelaksanaan aksi korporasi tetap mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan OJK

BCA Mau Buyback 19-21 Oktober 2026, Ini Alasan dan Aturan yang Berlaku

19 October 2026
IHSG RI anjlok 11,57 persen, tetapi BEI menilai fundamental pasar modal Indonesia masih mendukung status Emerging Market di tengah konsultasi MSCI.

IHSG RI Anjlok, BEI Tegaskan Pasar Modal Indonesia Masih Layak Jadi Emerging Market

19 October 2026

Meski tekanan pasar masih berlangsung, BMRI dinilai memiliki daya tarik bagi investor yang mengutamakan pendapatan dividen. Jason memperkirakan potensi dividend yield atau imbal hasil dividen saham Bank Mandiri mencapai sekitar 16 persen dan dapat meningkat menjadi 19 persen apabila harga saham kembali menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Analis Nilai Fundamental BMRI Tidak Berubah akibat Gejolak Pasar

Jason Gozali menilai koreksi harga saham perbankan berkapitalisasi besar dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang. Menurut dia, penurunan harga saham dalam waktu singkat tidak selalu mencerminkan perubahan kondisi fundamental perusahaan.

“Fundamental bank juga tidak berubah dalam semalam, karena yang bergerak liar adalah sentimen, bukan kinerja,” ungkap Jason di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa penurunan harga saham dapat meningkatkan persentase imbal hasil dividen apabila besaran dividen per saham tetap terjaga.

Dengan perkiraan dividend yield BMRI sekitar 16 persen, investor berpotensi memperoleh pendapatan dividen yang relatif besar dibandingkan harga pembelian saham. Bahkan, potensi tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 19 persen apabila harga saham mengalami koreksi lebih lanjut.

Dalam simulasi dengan asumsi dividen per saham tetap stabil dan tidak ada perubahan harga pembelian, akumulasi dividen pada tingkat imbal hasil mendekati 19 persen secara teoretis dapat mendekati nilai modal awal dalam waktu sekitar lima tahun.

Namun, perhitungan tersebut merupakan simulasi dan bukan jaminan keuntungan. Besaran dividen yang dibagikan perusahaan pada masa mendatang dapat berubah mengikuti kebijakan serta kinerja keuangan perseroan.

Jason juga mengingatkan investor agar tidak terburu-buru membeli saham dalam jumlah besar sekaligus karena ketidakpastian pasar masih cukup tinggi.

“Kami tidak menyarankan masuk sekaligus,” tegasnya.

Menurut pandangan Pluang Maju Sekuritas, pembelian saham secara bertahap dengan pengaturan porsi investasi lebih bijaksana dibandingkan berupaya menebak titik terendah harga saham.

Jusuf Hamka Lirik BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA

Ketertarikan terhadap saham BMRI juga disampaikan pengusaha Jusuf Hamka. Pria yang akrab disapa Babah Alun tersebut melihat peluang investasi pada sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar setelah mengalami penurunan harga.

Selain Bank Mandiri, saham perbankan yang menjadi perhatiannya meliputi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

“Karena saya lihat banyak saham-saham blue chip yang memberikan dividen cukup baik. Kita lihat ada Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BCA,” ujar Jusuf.

Ia menilai sejumlah saham bank besar memiliki fundamental yang kuat dan mampu membagikan dividen secara rutin. Penurunan harga saham juga membuat potensi imbal hasil dividen menjadi lebih menarik.

Sebagai contoh, Jusuf menyebut saham BMRI sebelumnya pernah diperdagangkan pada kisaran Rp6.000 hingga Rp7.000 per saham. Namun, berdasarkan pengamatannya, harga saham tersebut telah turun ke rentang Rp3.300 hingga Rp3.400.

Dengan asumsi pembagian dividen sekitar Rp450 per saham dan harga pembelian Rp3.500, Jusuf memperkirakan potensi imbal hasil dividen berada pada kisaran 12 persen. Secara matematis, asumsi tersebut menghasilkan dividend yield sekitar 12,86 persen.

“Ini lebih bagus daripada deposito. Dan, Bank Mandiri banknya pemerintah. Enak makan, enak tidur kita,” ujar dia.

Meskipun demikian, investasi saham memiliki risiko perubahan harga dan ketidakpastian pembagian dividen yang berbeda dari karakteristik simpanan deposito.

Konsorsium Jusuf Hamka Siapkan Dana hingga Rp5 Triliun

Ketertarikan Jusuf Hamka terhadap saham perbankan muncul ketika pasar modal Indonesia menghadapi tekanan jual yang cukup besar.

Pada pekan lalu, IHSG mengalami penurunan 11,57 persen dalam sehari. Kondisi tersebut disertai penghentian sementara perdagangan akibat tekanan pasar.

Gejolak dipengaruhi sentimen negatif terkait konsultasi MSCI mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Tekanan tersebut turut mendorong investor asing melakukan penjualan saham. Nilai jual bersih investor asing tercatat sekitar Rp3,4 triliun dalam sehari, sedangkan akumulasi jual bersih sepanjang tahun mencapai Rp114 triliun di pasar reguler.

Di tengah kondisi tersebut, Jusuf Hamka bersama konsorsium pengusaha menyatakan kesiapan membeli saham di bursa dengan nilai mencapai Rp5 triliun.

Jason menilai rencana pembelian tersebut menunjukkan adanya investor domestik yang mulai melihat peluang investasi setelah harga sejumlah saham mengalami penurunan tajam.

Dukungan pasar juga berpotensi datang dari Danantara yang disebut memiliki kesiapan dana sekitar Rp17,89 triliun.

Namun, Jason mengingatkan bahwa keberadaan dana domestik belum tentu mampu menjamin pemulihan pasar saham secara berkelanjutan.

Menurut dia, dukungan pembelian dari investor dalam negeri berpotensi membantu meredam tekanan dalam jangka pendek. Sementara itu, pemulihan kepercayaan investor asing tetap bergantung pada keberhasilan reformasi pasar modal sebelum MSCI mengambil keputusan mengenai klasifikasi pasar Indonesia.

Bank Mandiri Klarifikasi Kredit Jhonlin Baratama

Di luar perkembangan harga saham BMRI, Bank Mandiri juga memberikan penjelasan mengenai fasilitas kredit yang melibatkan perusahaan terafiliasi dengan grup usaha milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Oktober 2026, Bank Mandiri menjelaskan penggunaan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sebagai bagian dari jaminan fasilitas kredit.

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah BEI meminta penjelasan terkait dugaan penggunaan kredit PT Jhonlin Baratama untuk mengakuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Bank Mandiri menegaskan bahwa fasilitas kredit kepada Jhonlin Baratama ditujukan untuk pengembangan usaha dan kebutuhan operasional, bukan untuk pembelian saham di pasar modal.

Senior Vice President Bank Mandiri, Adhika Vista, menjelaskan bahwa fasilitas pembiayaan tersebut mencakup belanja modal, kebutuhan perusahaan dan grup usaha, serta kegiatan bisnis di sektor batu bara beserta industri pendukungnya.

“Fasilitas kredit yang ditujukan dalam rangka pengembangan usaha meliputi capex serta kebutuhan pembiayaan Perusahaan dan Group Usaha di industri Batu Bara dan Penunjangnya,” ujar Adhika dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada 18 Oktober 2026.

Menurut Adhika, keputusan pemberian kredit mempertimbangkan kebutuhan pendanaan, kelayakan usaha, serta kemampuan debitur memenuhi kewajiban pembayaran.

Bank Mandiri juga melakukan analisis berdasarkan tiga pilar kualitas kredit sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni prospek usaha, kinerja keuangan, dan kemampuan membayar.

Posisi Jhonlin Baratama sebagai perusahaan operasional yang menghasilkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA turut menjadi pertimbangan.

Selain itu, Bank Mandiri memperhitungkan hubungan bisnis dalam ekosistem Jhonlin Group serta potensi pendapatan dari anak perusahaan.

“Pemberian fasilitas kredit juga mempertimbangkan realisasi bisnis ekosistem Jhonlin Group di berbagai industri dengan Bank, potensi bisnis kedepan, termasuk pengenaan pricing mempertimbangkan profitabilitas Bank,” ujar Adhika.

Saham JARR dan PGUN Dijadikan Agunan Kredit

Bank Mandiri menjelaskan bahwa jaminan pembiayaan tidak hanya berupa saham, tetapi juga mencakup aset tetap, aset tidak tetap, serta rekening perusahaan.

Penilaian saham sebagai agunan mengacu pada Pasal 4 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 40/POJK.03/2017 dan kebijakan internal Bank Mandiri.

“Agunan saham merupakan sumber pelunasan sekunder atau second way out dan dinilai secara konservatif,” ujar Adhika.

Dengan demikian, saham yang dijaminkan berfungsi sebagai sumber pelunasan cadangan apabila sumber pembayaran utama tidak mencukupi.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada 7 Oktober 2026, tiga pemegang saham PGUN telah menjaminkan seluruh kepemilikannya sebagai jaminan fasilitas kredit perusahaan terafiliasi.

PT Araya Agro Lestari (AAL) menjaminkan sebanyak 2.205.667.896 saham PGUN. Sementara itu, PT Citra Agro Raya (CAR) menjaminkan 2.194.718.786 saham dan PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP) menjaminkan 900.000.250 saham.

Ketiga perusahaan tersebut menyatakan bahwa penggadaian saham dilakukan untuk menjamin fasilitas pembiayaan yang diperoleh perusahaan terafiliasi.

“Sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi Perseroan,” demikian keterangan tujuan penggadaian saham dalam keterbukaan informasi tersebut.

Sementara itu, PT Eshan Agro Sentosa selaku pengendali utama JARR juga melakukan pengikatan jaminan pada 30 September 2026.

Perusahaan tersebut menggadaikan seluruh kepemilikannya sebanyak 7.997.556.204 saham JARR sebagai tambahan jaminan atas fasilitas kredit yang diterima JARR dari Bank Mandiri.

Direktur Utama JARR, Indra Irawan, menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas pembiayaan perseroan.

“Penandatangan Akta Gadai Saham milik PT Eshan Agro Sentosa, yang merupakan pengendali dari perseroan dalam rangka bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perseroan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,” ujar Indra dalam keterbukaan informasi pada 7 Oktober 2026.

Meski telah memberikan penjelasan mengenai tujuan kredit dan mekanisme penjaminan, Bank Mandiri tidak mengungkapkan nilai fasilitas kredit kepada Jhonlin Baratama maupun estimasi nilai saham yang dijadikan agunan.

Bank Mandiri Tegaskan Prinsip Kehati-hatian dalam Pembiayaan

Bank Mandiri menyatakan bahwa pemberian kredit tetap dilaksanakan dengan mempertimbangkan kelayakan usaha, kemampuan membayar debitur, kecukupan jaminan, serta penerapan manajemen risiko.

Perseroan juga melakukan pemantauan berkala terhadap kualitas kredit untuk menjaga kesehatan keuangan dan kualitas aset.

“Perseroan juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kualitas kredit secara berkala sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas aset, kesehatan keuangan, serta kepercayaan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Adhika.

Penjelasan tersebut menjadi bagian dari respons Bank Mandiri terhadap permintaan klarifikasi BEI mengenai penggunaan agunan saham dan tujuan fasilitas pembiayaan.

Sementara itu, dari sisi perdagangan saham, BMRI tetap menjadi salah satu emiten perbankan yang diperhatikan investor setelah penurunan tajam IHSG.

Potensi dividen yang dinilai menarik oleh Jusuf Hamka dan Jason Gozali menjadi salah satu pertimbangan investasi jangka panjang. Namun, ketidakpastian pasar, perubahan harga saham, dan keberlanjutan pembagian dividen tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhitungkan sebelum mengambil keputusan investasi.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Head of Research Pluang Maju SekuritasIndeks Harga Saham GabunganJason Gozaliklarifikasi BEIMorgan Stanley Capital InternationalSaham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

BCA menegaskan bahwa pelaksanaan aksi korporasi tetap mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan OJK

BCA Mau Buyback 19-21 Oktober 2026, Ini Alasan dan Aturan yang Berlaku

by Saddam
19 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback pada 19–21 Oktober 2026...

IHSG RI anjlok 11,57 persen, tetapi BEI menilai fundamental pasar modal Indonesia masih mendukung status Emerging Market di tengah konsultasi MSCI.

IHSG RI Anjlok, BEI Tegaskan Pasar Modal Indonesia Masih Layak Jadi Emerging Market

by Saddam
19 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ IHSG RI mengalami tekanan tajam di tengah kekhawatiran terhadap kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia dari Emerging...

IHSG RI Anjlok, BEI Tegaskan Pasar Modal Indonesia Masih Layak Jadi Emerging Market

IHSG RI Tertekan, MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Indonesia Jadi Standalone Market

by Saddam
19 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ IHSG RI kembali menjadi perhatian investor setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi mengenai kemungkinan penurunan...

IHSG RI Terjun Bebas, BEI dan OJK Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen hingga Akhir 2026

IHSG RI Anjlok 11,57 Persen ke Level 5.185, Investor Asing Ramai-Ramai Jual Saham

by Saddam
19 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ IHSG RI mengalami kejatuhan tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah...

IHSG RI Anjlok, tetapi Nilai Transaksi Saham Justru Naik 13,83 Persen

IHSG RI Anjlok 11,57 Persen, BEI Tegaskan Pasar Indonesia Masih Layak Emerging Market

by Saddam
19 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ IHSG RI mengalami tekanan tajam setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen ke level 5.185,10...

Berita Terkini

Antrean BBM Bali Mulai Melandai Usai Kebijakan Ganjil Genap

by Fajar Ari Wibowo
18 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali mulai melandai setelah Pemerintah Provinsi...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Doa Minum Susu Malam 1 Muharram Arab, Latin, dan Artinya

Doa Minum Susu di Malam 1 Muharram 2026, Tradisi Penuh Makna untuk Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

16 June 2026
BPJPH Pastikan Produk Impor AS Tetap Harus Bersertifikat Halal

BPJPH Pastikan Produk Impor AS Tetap Harus Bersertifikat Halal

25 February 2026
Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Memperkuat Ketahanan Bangsa

Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Memperkuat Ketahanan Bangsa

9 April 2026
: Ilustrasi ChatGPT

Menteri Lingkungan Hidup Tegaskan Tanggung Jawab Perusahaan atas Kebakaran di Konsesi

23 August 2026
Gempa Magnitudo 3,9 Mengguncang Bima, Nusa Tenggara Barat

Gempa Magnitudo 3,9 Mengguncang Bima, Nusa Tenggara Barat

23 December 2025
Menhub Dorong Pemanfaatan Program Mudik Gratis Natal dan Tahun Baru

Menhub Dorong Pemanfaatan Program Mudik Gratis Natal dan Tahun Baru

23 December 2025
Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Menang Perdana di Kandang KTM

Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Menang Perdana di Kandang KTM

21 September 2026

Artikel Terbaru

Berita Terkini

Implementasi DEFA Jadi Tantangan Ekonomi Digital ASEAN

19 October 2026
PSS U18 Sapu Bersih Dua Kemenangan Atasi PSM U18

PSS U18 Menang 4-0 atas PSM U18 di EPA 2026/2027

19 October 2026
Berita Terkini

Pemkab Sambas Dorong Deteksi Dini Kanker Payudara

19 October 2026
Klasemen Grup C EPA One 2026/27: Persebaya U-16, U-18, dan U-20 Panen Kemenangan

Klasemen Grup C EPA One 2026/27: Persebaya Raih 6 Kemenangan

19 October 2026
Berita Terkini

Kualitas Udara Palu Tidak Sehat, Sekolah TK-SMP Daring

19 October 2026
Saham JARR dan PGUN Digadaikan ke Bank Mandiri,

BMRI Berpotensi Beri Dividend Yield hingga 19 Persen, Analis Ungkap Peluang dan Risikonya

19 October 2026
Saham BMRI Jadi Incaran Jusuf Hamka Usai IHSG Anjlok, Ini Alasan dan Potensi Keuntungannya

BMRI Jadi Sorotan Usai IHSG Anjlok, Jusuf Hamka Bidik Saham Bank Mandiri hingga Potensi Dividen

19 October 2026

Popular Story

Berita Terkini
Nasional

Pemerataan Akses Listrik Jawa Barat Diperluas pada 2026

by Aditya
16 October 2026
0

Headline.co.id, Karawang ~ Headline.co.id, Karawang - Pemerintah memperluas pemerataan akses listrik melalui...

Read moreDetails

Kemenkes Soroti Kaitannya Media Sosial dengan Kecemasan Anak Muda

Nobar Biru Persib Digelar di 5 Lokasi, Ini Jadwalnya

Polda Sulut dan Gakkum Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Taman Nasional

Persebaya U-18 Menang 6-1, Yusuf Ardiansyah Cetak Empat Gol

Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia, Jenazah Direncanakan Disemayamkan di Rumah Duka Ukrida

Kapolda Metro Jaya Dorong Polisi Responsif terhadap Keluhan Warga

Industri Diminta Perketat Limbah untuk Jaga Kali Surabaya

Pencurian Berkedok Lamaran Kerja, Wanita 30 Tahun Ditangkap

Literasi AI Diperkuat, Komdigi Buka Kolaborasi dengan Jurnalis

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.