Headline.co.id, Denpasar ~ Sanur, Implementasi Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (Digital Economy Framework Agreement/DEFA) menjadi tantangan utama negara-negara ASEAN setelah penandatanganan dan ratifikasi. Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Ismail, mengatakan kesepakatan tersebut harus diterjemahkan menjadi program konkret yang memperkuat kerja sama regional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikan Ismail dalam Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Senin (19/10/2026). Menurut dia, keberhasilan implementasi DEFA ditentukan oleh penguatan kepercayaan antarnegara serta keseimbangan kepentingan nasional dan kerja sama ekonomi regional.
Implementasi DEFA Tidak Cukup Berhenti pada Ratifikasi
Ismail menegaskan, penandatanganan dan ratifikasi DEFA belum menjadi ukuran akhir keberhasilan kesepakatan ekonomi digital ASEAN. Tahap yang lebih penting adalah memastikan isi perjanjian diterapkan dalam praktik sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh negara anggota, masyarakat, dan pelaku ekonomi.
“Proses ratifikasi setelah penandatanganan perjanjian merupakan tahapan yang sangat penting. Namun, menurut saya, persoalan yang perlu mendapat perhatian bukan hanya ratifikasi, melainkan juga bagaimana kesepakatan tersebut benar-benar dapat diterapkan dalam praktik,” ujar Ismail.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Ismail, negara-negara ASEAN telah memiliki pemahaman bersama mengenai pentingnya integrasi ekonomi digital regional. Namun, kesamaan pandangan tersebut harus diikuti langkah nyata agar kerja sama yang disepakati tidak berhenti pada dokumen atau proses formal.
“Implementasi merupakan aspek yang jauh lebih penting karena manfaat suatu perjanjian baru dapat dirasakan ketika kesepakatan tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegasnya.
Ia menyebut, penerapan DEFA perlu diarahkan untuk memperkuat kerja sama di kawasan Asia Tenggara sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan demikian, integrasi ekonomi digital tidak hanya menjadi agenda antarnegara, tetapi juga memiliki dampak terhadap kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepercayaan Menjadi Fondasi Kerja Sama Digital
Ismail mengidentifikasi dua aspek yang menentukan keberhasilan implementasi DEFA. Aspek pertama adalah penguatan kepercayaan yang dapat mempermudah pertukaran informasi, koordinasi kebijakan, dan pengembangan kerja sama yang efektif di negara-negara anggota ASEAN.
Integrasi ekonomi digital, kata dia, membutuhkan dukungan infrastruktur teknologi, inovasi, serta sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi tersebut. Ketiga unsur itu saling berkaitan dalam mendorong pelaksanaan kerja sama digital di tingkat regional.
“Di balik kemajuan teknologi terdapat inovasi, dan di balik inovasi terdapat manusia yang mengembangkan serta memanfaatkannya,” kata Sekjen Kemkomdigi, Ismail.
Ia menekankan bahwa kepercayaan antarnegara merupakan fondasi dalam membangun kerja sama digital yang berkelanjutan. Kepercayaan tidak dapat terbentuk secara cepat karena membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kesediaan setiap negara untuk menjalankan kesepakatan bersama.
“Kepercayaan bukan sesuatu yang dapat dibangun dalam waktu singkat. Diperlukan proses panjang, komitmen, dan konsistensi untuk membangunnya,” ujarnya.
Dengan kepercayaan yang kuat, negara-negara ASEAN dinilai akan lebih mudah menyelaraskan kebijakan dan memperkuat koordinasi. Kondisi itu juga dapat membantu mempercepat pelaksanaan berbagai agenda integrasi ekonomi digital yang telah disepakati.
Pertumbuhan Ekonomi Digital Harus Berdampak pada Kesejahteraan
Aspek kedua yang menjadi perhatian Ismail adalah kemampuan negara-negara ASEAN mengubah pertumbuhan ekonomi digital menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Perkembangan ekonomi digital, menurut dia, tidak semestinya hanya dinilai dari nilai ekonomi atau peningkatan pendapatan.
Manfaat yang diterima masyarakat juga harus menjadi ukuran penting dalam menilai keberhasilan integrasi ekonomi digital ASEAN. Karena itu, pelaksanaan DEFA perlu memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi digital memberikan dampak yang lebih luas.
“Pertanyaan yang lebih mendasar adalah bagaimana nilai ekonomi tersebut dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ismail mengingatkan, implementasi DEFA harus memperhatikan keseimbangan kepentingan nasional setiap negara anggota dan kepentingan bersama dalam membangun ekonomi digital regional. Keseimbangan itu diperlukan agar kerja sama tidak hanya memperbesar peluang bisnis lintas negara.
Menurut dia, integrasi ekonomi digital juga harus mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih merata. Dengan pendekatan tersebut, kerja sama regional dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masing-masing negara dan tujuan bersama di kawasan ASEAN.
“Keseimbangan kepentingan nasional dan kerja sama regional merupakan salah satu kunci keberhasilan integrasi ekonomi digital ASEAN,” ujar Ismail.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















