Headline.co.id, Jakarta ~ Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali mulai melandai setelah Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina Patra Niaga menerapkan kebijakan ganjil genap untuk pembelian BBM jenis Pertalite. Kebijakan berdasarkan Surat Gubernur Bali itu mulai berlaku pada Jumat (16/10/2026) untuk mengurai kepadatan kendaraan di area pengisian BBM. Pertamina menyebut perbaikan antrean tersebut didukung kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, sementara stok BBM di Bali dipastikan dalam kondisi sangat aman. Kebijakan itu dijadwalkan berlangsung hingga Senin (19/10/2026) dan dievaluasi efektivitasnya setiap hari.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan perkembangan tersebut melalui keterangan resmi pada Sabtu (17/10/2026).
Menurut Ahad, penerapan skema ganjil genap memberikan dampak terhadap kepadatan kendaraan di sejumlah SPBU. Antrean disebut mulai menunjukkan perbaikan secara bertahap setelah kebijakan tersebut diterapkan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kami melihat perkembangan positif. Antrean di beberapa SPBU mulai menunjukkan perbaikan secara bertahap,” kata Ahad.
Kolaborasi Pertamina, Pemprov Bali, dan Aparat
Ahad mengatakan, penanganan antrean BBM di Bali dilakukan melalui kolaborasi Pertamina Patra Niaga, Pemerintah Provinsi Bali, serta aparat penegak hukum (APH), termasuk Kodam IX/Udayana dan Polda Bali.
Kolaborasi itu dilakukan dengan mengawal distribusi BBM, termasuk memastikan armada mobil tangki dapat bergerak menuju SPBU. Pengawalan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pasokan di tengah antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah lokasi.
Selain pengawalan armada mobil tangki, APH juga menyiagakan personel untuk membantu pendistribusian BBM melalui layanan pengantaran atau delivery service Pertalite di beberapa titik SPBU Kota Denpasar.
Layanan tersebut menyediakan Pertalite maksimal tiga liter dengan menggunakan jeriken khusus sepeda motor. Pendistribusian melalui layanan ini telah berlangsung sejak Rabu (15/10/2026).
Pertamina Targetkan Tambahan Pertalite 48 Juta Liter
Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok BBM di Bali berada dalam kondisi sangat aman. Perusahaan menargetkan pasokan tambahan Pertalite hingga mencapai total 48 juta liter pada periode 7-17 Oktober 2026.
Jumlah tersebut disebut setara dengan kebutuhan aman untuk dua minggu ke depan. Pertamina menyampaikan keterangan itu di tengah upaya mengatasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bali.
Kebijakan ganjil genap untuk pembelian Pertalite masih berlaku sampai Senin (19/10/2026). Efektivitas kebijakan tersebut akan dievaluasi setiap hari selama penerapannya.
Antrean Disebut Dipicu Kendala Teknis Kapal Tanker
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan antrean panjang BBM di Bali bukan disebabkan kelangkaan stok energi. Kementerian menyebut kondisi tersebut dipicu kendala teknis dalam distribusi kapal tanker.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan penjelasan itu saat ditemui awak media di sela-sela agenda Kemenko Pangan pada Rabu (14/10/2026).
“Jadi kemarin memang ada keterlambatan kapal. Kapalnya sudah tiba, sejak di sana kemarin sudah dilakukan operasi pasar 24 jam. Semoga, mungkin hari ini atau besok, sudah selesai permasalahannya,” ujar Laode.
Dengan kapal tanker yang telah tiba dan operasi pasar yang dilakukan selama 24 jam, pemerintah berharap persoalan distribusi BBM di Bali dapat segera diselesaikan. Sementara itu, Pertamina dan Pemerintah Provinsi Bali tetap menerapkan kebijakan ganjil genap serta langkah pendistribusian tambahan untuk mengurangi antrean di SPBU.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















