Headline.co.id, Jakarta ~ Malam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk menyambut Tahun Baru Islam dengan berbagai amalan. Salah satu tradisi yang kembali mendapat perhatian adalah membaca doa minum susu sebelum meminum susu putih pada malam pergantian tahun Hijriah. Tradisi ini diwariskan oleh ulama keturunan Rasulullah SAW, Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki, sebagai simbol harapan akan kehidupan yang lebih bersih dan penuh keberkahan. Amalan tersebut dilakukan sejak setelah Maghrib hingga sebelum Subuh sebagai bentuk tafa’ul atau pengharapan terhadap kebaikan di tahun yang baru.
Tradisi doa minum susu pada Malam 1 Muharram bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi juga sarat dengan pesan spiritual. Susu putih dimaknai sebagai lambang kesucian hati, kebersihan jiwa, serta optimisme dalam menyambut lembaran baru kehidupan di Tahun Baru Islam.
Di tengah beragam amalan yang dianjurkan pada Malam 1 Muharram, praktik membaca doa minum susu menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin yang dilakukan sebagian umat Muslim, khususnya mereka yang mengikuti teladan para ulama Ahlul Bait. Tradisi ini juga mencerminkan nilai kebersamaan karena dapat dilakukan bersama keluarga, murid, santri, maupun masyarakat sekitar.
Muharram, Bulan Suci yang Dimuliakan dalam Islam
Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan suci dalam Islam selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kezaliman.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِۗ قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌۗ
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, berperang pada bulan itu adalah dosa besar.” (QS Al-Baqarah: 217).
Keistimewaan Muharram menjadikan pergantian tahun Hijriah bukan sekadar perubahan angka dalam penanggalan, melainkan momentum refleksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Tradisi Minum Susu Putih di Malam 1 Muharram
Salah satu amalan yang hidup di tengah masyarakat Muslim adalah tradisi meminum susu putih pada malam pergantian tahun Hijriah. Tradisi ini dikenalkan oleh Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki, seorang ulama besar keturunan Nabi Muhammad SAW yang bermukim di Tanah Suci Makkah.
Menurut beliau, susu putih melambangkan kebersihan, kesucian, dan harapan untuk memulai kehidupan baru dengan hati yang jernih.
Tradisi tersebut dilakukan mulai setelah salat Maghrib hingga sebelum waktu Subuh pada malam 1 Muharram. Tata caranya sederhana, yakni menyiapkan segelas susu hangat, kemudian membaca doa sebelum meminumnya.
Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki mengajarkan bahwa amalan ini menjadi simbol optimisme agar tahun yang akan dijalani dipenuhi keberkahan dan kebaikan.
Bacaan Doa Minum Susu di Malam 1 Muharram
Sebelum meminum susu putih, umat Islam dianjurkan membaca doa berikut:
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ
Latin:
Allahumma baarik lanaa fiihi wazidnaa minhu.
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami di dalam air susu ini dan tambahlah keberkahan kami darinya.”
Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan harapan agar Allah SWT melimpahkan keberkahan, kebaikan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.
Tradisi yang Sarat Nilai Kebersamaan
Tradisi minum susu putih tidak hanya dilakukan secara pribadi. Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki juga mencontohkan pelaksanaannya bersama para santri.
Beliau membagikan susu putih kepada murid-muridnya sembari memanjatkan doa agar mereka memperoleh keberkahan sepanjang tahun yang akan datang.
Praktik tersebut menunjukkan bahwa amalan menyambut Tahun Baru Islam tidak hanya berorientasi pada ibadah personal, tetapi juga mempererat hubungan sosial melalui kebersamaan dan doa bersama.
Malam 1 Muharram Jadi Momentum Muhasabah
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan demikian, malam 1 Muharram diperingati sejak Senin, 15 Juni 2026 setelah Matahari terbenam.
Selain tradisi minum susu putih, umat Islam juga dianjurkan mengisi malam pergantian tahun dengan berbagai amalan, seperti membaca doa akhir dan awal tahun, memperbanyak istighfar, berdzikir, membaca Al-Qur’an, mengerjakan salat sunnah, hingga bersedekah.
Melalui berbagai amalan tersebut, Malam 1 Muharram menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atas perjalanan hidup selama setahun terakhir sekaligus menumbuhkan harapan agar tahun yang baru dijalani dengan iman yang lebih baik, hati yang lebih bersih, serta langkah yang semakin mendekat kepada Allah SWT.






















