Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

IHSG RI Anjlok, BEI Tegaskan Pasar Modal Indonesia Masih Layak Jadi Emerging Market

Saddam by Saddam
1 hour ago
in Ekonomi
Reading Time: 9 mins read
402 21
A A
0
IHSG RI anjlok 11,57 persen, tetapi BEI menilai fundamental pasar modal Indonesia masih mendukung status Emerging Market di tengah konsultasi MSCI.

IHSG RI anjlok 11,57 persen, tetapi BEI menilai fundamental pasar modal Indonesia masih mendukung status Emerging Market di tengah konsultasi MSCI. (Dok Foto Istimewa)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ IHSG RI mengalami tekanan tajam di tengah kekhawatiran terhadap kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen ke level 5.185,10 pada perdagangan Jumat (16/10/2026), Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pasar modal nasional masih memiliki fundamental yang mendukung klasifikasinya sebagai pasar berkembang. Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menegaskan bahwa pertumbuhan transaksi, jumlah investor, dan kinerja fundamental emiten menjadi indikator penting yang menunjukkan perkembangan pasar saham domestik. Penilaian tersebut disampaikan di tengah proses konsultasi MSCI yang dibuka sejak 15 Oktober 2026 untuk mengevaluasi kualitas, transparansi, dan aksesibilitas pasar modal Indonesia.

Contents

    • 0.1. BMRI Jadi Sorotan Usai IHSG Anjlok, Jusuf Hamka Bidik Saham Bank Mandiri hingga Potensi Dividen
    • 0.2. BCA Mau Buyback 19-21 Oktober 2026, Ini Alasan dan Aturan yang Berlaku
  • 1. BEI Ungkap Alasan Indonesia Masih Layak Berstatus Emerging Market
  • 2. Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Likuiditas Perdagangan Masih Terjaga
  • 3. MSCI Soroti Transparansi dan Integritas Pasar Modal Indonesia
  • 4. MSCI Belum Putuskan Indonesia Turun Kelas Jadi Standalone Market
  • 5. FTSE Russell Masih Pertahankan Indonesia sebagai Secondary Emerging Market
  • 6. IHSG Anjlok 11,57 Persen, Seluruh Sektor Saham Masuk Zona Merah
  • 7. Reformasi Pasar Modal Jadi Kunci Menjelang Keputusan MSCI

Di tengah penurunan IHSG RI, BEI mencatat sejumlah indikator pasar modal masih menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data per 19 Oktober 2026, produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026, sementara ukuran kapitalisasi pasar saham tercatat mencapai US$497,96 miliar. Indonesia juga mempunyai sembilan saham yang masuk dalam MSCI Standard Index, melampaui persyaratan minimum tiga saham dalam materi kerangka klasifikasi MSCI.

You might also like

Saham BMRI Jadi Incaran Jusuf Hamka Usai IHSG Anjlok, Ini Alasan dan Potensi Keuntungannya

BMRI Jadi Sorotan Usai IHSG Anjlok, Jusuf Hamka Bidik Saham Bank Mandiri hingga Potensi Dividen

19 October 2026
BCA menegaskan bahwa pelaksanaan aksi korporasi tetap mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan OJK

BCA Mau Buyback 19-21 Oktober 2026, Ini Alasan dan Aturan yang Berlaku

19 October 2026

Namun, kondisi IHSG RI yang terus tertekan menjadi tantangan tersendiri bagi pasar modal nasional. Sepanjang tahun berjalan, IHSG tercatat melemah 40,04 persen, sedangkan kapitalisasi pasar turun 42,22 persen menjadi Rp9.157 triliun. Pada periode yang sama, investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp88,194 triliun, meskipun nilai transaksi perdagangan saham masih meningkat 13,83 persen secara year-to-date (YTD).

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

BEI Ungkap Alasan Indonesia Masih Layak Berstatus Emerging Market

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menjelaskan bahwa perkembangan fundamental pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu kekuatan untuk mempertahankan klasifikasi sebagai Emerging Market.

Pertumbuhan aktivitas perdagangan, peningkatan jumlah investor, serta kondisi fundamental perusahaan tercatat menjadi indikator yang menunjukkan bahwa pasar modal domestik masih berkembang.

Meski demikian, Iding mengakui bahwa perhatian MSCI tidak hanya tertuju pada besarnya pasar dan pertumbuhan ekonomi.

MSCI juga memperhatikan kualitas pasar modal, terutama transparansi informasi, integritas, serta kemudahan bagi investor internasional dalam melakukan investasi.

“Jadi concern MSCI terkait transparansi, integrity dan investability itu yang jadi concern quality dari market kita,” ujar Iding sebagaimana dikutip pada Senin (19/10/2026).

Berdasarkan data yang dipaparkan BEI, pasar modal Indonesia masih memiliki ukuran yang cukup besar dalam penilaian pasar berkembang.

Kapitalisasi pasar saham tercatat mencapai US$497,96 miliar. Sementara itu, sembilan saham Indonesia telah menjadi bagian dari MSCI Standard Index.

Jumlah tersebut melampaui ketentuan minimum tiga saham yang digunakan sebagai salah satu indikator dalam kerangka klasifikasi MSCI.

Dari sisi aksesibilitas, pasar modal Indonesia juga masih memungkinkan investor internasional melakukan transaksi, mengalirkan modal masuk maupun keluar, serta melakukan repatriasi dana.

Aktivitas perdagangan di BEI tetap berlangsung dengan likuiditas yang tersedia, meskipun harga saham dan indeks mengalami tekanan.

Sejumlah indikator tersebut menjadi dasar penilaian BEI bahwa pasar modal nasional masih mempunyai karakteristik yang mendukung status Emerging Market.

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Likuiditas Perdagangan Masih Terjaga

Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar berkembang.

Berdasarkan data BEI, perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih berada dalam kondisi ekspansif di tengah dinamika perekonomian global.

Di pasar modal, aktivitas perdagangan juga tetap berjalan meskipun terjadi penurunan harga saham secara luas.

Data per 19 Oktober 2026 menunjukkan nilai transaksi perdagangan saham meningkat 13,83 persen secara YTD menjadi Rp20.503 triliun.

Peningkatan tersebut berlangsung ketika IHSG mengalami penurunan 40,04 persen sepanjang tahun berjalan.

Pada periode yang sama, kapitalisasi pasar saham tercatat sebesar Rp9.157 triliun atau turun 42,22 persen.

Perbedaan arah antara nilai transaksi dan pergerakan indeks menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas perdagangan tidak selalu diikuti penguatan harga saham.

Di tengah kondisi tersebut, tekanan jual investor asing masih menjadi perhatian. Sepanjang 2026 hingga periode pelaporan, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp88,194 triliun.

Besarnya arus jual asing tersebut menjadi salah satu gambaran tekanan yang sedang dihadapi pasar saham nasional.

MSCI Soroti Transparansi dan Integritas Pasar Modal Indonesia

Meski memiliki fundamental ekonomi dan ukuran pasar yang besar, Indonesia masih menghadapi tantangan terkait kualitas transparansi pasar modal.

Dalam kerangka klasifikasi MSCI, perkembangan ekonomi bukan satu-satunya faktor yang menentukan status suatu negara.

MSCI juga mempertimbangkan ukuran serta likuiditas pasar, aksesibilitas bagi investor asing, kebebasan arus modal, efisiensi operasional, dan ketersediaan informasi investasi.

Aspek transparansi kepemilikan saham menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian dalam evaluasi terhadap pasar Indonesia.

MSCI menilai kualitas informasi pemegang saham dan struktur kepemilikan merupakan bagian penting bagi investor internasional untuk mengambil keputusan investasi.

Untuk menjawab persoalan tersebut, otoritas pasar modal Indonesia telah melakukan sejumlah langkah reformasi.

Salah satunya dengan memperluas kewajiban keterbukaan informasi kepemilikan saham di atas 1 persen melalui mekanisme pelaporan bulanan.

Selain itu, pengungkapan konsentrasi kepemilikan saham diperkuat melalui mekanisme High Shareholding Concentration (HSC).

Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 80 saham tercatat dalam daftar HSC.

Pengungkapan tersebut bertujuan memberikan gambaran lebih jelas kepada investor mengenai konsentrasi kepemilikan saham pada perusahaan tercatat.

Reformasi lainnya dilakukan melalui upaya peningkatan free float atau porsi saham yang beredar dan dapat diperdagangkan oleh publik.

Data yang disampaikan mencantumkan tingkat free float sebesar 15 persen sebagai salah satu aspek dalam pembenahan struktur saham publik.

Peningkatan porsi saham publik menjadi bagian dari upaya memperbaiki likuiditas perdagangan dan memperluas kesempatan investor melakukan transaksi.

Namun, pembenahan transparansi tidak cukup hanya melalui perubahan ketentuan. Konsistensi penerapan aturan, kualitas data kepemilikan saham, serta efektivitas pengawasan tetap menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor.

MSCI Belum Putuskan Indonesia Turun Kelas Jadi Standalone Market

Di tengah perhatian terhadap reformasi pasar modal, MSCI telah membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Proses konsultasi dimulai pada 15 Oktober 2026 dengan membuka kesempatan bagi investor global dan pelaku pasar untuk menyampaikan masukan.

Dalam usulan tersebut, Indonesia berpotensi mengalami perubahan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Namun, Iding Pardi mengingatkan bahwa proses konsultasi tidak dapat langsung diartikan sebagai keputusan penurunan status pasar modal Indonesia.

“MSCI membuka ‘consultation’ itu bahasa sederhananya membuka ‘wacana’ untuk mendapatkan masukan dari investor global, terkait potensi klasifikasi status pasar Indonesia ke standalone market,” kata Iding.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, MSCI memberikan waktu penyampaian masukan hingga 30 April 2027.

Selanjutnya, keputusan final mengenai perubahan klasifikasi pasar Indonesia dijadwalkan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.

Dengan demikian, status Indonesia dalam klasifikasi MSCI masih berada dalam proses evaluasi.

Hasil konsultasi dan perkembangan reformasi pasar modal menjadi bagian dari pertimbangan sebelum keputusan akhir ditetapkan.

Perubahan klasifikasi tersebut menjadi perhatian karena indeks MSCI digunakan berbagai pengelola investasi global sebagai acuan dalam menentukan komposisi portofolio.

Apabila Indonesia nantinya dipindahkan ke kategori Standalone Market, perubahan tersebut berpotensi memengaruhi keputusan alokasi investasi yang mengikuti indeks terkait.

Meski demikian, dampak aktual terhadap pasar saham akan bergantung pada keputusan MSCI serta strategi masing-masing pengelola investasi.

FTSE Russell Masih Pertahankan Indonesia sebagai Secondary Emerging Market

Di tengah konsultasi MSCI, posisi Indonesia dalam klasifikasi penyedia indeks global lainnya masih berbeda.

FTSE Russell tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market dan tidak memasukkannya ke dalam Watch List.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa evaluasi penyedia indeks global terhadap pasar modal Indonesia tidak selalu menghasilkan kesimpulan yang sama.

Meski mempertahankan status pasar berkembang, FTSE Russell tetap memperhatikan perkembangan reformasi pasar modal nasional.

Terdapat empat aspek yang menjadi perhatian, yakni keterbukaan informasi pemegang saham, granularitas klasifikasi investor, ketentuan minimum free float, serta perangkat pengawasan pasar.

Keempat aspek tersebut berkaitan dengan kualitas informasi, struktur perdagangan, dan mekanisme pengawasan pasar modal.

Perbedaan posisi antara MSCI dan FTSE Russell juga memperlihatkan bahwa masing-masing lembaga menggunakan metodologi dan proses penilaian tersendiri.

Karena itu, usulan MSCI mengenai perubahan klasifikasi Indonesia tidak secara otomatis membuat FTSE Russell mengambil keputusan serupa.

IHSG Anjlok 11,57 Persen, Seluruh Sektor Saham Masuk Zona Merah

Perdebatan mengenai kelayakan Indonesia mempertahankan status Emerging Market berlangsung di tengah penurunan tajam pasar saham domestik.

Pada perdagangan Jumat (16/10/2026), IHSG ditutup melemah 11,57 persen ke level 5.185,10.

Seluruh 11 sektor saham yang tercatat di BEI mengalami penurunan. Sektor Basic Industry mencatatkan koreksi paling dalam sebesar 13,37 persen.

Tekanan juga menimpa sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 14,81 persen, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 14,84 persen, sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 14,82 persen.

Sementara itu, investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp3,40 triliun di pasar reguler dan Rp3,35 triliun jika memperhitungkan transaksi di seluruh pasar.

Meski mayoritas pasar mengalami tekanan, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan.

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 0,45 persen, PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) menguat 25 persen, sedangkan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) meningkat 1,81 persen.

Pelemahan pasar Indonesia juga tercermin pada instrumen investasi yang mengikuti pergerakan saham domestik.

ETF EIDO turun 14,90 persen, sementara indeks MSCI Indonesia melemah 14,39 persen.

Sebagai respons terhadap tekanan perdagangan, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengubah batas Auto Rejection Bawah (ARB) dari sebelumnya 15 persen menjadi 7 persen.

Ketentuan tersebut berlaku hingga 31 Desember 2026.

Reformasi Pasar Modal Jadi Kunci Menjelang Keputusan MSCI

Perkembangan pasar modal Indonesia dalam beberapa bulan mendatang akan menjadi bagian penting menjelang keputusan akhir MSCI pada Juni 2027.

BEI masih melihat sejumlah kekuatan fundamental yang mendukung posisi Indonesia sebagai Emerging Market, mulai dari pertumbuhan ekonomi, ukuran kapitalisasi pasar, jumlah saham yang memenuhi kriteria indeks, hingga aktivitas perdagangan.

Namun, penilaian tersebut tetap harus diimbangi dengan pembenahan kualitas pasar, khususnya transparansi kepemilikan saham dan aksesibilitas bagi investor internasional.

Kondisi ini menunjukkan bahwa mempertahankan klasifikasi Emerging Market tidak hanya bergantung pada besarnya aktivitas ekonomi dan perdagangan saham.

Efektivitas reformasi, kualitas keterbukaan informasi, serta konsistensi pengawasan juga menjadi faktor penting dalam evaluasi pasar modal Indonesia.

Sementara MSCI masih menjalankan konsultasi hingga 30 April 2027, FTSE Russell tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market.

Dengan keputusan MSCI yang baru dijadwalkan paling lambat pada 30 Juni 2027, Indonesia belum resmi mengalami perubahan klasifikasi menjadi Standalone Market.

Di tengah tekanan IHSG dan tingginya aksi jual investor asing, pembenahan tata kelola pasar modal menjadi agenda penting agar Indonesia dapat terus memenuhi kriteria dan ekspektasi investor global.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: batas Auto Rejection BawahBEI bersama Otoritas Jasa KeuanganIHSG AnjlokSecondary Emerging MarketSeluruh Sektor Saham Masuk Zona MerahStandalone Markettekanan IHSG

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Saham BMRI Jadi Incaran Jusuf Hamka Usai IHSG Anjlok, Ini Alasan dan Potensi Keuntungannya

BMRI Jadi Sorotan Usai IHSG Anjlok, Jusuf Hamka Bidik Saham Bank Mandiri hingga Potensi Dividen

by Saddam
19 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi perhatian investor setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami...

BCA menegaskan bahwa pelaksanaan aksi korporasi tetap mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan OJK

BCA Mau Buyback 19-21 Oktober 2026, Ini Alasan dan Aturan yang Berlaku

by Saddam
19 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback pada 19–21 Oktober 2026...

IHSG RI Anjlok, BEI Tegaskan Pasar Modal Indonesia Masih Layak Jadi Emerging Market

IHSG RI Tertekan, MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Indonesia Jadi Standalone Market

by Saddam
19 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ IHSG RI kembali menjadi perhatian investor setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi mengenai kemungkinan penurunan...

IHSG RI Terjun Bebas, BEI dan OJK Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen hingga Akhir 2026

IHSG RI Anjlok 11,57 Persen ke Level 5.185, Investor Asing Ramai-Ramai Jual Saham

by Saddam
19 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ IHSG RI mengalami kejatuhan tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah...

IHSG RI Anjlok, tetapi Nilai Transaksi Saham Justru Naik 13,83 Persen

IHSG RI Anjlok 11,57 Persen, BEI Tegaskan Pasar Indonesia Masih Layak Emerging Market

by Saddam
19 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ IHSG RI mengalami tekanan tajam setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen ke level 5.185,10...

Berita Terkini

Antrean BBM Bali Mulai Melandai Usai Kebijakan Ganjil Genap

by Fajar Ari Wibowo
18 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali mulai melandai setelah Pemerintah Provinsi...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Kapolda Sumatera Selatan Puji Peran Brimob dalam Keamanan dan Pemulihan Bencana

Kapolda Sumatera Selatan Puji Peran Brimob dalam Keamanan dan Pemulihan Bencana

17 March 2026
Menkeu Tegaskan Harga BBM Subsidi Stabil hingga 2026

Menkeu Tegaskan Harga BBM Subsidi Stabil hingga 2026

8 April 2026
Gubernur Sumbar Ajak Kolaborasi dan Penguatan Ekonomi di HUT ke-77 Sijunjung

Gubernur Sumbar Ajak Kolaborasi dan Penguatan Ekonomi di HUT ke-77 Sijunjung

21 February 2026
Liverpool Raih Kemenangan Telak atas West Ham 5-2

Liverpool Raih Kemenangan Telak atas West Ham 5-2

1 March 2026
Roehana Koedoes, Pelopor Jurnalisme Perempuan yang Perjuangkan Pendidikan dan Emansipasi

Roehana Koedoes, Pelopor Jurnalisme Perempuan yang Perjuangkan Pendidikan dan Emansipasi

22 September 2026
:

Musik Tongtong Sumenep Siap Tampil di MotoGP Mandalika 2026

6 October 2026
Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo Eko Prasetyo Heru Wibowo

Diduga Tak Hafal Pancasila, Ketua DPRD Wonosobo Ucap Pancasila Tak Sesuai Urutan

1 September 2025

Artikel Terbaru

Saham BMRI Jadi Incaran Jusuf Hamka Usai IHSG Anjlok, Ini Alasan dan Potensi Keuntungannya

BMRI Jadi Sorotan Usai IHSG Anjlok, Jusuf Hamka Bidik Saham Bank Mandiri hingga Potensi Dividen

19 October 2026
BCA mau buyback saham 19-21 Oktober juga diperkuat melalui keterangan resmi manajemen perseroan.

BCA Mau Buyback Saham 19-21 Oktober, Jahja Setiaatmadja Buka Suara

19 October 2026
BCA menegaskan bahwa pelaksanaan aksi korporasi tetap mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan OJK

BCA Mau Buyback 19-21 Oktober 2026, Ini Alasan dan Aturan yang Berlaku

19 October 2026
BCA Buyback Saham Mulai Hari Ini, Seluruh Karyawan Dilarang Transaksi BBCA

BCA Mau Buyback 19-21 Oktober 2026, Seluruh Karyawan Dilarang Transaksi Saham BBCA

19 October 2026
Selamat Jalan Kamaruddin Simanjuntak, Gokma Sagala Kenang Keberanian Sang Pengacara Membela Keadilan

Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia, Jenazah Direncanakan Disemayamkan di Rumah Duka Ukrida

19 October 2026
Kamaruddin Simanjuntak merupakan pengacara yang namanya dikenal luas masyarakat Indonesia

Kabar Duka, Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia Pukul 02.47 WIB, Ini Kabar Terakhir dan Lokasi Rumah Duka

19 October 2026
Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia, Pengacara Brigadir J Tutup Usia di RS Pelni Jakarta

Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia, Sahabat dan Keluarga Kenang Perjuangannya Membela Keadilan

19 October 2026

Popular Story

Auditor Itjen Kemenag Asah Strategi Pengawasan Pengadaan Program Prioritas Presiden
Pemerintah

Itjen Kemenag Perkuat Pengawasan Program Prioritas Presiden

by Saddam
17 October 2026
0

Headline.co.id ~ Headline.co.id, Jakarta (Itjen Kemenag) — Empat auditor Inspektorat Jenderal Kementerian...

Read moreDetails

Gempa Magnitudo 3,9 Guncang 192 Km Utara Tahuna

Razia Serentak Tempat Hiburan Malam di DIY, Polisi Dalami Temuan 1 Orang Terindikasi Amfetamin

Tiga Menteri Kunjungi MAN 4 Jakarta, Masuk Program SMA Unggul 2026

Ekonomi Pesantren Didorong Mandiri lewat Bisnis dan Manajemen Modern

Kesadaran Ekonomi Syariah Naik, BAZNAS Bidik Dana Rp70 Triliun

Kepemimpinan Korlantas Polri Berganti, Personel Diminta Kompak

Geger Hiu Tutul 6 Meter Terdampar di Pantai Parangkusumo Bantul, Begini Kondisinya

Anggaran Bantuan Pascabencana Sumatra Belum Terserap Merata

KLHK Minta Pemda Kendalikan Sampah Mudik Lebaran 2024

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.