Headline.co.id, Jakarta ~ Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI) Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo menutup Pertemuan ke-17 Komisi Antarpemerintah Indonesia-Rusia di Bidang Kerja Sama Teknik Militer atau Indonesian-Russian Intergovernmental Commission on Military-Technical Cooperation (MTC). Penutupan berlangsung di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, pada Rabu (14/10/2026). Forum bilateral tersebut ditutup setelah seluruh agenda sidang dan penandatanganan protokol kerja sama pertahanan kedua negara diselesaikan. Pertemuan ini diarahkan untuk memperkuat kerja sama teknik militer dan industri pertahanan Indonesia-Rusia melalui tindak lanjut yang konkret.
Kerja Sama Teknik Militer RI-Rusia Perlu Ditindaklanjuti
Dalam sambutan penutupan, Tri Budi menyampaikan penghargaan kepada seluruh delegasi yang telah berpartisipasi dalam pembahasan. Ia menilai partisipasi konstruktif, profesionalisme, dan komitmen para delegasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pertemuan MTC ke-17.
Sekjen Kemhan menekankan agar seluruh kesepakatan yang dicapai tidak berhenti pada hasil pertemuan. Menurut dia, kesepakatan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam langkah nyata dan kemajuan yang dapat diukur.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“ Hasil-hasil pertemuan ini hendaknya ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret dan diterjemahkan menjadi kemajuan yang terukur,” ujar Letjen TNI Tri Budi.
Pesan tersebut menjadi penekanan utama dalam penutupan kerja sama teknik militer Indonesia-Rusia. Kedua negara diharapkan dapat memastikan hasil pembahasan dan protokol yang telah ditandatangani memiliki tindak lanjut dalam kerja sama pertahanan.
Fokus pada Alih Teknologi dan Pemeliharaan Alutsista
Tri Budi juga mendorong instansi pemerintah serta industri pertahanan dari Indonesia dan Rusia untuk memperkuat koordinasi. Penguatan koordinasi tersebut mencakup sejumlah bidang yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan pertahanan dan industri pertahanan.
Bidang yang didorong meliputi alih teknologi, pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista), serta pelaksanaan penelitian bersama. Kerja sama pada area tersebut menjadi bagian dari upaya memajukan kerja sama teknik militer kedua negara.
Dorongan itu disampaikan bersamaan dengan berakhirnya rangkaian Pertemuan MTC ke-17. Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah dan industri pertahanan kedua negara dalam pembahasan mengenai kerja sama teknik militer.
Rusia Apresiasi Jalannya Pertemuan
Deputy Director Federal Service for Military-Technical Cooperation (FSMTC) Federasi Rusia, Mikhail Vladimirovich Petukhov, turut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan sidang. Ia menyebut pertemuan berlangsung dalam suasana yang bersahabat dan produktif.
Menurut Mikhail, pelaksanaan forum tersebut turut memperkuat hubungan baik Indonesia dan Rusia. Ia juga menilai proses pembahasan berjalan secara konstruktif.
“Pertemuan komisi antarpemerintah ini diselenggarakan secara sukses dan berlangsung dalam suasana yang konstruktif serta bersahabat,” ungkap Mikhail.
Penutupan MTC ke-17 dilakukan setelah seluruh rangkaian agenda sidang dan penandatanganan protokol resmi selesai. Protokol tersebut menjadi bagian dari hasil forum kerja sama pertahanan Indonesia-Rusia.
Protokol Jadi Landasan Kerja Sama Pertahanan
Rangkaian Pertemuan MTC ke-17 yang ditutup dengan penandatanganan protokol resmi diharapkan menjadi landasan bagi peningkatan kapabilitas pertahanan Indonesia. Protokol itu juga diharapkan berfungsi sebagai peta jalan strategis untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.
Dengan berakhirnya pertemuan tersebut, tindak lanjut atas kesepakatan menjadi tahap penting dalam hubungan kerja sama teknik militer Indonesia-Rusia. Pemerintah dan industri pertahanan kedua negara didorong untuk melanjutkan koordinasi pada bidang alih teknologi, pemeliharaan alutsista, dan penelitian bersama.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















