Headline.co.id ~ Marco Bezzecchi memenangi balapan utama MotoGP Indonesia di Mandalika pada Minggu setelah bangkit dari kecelakaan dalam Sprint. Pembalap Aprilia Racing itu mendekatkan diri dalam persaingan gelar, tetapi jarak Jorge Martin dan Marc Márquez tetap hanya dua poin setelah rangkaian balapan di Indonesia. Raul Fernandez finis kedua, sedangkan Martin melengkapi podium yang seluruhnya diisi pembalap Aprilia. Hasil ini membuat persaingan menuju seri berikutnya di Australia semakin ketat.
Bezzecchi meraih kemenangan setelah melewati periode sulit sejak kembali dari cedera. Kemenangan tersebut merupakan kemenangan pertamanya pada balapan Minggu setelah kembali dari cedera, sekaligus menjadi penebusan setelah ia terlibat dalam kecelakaan pada awal Sprint sehari sebelumnya.
“Saya merasa baik, saya sangat bahagia. Ini merupakan periode yang panjang dan sulit setelah cedera,” kata Bezzecchi. Ia mengaku sempat memikirkan kapan bisa kembali memenangi balapan ketika masih berada di rumah sakit.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Bezzecchi, proses kembalinya ke lintasan berjalan baik pada awalnya, tetapi ia kemudian menghadapi masa sulit untuk kembali bersaing di posisi depan. Kecepatan motornya di Mandalika membaik setelah tim bekerja dengan baik sepanjang akhir pekan.
Jarak Martin dan Márquez Tetap Dua Poin
Jorge Martin memasuki akhir pekan MotoGP Indonesia dengan keunggulan dua poin dan meninggalkan Mandalika dengan keunggulan yang sama. Juara Dunia MotoGP 2024 itu finis di posisi keempat dalam Sprint sebelum merebut posisi ketiga pada balapan utama. Ia mengumpulkan 22 poin sepanjang akhir pekan.
Martin menilai dirinya belum sepenuhnya kompetitif meski mampu menunjukkan kecepatan. Ia menyebut posisi ketiga sebagai hasil maksimal pada balapan utama, tetapi masih menyesalkan kegagalannya mengamankan kemenangan dalam Sprint.
“Saya sangat puas dengan pekerjaan saya. Ini bukan akhir pekan ketika saya sangat kompetitif; saya cepat, tetapi mengalami kesulitan,” ujar Martin. “Konsistensi akan sangat penting. Kecepatan dan kecerdasan juga akan sangat penting.”
Marc Márquez juga mengakhiri MotoGP Indonesia dengan perolehan 22 poin. Pembalap Ducati Lenovo Team itu memenangi Sprint, kemudian finis keenam dalam Grand Prix. Hasil tersebut menjadi kali pertama Márquez menyelesaikan balapan utama MotoGP pada Minggu di Mandalika.
Márquez mengaku puas karena tidak kehilangan poin dari Martin dan hanya kehilangan tiga poin dari Bezzecchi di Indonesia. Sebelum datang ke Mandalika, ia memperkirakan akan kehilangan setidaknya 15 poin dalam persaingan gelar.
“Saya adalah orang yang paling bahagia. Tidak kehilangan poin dari Martin dan hanya kehilangan tiga poin dari Bezzecchi di Mandalika adalah sesuatu yang luar biasa,” kata Márquez. Ia menambahkan, timnya sempat memperkirakan kehilangan sekitar 20 poin jika Bezzecchi atau Martin mengamankan 37 poin dan dirinya finis di posisi kelima.
Fernandez Tampil dengan Dua Jari Patah
Raul Fernandez merebut posisi kedua setelah melewati balapan yang berat. Pembalap SuperFile Trackhouse MotoGP Team itu sebelumnya terlibat dalam insiden di Tikungan 1 dan tetap melanjutkan balapan meski mengalami patah pada dua jarinya.
Fernandez harus mengubah gaya membalap karena salah satu jari yang patah digunakan untuk mengerem. Ia mengatakan masalah terbesar bukan hanya rasa sakit, melainkan hilangnya referensi saat memasuki tikungan dan melakukan pengereman.
“Pagi ini ketika bangun, jari saya terasa sangat buruk. Masalahnya bukan rasa sakit; masalahnya adalah jari yang patah itu merupakan jari yang saya gunakan untuk mengerem,” kata Fernandez.
Ia mengaku hampir kehabisan tenaga setelah 13 atau 14 lap. Menjaga fokus dan menghindari kesalahan menjadi tantangan besar hingga finis di posisi kedua dan meraih tambahan 20 poin.
Acosta Kehilangan Peluang Podium
Pedro Acosta finis kelima setelah menghadapi masalah tekanan ban depan. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu menilai hasil yang lebih baik sebenarnya terbuka, termasuk peluang meraih posisi keempat atau bahkan podium.
“Kami kesulitan dengan tekanan ban depan; kami tidak bisa mengelolanya dan membuat beberapa kesalahan,” ujar Acosta. Ia mengatakan banyak waktu hilang untuk menjaga ban tetap berada dalam tekanan yang sesuai aturan.
Acosta kini mengalihkan perhatian ke Phillip Island, Australia, dengan menempati posisi kelima dalam klasemen kejuaraan. Ia memperkirakan Aprilia dan Ducati akan kembali tampil cepat di seri berikutnya.
Sementara itu, Toprak Razgatlioglu mengalami akhir pekan yang sulit. Pembalap Prima Pramac Yamaha MotoGP tersebut mengalami kecelakaan pada sesi FP2 yang menyebabkan bahunya terkilir. Ia sempat mengembalikan posisi bahunya dan mengikuti balapan dengan bantuan obat pereda nyeri.
Razgatlioglu masih berusaha bertahan pada fase awal Grand Prix Indonesia, tetapi akhirnya kesulitan mengerem dan memilih tidak melanjutkan balapan. “Masalah terbesar adalah tenaga dari bahu saya hilang, terutama ketika mengerem dan melewati tikungan kanan,” ujarnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















