Headline.co.id ~ Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau pengguna jalan mengantisipasi potensi kemacetan di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/10/2026) hingga Kamis (8/10/2026). Kepadatan diperkirakan terjadi karena adanya aksi penyampaian pendapat oleh elemen masyarakat yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas akan diterapkan secara situasional berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
Imbauan tersebut disampaikan untuk membantu pengendara menghindari kepadatan serta menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan selama kegiatan berlangsung. Pengendara mobil dan sepeda motor disarankan mengatur waktu perjalanan, menggunakan rute alternatif, serta mengikuti arahan petugas di sekitar lokasi.
Kemacetan Gedung DPR/MPR Diprediksi Terjadi di Gatot Subroto
Jalur Jalan Gatot Subroto arah Slipi, yang berada tepat di depan Gedung DPR/MPR RI, diprediksi menjadi titik berkumpul utama massa. Kondisi itu membuat ruas jalan tersebut berpotensi mengalami kepadatan paling tinggi, bahkan kemungkinan penutupan jalan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Aksi penyampaian pendapat dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 6-8 Oktober 2026. Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Karena situasi lalu lintas dapat berubah, kepolisian menyatakan rekayasa arus akan dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
“Sehubungan dengan adanya aksi penyampaian pendapat di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada 6-8 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB hingga selesai, masyarakat diimbau mengantisipasi potensi kepadatan dan rekayasa arus lalu lintas situasional di sekitar lokasi,” tulis keterangan TMC Polda Metro Jaya.
Pengendara Disarankan Lewati Rute Alternatif
Untuk menghindari kemacetan Gedung DPR/MPR, masyarakat yang hendak melintas di kawasan tersebut dapat mengalihkan perjalanan ke sejumlah jalur alternatif. Rute yang disebutkan lain Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, serta jalur menuju Palmerah dan Pejompongan.
Pengalihan rute disarankan bagi pengguna kendaraan yang tidak memiliki keperluan di sekitar lokasi aksi. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban kendaraan di Jalan Gatot Subroto arah Slipi, terutama di depan kompleks parlemen yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas massa.
Selain memanfaatkan jalur alternatif, pengendara diminta menyesuaikan waktu keberangkatan dengan kondisi lalu lintas. Petugas di lapangan juga akan memberikan arahan apabila terjadi perubahan arus maupun penerapan rekayasa lalu lintas.
“Bagi masyarakat yang akan melintas, diimbau untuk memanfaatkan rute alternatif, mengatur waktu perjalanan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan,” demikian keterangan tersebut.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.






