Headline.co.id, Banyuwangi ~ PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) mengembangkan program percontohan produksi Refuse Derived Fuel (RDF) Biomassa di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli tersebut mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan sebagian penggunaan batu bara. Inisiatif yang dijalankan bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo itu ditujukan untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus mendukung transisi energi nasional. Dalam jangka panjang, PLN UIT JBM menargetkan RDF Biomassa dari Banyuwangi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar substitusi batu bara di PLTU Paiton.
Program ini dirancang sebagai model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), produksi RDF Biomassa diharapkan mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
RDF Biomassa Jadi Solusi Pengelolaan Sampah
General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan, RDF Biomassa merupakan salah satu bentuk komitmen PLN untuk mempercepat transisi menuju energi hijau dan meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Ika, pengolahan tersebut menjawab dua persoalan sekaligus, yakni pengelolaan sampah dan penyediaan bahan bakar alternatif. “RDF Biomassa menjadi salah satu solusi yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan sampah yang lebih efektif dan penyediaan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Program ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mempercepat realisasi Green Energy secara nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
RDF Biomassa merupakan bahan bakar alternatif hasil pengolahan sampah dengan nilai kalor tinggi. Karena karakteristik tersebut, RDF dapat digunakan untuk menggantikan sebagian pemakaian batu bara.
Selain untuk pembangkit listrik, RDF Biomassa dapat dimanfaatkan oleh sektor industri, termasuk pabrik semen dan pabrik gula. Pemanfaatan itu menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah sekaligus membuka penggunaan bahan bakar alternatif dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.
Kapasitas Pengolahan Sampah Ditargetkan 10 Ton
Bantuan program diserahkan Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM Andri Oktavian kepada Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan Bibit Suwiji. Penyerahan tersebut disaksikan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi dan Kepala Desa Olehsari.
Bibit mengapresiasi dukungan PLN UIT JBM karena dinilai dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di Banyuwangi hingga 10 ton. Ia menyebut program itu tidak hanya berpotensi mengurangi timbunan sampah, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Menurut Bibit, pengembangan RDF Biomassa berpeluang membuka lapangan kerja baru. Ia juga berharap lebih banyak wilayah bergabung dalam program tersebut, termasuk Kecamatan Glagah dan Licin, sehingga kapasitas produksi RDF dapat dimanfaatkan secara maksimal.
PLN UIT JBM menargetkan RDF Biomassa yang diproduksi di Desa Olehsari memenuhi standar kualitas agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pembangkit listrik maupun sektor industri.
Salah satu sasaran jangka panjang program tersebut ialah menjadikan RDF Biomassa sebagai bahan bakar substitusi batu bara di PLTU Paiton. Ika mengatakan target itu menjadi bagian dari kontribusi PLN terhadap ketahanan energi dan pengurangan emisi karbon.
“Kami memiliki cita-cita agar RDF Biomassa yang diproduksi di Desa Olehsari dapat dimanfaatkan oleh PLTU Paiton sebagai bahan bakar substitusi batu bara. Ini merupakan kontribusi nyata PLN dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus pencapaian target pengurangan emisi karbon di Indonesia,” kata Ika.
Melalui TJSL PLN Peduli, PLN menyatakan terus mendorong inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat, memperkuat pelestarian lingkungan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















